Music

Dialah Sosok Perempuan di Balik Deretan Lagu Pop Hits Kekinian Dunia

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey.

Saya tidak pernah mendengar nama Laura Sisk sebelum saya mewawancarai Tom Krell, yang juga dikenal sebagai How To Dress Well, musim panas lalu. Ketika tengah mendiskusikan album barunya saat itu, Care, Krell mengatakan ke saya tentang niatnya bekerja sama dengan Jack Antonoff (Bleachers, fun.) di sebuah lagu pop berjudul “I Was Terrible.” Setelah itu dia bertanya, “Udah pernah denger Laura Sisk?” dan memberi tahu saya bahwa dialah yang memproduksi vokal Krell di lagu tersebut. “Dia orangnya asik, lucu, dan tenang, gak kayak banyak sound engineer lain yang biasanya cowok-cowok pemarah yang nyebelin,” tambahnya. “Kenapa gak nulis artikel tentang dia?” tanyanya.

Videos by VICE

Kemungkinan besar anda juga belum pernah mendengar nama Laura Sisk, tapi pasti pernah mendengar hasil karyanya. Dalam 6 tahun terakhir, perempuan asal Bay Area berumur 27 tahun tersebut telah menjadi sound engineer untuk Eminem, Shakira, Sigur Rós, tUnE-yArDs, dan Big Boi. Lebih dari itu, dia merupakan sosok penting dibelakang beberapa album pop paling signifikan akhir-akhir ini: E-MO-TION milik Carly Rae Jepsen, This is Acting-nya Sia, dan yang terbaru, Melodrama besutan Lorde. Oh, jangan lupa 1989-nya Taylor Swift yang memenangkan Grammy Award pada 2016.

“Dia jago banget,” kata Jack Antonoff lewat telepon dari apartemennya di Brooklyn. Entah untuk proyek rekaman bareng Bleachers (termasuk album terbarunya, Gone Now) atau kolaborasinya bersama Lorde, Taylor Swift, Troye Sivian dan Fifth Harmony, Antonoff selalu menelpon Sisk untuk meminta bantuannya merealisasikan visi.

“Banyak orang di pekerjaan saya memiliki satu tim lengkap untuk mengerjakan hal-hal semacam ini,” jelasnya. “Tapi ketika saya bekerja dengan Laura, kami hanya berdua saya di ruangan. Selalu. Tidak ada orang lain. Dia memiliki sudut pandang yang luar biasa. Salah satu alasan kenapa musik saya sukses adalah adanya kehadiran energi perempuan di ruangan. Ini semua karena dia.”

Laura Sisk jelas perempuan yang sibuk. Akhirnya setelah berbulan-bulan mencoba, Noisey berhasil mendapatkan sedikit waktu kosong (ketika dia sedang berlibur di Eropa) dan Laura menjawab beberapa pertanyaan tentang keahliannya, bagaimana dia masuk ke dunia sound engineering, seperti apa rasanya bekerja sama dengan Lorde, gimana rasanya memenangkan Grammy dan sulitnya berada dalam industri yang didominasi laki-laki.

Noisey: Gimana ceritanya masuk ke dunia music engineering?
Laura Sisk:
Saya udah main musik dari dulu. Ketika masih sangat muda, saya mulai memainkan piano bareng orang tua dan akhirnya ikut les biar piano di rumah gak rusak. Saya mulai memainkan klarinet dan oboe di sebuah band konser di SMP dan mulai tertarik dengan musik klasikal. Saya belajar di SMA Marin School of the Arts di Northern California dan mengambil major instrumen oboe. Saya memainkan oboe dalam Marin Symphony Youth Orchestra, memiliki beberapa grup musik chamber dan bermain di band konser. Teman-teman saya dan saya mengikuti program musim panas seperti All State Honor Bands and Orchestras dan saya mulai belajar menggunakan sistem rekaman Roland di sekolah untuk merekam audisi. Ketika akhirnya beranjak kuliah, saya justru lebih menikmati proses rekaman musik daripada tampil, jadi saya berfokus di program kuliah rekaman dan akhirnya pergi ke Jacob’s School of Music di Indiana University. Kurikulum mereka banyak melibatkan praktek dan saya banyak mendapatkan pengalaman luar biasa di banyak area audio disana.

