Kejutan, Aktor yang Terabaikan, dan Hal-Hal Bikin Kesal dari Nominasi Oscar 2017

Seperti biasa, penghargaan film Oscar tidak sempurna dan memuaskan para pecinta sinema. Berikut adalah bukti-buktinya.
25.1.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.

Nominasi Academy Awards ke-89 resmi diumumkan via streaming. Penghargaan film paling bergengsi sedunia ini berlangsung sangat cepat. Untuk acara yang sebetulnya mengumpulkan orang-orang narsis, efisiensi livestream ini patut diacungi jempol. Tentu saja, masih ada sosok seperti Adam Sandler yang sempat-sempatnyamembacakan mini-monolog engga terlalu penting. Selebihnya, presenter pembacaan nominasi seperti Jack Black, Terrence Howard, hingga Gabourey Sidibe berhasil membawakan acara secara efisien dan ringkas, tak sampai setengah jam. Terima kasih Hollywood!

Iklan

Tentu saja saya tidak akan menulis tentang proses livestream-nya. Buat apa coba, menghabiskan waktu kalian yang berharga. Lebih penting tentu saja menjabarkan pada kalian semua apa saja kejutan dari nominasi film dan aktor terbaik versi Oscar 2017. Supaya lebih jelas, kejutan yang saya maksud bukan berdasarkan perbedaan prediksi kita dengan nominasi resmi, namun lebih menyoroti kontroversi yang menyelimuti penghargaan bergengsi tersebut tahun ini.

Jadi nominasi apa yang mengejutkan?

Pagi ini, nominasi untuk gelaran Academy Awards ke 89 diumumkan lewat sebauh tayangan livestream yang berakhir lebih cepat dari anda beres menguap di pagi hari. Untuk sebuah tayangan yang lebih mirip orang onani, livestream memang pilihan yang paling tepat. Tentu saja, ada banyak momen-momen meditasi panjang dari beberapa pemenang Oscar terdahulu yang mirip dengan mini monolog "tell the truth" di malam anugrah Oscar yang dilakukan komedian yang tak lucu lagi Adam Sandler. Namun, presenter yang membacakan daftar nominasi hari ini—daftarnya merentang pesohor dari Black, Terrence Howard dan Gabourey Sidibe—melakukan tugasnya dengan sangkil dan mangkus, alhasil, pembacaan nominasi itu bisa kelar dalam waktu setengah jam. Mantab jiwa, Hollywoo(d)!

Ada yang kejutan dalam nominasi Oscar 2017?

Jika kamu rajin nonton film, setidaknya 5 film dalam setahun, pengumuman nominasi Oscar saban tahun enggak bakal bikin kamu terkejut. Meski demikian, Academy of Motion Picture Arts and Sciences masih sering menyimpan kejutan. Tahun ini,   Lion—sebuah drama yang membumi dan mulai banyak dibicarakan beberapa bulan ke belakang—menyabet enam nominasi Oscar. Ini sebuah capaian luar biasa karena sampai sekarang aku tak pernah ketemu orang yang sudah menonton Lion kecuali karena tugas dari kantor, misalnya. Mungkin ini saatnya menonton film ini.

Hidden Figures juga berhasil menyabet tiga nominasi, termasuk Film terbaik dan Aktris Pembantu Terbaik (untuk Octavia Spencer). (di sisi lain, Hidden Figures juga banyak disingkirkan dalam ajang tahun ini—tapi itu kita bahas nanti.)

Iklan

Meski pun nama Manchester by the Sea bersliweran dalam gelaran-gelaran anugrah film (dan memang pantas), saya lumayan terkejut melihat nama Lucas Hedges dalam deretan nominator peraih Oscar Aktor Pembantu Terbaik untuk perannya sebagai Patrickk Chandler. Nama lain yang secara mengejutkan masuk nominasi Oscar adalah Issabelle Huppert atas perannya dalam film besutan Paul Verhoeven  (sekaligus konyol, menurut saya) Elle. Meski Huppert tak berhasil menggondol penghargaan di gelaran anugrah film lainnya tahun ini (kalau mau bertaruh, pasang banyak di Emma Stone), setidaknya menyenangkan Huppert akhirnya mendapatkan pengakuan yang harusnya sudah lama ia terima.

Yang juga mengejutkan: The Lobster! Masuk nominasi dalam kategori  Best Original Screenplay! Film sci-fi satire yang gelap besutan Yorgos Lanthimos yang berkisah tentang cinta, kematian dan berubah menjadi anjing bisa jadi film terbaik tahun lalu. Tapi, tetap saja adalah suatu kejutan bahwa film se-konfrontasional dan "sekecil" bisa masuk nominasi Oscar.

Apa yang tak terlalu mengejutan tahun ini?

La La Land? Suka atau tidak (saya tipe yang kedua), film musical fantastis karya Damien Chazelle yang bercerita tentang cinta, penyesalan dan ketidakberdayaan saat memimpikan masa depan yang lebih baik memang digadang-gadang akan menyapu banyak Oscar tahun ini. Total jendral, La La Land mengantungi 14 nominasi, menyampai rekor yang dicapai oleh Titanic dan All About Eve. Perkara berapa Oscar yang bakal dibawa pulang film musikal modern ini, bisa kita lihat nanti. Yang jelas, film ini pasti tak pulang dengan tangan hampa.

Tahun lalu muncul gerakan #OscarsSoWhite. Dampaknya ada sedikit usaha untuk menepati janji, membuat pemenang Oscar lebih warna-warna. Dengan masuknya film-film seperti   Fences, Moonlight, Hidden Figures, dan Lion, sepertinya harapan akan makin beragamnya pemenang Oscar bisa terpenuhi. Kini beban untuk mewujudkan keragaman itu berada di kategori teknis:

Iklan

Sinematografer Arrival Bradford Young hanyalah orang berkulit hitam kedua yang masuk Oscar dalam kategori sinematografi. Ini jadi peringatan bahwa dalam hal mewujudkan keragaman pemenang Oscar, komite Oscar  masih berutang banyak pada kaum african-american. Tapi tenang, waktu untuk membalas masih sangat banyak.

Siapa yang Terabaikan?

Mari kita mulai dengan Amy Adams. Performa Amy Adams dalam Arrival, film sci-fi karya Denis Villenueve adalah salah satu yang terbaik tahun lalu. Amy Adams bermain dengan sangat mantap dalam sebuah kisah tentang pesan empatis yang mengejutkan yang tetap enak ditonton. Jadi, kenapa Amy tak masuk nominasi, padahal Arrival sendiri dapat delapan buah nominasi? Siapa tahu dengan sejarah lima kali dinominasikan tanpa menang sekalipun, Amy bisa menjelma menjadi versi modern dari Susan Lucci, aktris legendaris yang bermain dalam film   All My Children. Lucci pernah dinominasikan 18 kali dalam  Daytime Emmys sebelum akhirnya menang. Ya semoga sih, Amy enggak harus nunggu segitu lamanya untuk membawa pulang Oscar.

Oh ini satu lagi tip akting buat kamu : Taraji P. Henson tampil begitu mengesankan dalam   Hidden Figures—sayangnya itu saja belum cukup bagi Henson untuk mendapatkan nominasi Oscar keduanya. (Nominasi pertama Henson pertama kali didapat atas perannay dalam film The Curious Case of Benjamin Button pada tahun 2008; Henson berakting jauh lebih baik—dan muncul lebih lama—di Hidden Figures, tapi ya sudahlah.)

Iklan

Ok, sekarang kita soroti film-film yang disingkir dalam Oscar: Film Pixar cuma titip absen tahun ini setelah Finding Dory gagal masuk nominasi; dokumenter luar biasa karya Ezra Edelman tentang kasus O.J. Simpson, O.J. Made in America, seharusnya bisa menggondol Oscar kategori  Best Documentary Feature tapi apa daya, wong judulnya saja tak masuk dalam nominasi. Yang juga bikin keki adalah kok bisa-bisa komite Oscar melewatkan Wiener, dokumenter fly-on-the-wall yang kocak tentang kejatuhan mantan senator Anthony Wiener? alig.

Lalu, nasih jelek juga menimpa Silence, proyek penuh gairah Martin Scorsese sepanjang hampir tiga jam tentang persekusi umat kristen di Jepang abad ke-17. Tak satupun nominasi menghampiri film, dan kalau kamu memperhatikan pembicaraan tentang film ini beberapa bulan terakhir, ini enggak bakal bikin anda terkesiap, Silence memang film yang susah dijual, termasuk dalam ajang anugrah macam Oscar sekalipun. Namun, dengan gambar-gambar mencengangkan dan akting mantap Andrew Garfield di film itu, anda pasti menduga film ini minimalnya dapat satu atau dua nominasi. Dan, fakta ngehek ini membawa kita ke..

Apa yang bikin semua orang keki?

Saya belum nonton Hacksaw Ridge—yang membuat Andrew Garfield masuk sebagai salah satu nominator. Kalaupun aku harus menontonnya, saya berusaha mati-matian agar saya tak harus keluar duit. Saya tak ikhlas kalau uang saya masuk kantong Mel Gibson, yang reputasi dan karakternya (atau malah karena tak punya karakter) sudah dikenal banyak orang.

Hacksaw Ridge dapayt enam nominasi—jumlah yang sama yang diraih Lion, kalau anda masih ingat—termasuk kategori Film Terbaik. Gibson sendiri masuk sebagai salah satu orang yang berpeluang menerima Oscar Sutradara terbaik tahun ini. Film ini juga masuk nominasi dalam Golden Globe tahun ini dan pulang dengan tangan hampa. Masuknya nama Mel Gibson—dan film yang ia besut—diartikan sebagai kesempatan kedua Mel Gibson setelah diasingkan oleh insan film karena ujaran-ujaran kebencian anti semit yang kerap keluar dari mulutnya dan tuduhan melakukan pelecehan dan tindakan misoginis.

Iklan

Tanggapan saya tentang hal ini? "Taik Kucing!' Dari sini kita bisa lihat, perilaku bejat macam apa yang cenderung dimaafkan Hollywood atau orang macam apa yang dengan mudah membuka pintu maaf Hollywood. Saya jadi ingat kasus film The Birth of a Nation besutan Nata Perker yang usaha masuk kompetisi Oscarnya hancur berantakan setelah tuduhan atas kasus perkosaan yang dilakukan parker kembali mencuat. Tapi mau bagaimana juga, selain karena kegoblogannya membicarakan kasus ini di depan publik, toh film itu memang sebuah karya medioker yang akan menang apapun di Oscar.

Di sisi lain ada Casey Affleck, yang penampilan kerennya   Manchester by the Sea jadi catatan emas karirnya yang sudah kadung gemilang. Affleck juga kena masalah yang sama: tuduhan pelecehan seksual dan tindakan tak menyenangkan terhadap dirinya meruak kembali di musim Oscar. Tapi, nyatanya komite Oscar tebang pilih. Affleck malah dinominasikan. Kenapa ini terjadi—termasuk kenapa Gibson diberikan kesempatan untuk melakukan comeback yang mencengangkan—adalah pertanyaan yang pantas diajukan, walaupun jawabannya masih seputar warna kulit. Barangkali ada yang mengeluarkan pertanyaan ini dalam malam penganugrahan Oscar—kalau ini terjadi, saya pasti bakal nonton di TV.  Tapi, setelah kehebohan yang terjadi dalam gelaran tahun lalu, sepertinya masalah yang membayangi Hollywood seperti belum kunjung hilang.

Berikut Daftar Lengkap Nominasi Oscar 2017:

Aktor Pembantu Terbaik

Mahershala Ali,  Moonlight
Jeff Bridges,  Hell or High Water
Lucas Hedges,  Manchester By the Sea
Dev Patel,  Lion
Michael Shannon,  Nocturnal Animals

Sinematografi Terbaik

Arrival
La La Land
Lion
Moonlight
Silence

Dokumenter Panjang Terbaik

Fire at Sea
I Am Not Your Negro
Life, Animated
O.J.: Made in America
13th

Dokumenter Pendek Terbaik

Extremis
4.1 Miles
Joe's Violin
Watani: My Homeland
The White Helmets

Film Asing Terbaik

Land of Mine
A Man Called Ove
The Salesman
Tanna
Toni Erdmann

Film Pendek Terbaik

Ennemis Interieurs
La Femme et le TGV
Silent Nights
Sing
Timecode

Aktor Terbaik

Casey Affleck,  Manchester by the Sea
Andrew Garfield,  Hacksaw Ridge
Ryan Gosling,  La La Land
Viggo Mortensen,  Captain Fantastic
Denzel Washington,  Fences

Editing Suara Terbaik

Arrival
Deepwater Horizon
Hacksaw Ridge
La La Land
Sully

Mixing Suara Terbaik

Arrival
Hacksaw Ridge
Rogue One: A Star Wars Story
La La Land
13 Hours

Desain Produksi Terbaik

Arrival
Fantastic Beasts and Where to Find Them
Hail, Caesar!
La La Land
Passengers

Efek Visual Terbaik

Deepwater Horizon
Doctor Strange
The Jungle Book
Kubo and the Two Strings
Rogue One: A Star Wars Story

Desain Kostum Terbaik

Allied
Fantastic Beasts and Where to Find Them
Florence Foster Jenkins
Jackie
La La Land

Makeup dan Tata Rambut Terbaik

A Man Called Ove
Star Trek Beyond
Suicide Squad

Score Orisinal Terbaik

Jackie
La La Land
Lion
Moonlight
Passengers

Lagu Orisinal Terbaik

"Audition (The Fools who Dream),"  La La Land "
Can't Stop the Feeling,"  Trolls
"City of Stars,"  La La Land
"The Empty Chair,"  Jim: the James Foley Story
"How Far I'll Go,"  Moana

Skenario Orisinal Terbaik

Hell or High Water
La La Land
The Lobster
Manchester by the Sea
20th Century Women

Skenario Adaptasi Terbaik

Arrival
Fences
Hidden Figures
Lion
Moonlight

Film Animasi Terbaik

Kubo and the Two Strings
Moana
My Life as a Zucchini
The Red Turtle
Zootopia

Film Animasi Pendek Terbaik

Blind Vaysha
Borrowed Time
Pear Cider and Cigarettes
Pearl Piper

Aktris Pendukung Terbaik

Viola Davis,  Fences
Naomie Harris,  Moonlight
Nicole Kidman,  Lion
Octavia Spencer,  Hidden Figures
Michelle Williams,  Manchester by the Sea

Editing Terbaik

Arrival
Hacksaw Ridge
Hell or High Water
La La Land
Moonlight

Aktris Utama Terbaik

Isabelle Huppert,  Elle
Ruth Negga,  Loving
Natalie Portman,  Jackie
Emma Stone,  La La Land
Meryl Streep,  Florence Foster Jenkins

Sutradara Terbaik

Denis Villenueve,  Arrival
Mel Gibson,  Hacksaw Ridge
Damien Chazelle,  La La Land
Kenneth Lonergan, Manchester by the Sea
Barry Jenkins,  Moonlight

Film Terbaik

Arrival
Fences
Hacksaw Ridge
Hell or High Water
Hidden Figures
La La Land
Lion
Manchester by the Sea
Moonlight