Gampang gak nyari kerjaan?
Saya sering magang pas kuliah dan mendapatkan pekerjaan setelah lulus dan pindah ke LA. Saya mulai bekerja sebagai asisten engineer, dan mulai terjun ke dalam peran engineer seiring kemampuan saya mulai diakui. Lewat pekerjaan tersebut, saya sempat bekerja sama dengan musisi keren macam Bleachers, Phantogram, Shakira dan tUnE-yArDs sebelum akhirnya memilih menjadi pekerja lepasan.

Deskripsi pekerjaan seorang engineer itu berhubungan dengan kemampuan teknis, tapi sama seperti pekerjaan lainnya, ada elemen kesuksesan yang lain: membawa energi yang positif ke dalam lingkungan kerja. Ketika anda mengerjakan album seorang musisi, selama beberapa bulan, anda akan mulai menjadi teman baik. Banyak seniman dan produser yang menjadi rekan saya hari ini adalah orang-orang yang ‘cocok’ ketika bekerja sama dan kebanyakan peluang pekerjaan saya datang dari teman-teman mereka. Lewat pekerjaan, saya membangun jaringan teman-teman dan mentor yang selama ini membantu karir. Sebagai seorang engineer, pekerjaan saya sangat berhubungan dengan produser dan musisi yang saya kerjakan. Saya sangat bersyukur pernah bekerja sama dengan produser yang memberdayakan saya untuk mendorong titik kreatif pribadi dan berkembang sebagai seorang engineer.

Awalnya kamu harus nyari kerjaan sendiri atau langsung kebanjiran order?
Ketika saya mulai bekerja di studio recording, rasanya alami aja. Di sekolah, saya mempelajari berbagai elemen audio dan salah satu kerjaan magang pertama saya itu di studio video game. Setelah itu, saya mulai mengikuti berbagai tipe magang audio, dan yang paling seru itu studio recording. Pas mulai kerja sebagai freelancer, saya butuh waktu untuk menyusun daftar klien, tapi sekarang saya memiliki daftar klien tetap yang siap menerbangkan saya kemanapun untuk mengerjakan berbagai proyek. Saya sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan produser yang sama yang kerap memberikan kesempatan untuk kerja bareng musisi kelas atas.

Sound engineers kerap tidak dihargai seperti seorang produser. Mestinya gimana nih?
Salah satu bagian dari menjadi seorang engineer adalah “behind-the-scenes,” tempat yang lumayan unik. Sebagai engineer, anda berada di tengah segalanya, menjalankan teknologi dengan mulus sambil dikelilingi oleh orang-orang kreatif yang tengah sibuk mengerjakan ide-ide. Yang membuat saya ahli dalam bidang saya adalah apa yang saya kerjakan tidak kasat mata. Di setiap sesi rekaman, selalu ada tantangan teknis yang muncul. Contohnya, mungkin studionya tidak dilengkapi peralatan yang memadai untuk merekam instrumen tertentu atau mungkin ada isu kompatibilitas antara alat rekaman dan komputer yang saya gunakan hari itu. Pekerjaan saya adalah memastikan bahwa isu teknologi tidak akan mempengaruhi sesi rekaman. Ketika musisi memiliki ide kreatif, saya harus selalu siap untuk merekam. Menjaga orang kreatif berkarya tanpa menganggu proses kreatif mereka dari sisi teknis merupakan salah satu aspek terpenting dalam pekerjaan saya. Mungkin masyarakat umum tidak terlalu ngeh soal peran saya, tapi musisi dan produser menghargai jerih payah saya dan hanya perhatian merekalah yang saya butuhkan.

Kenapa engineering masih terus menjadi industri yang didominasi oleh laki-laki?
Industri musik secara keseluruhan, dan terutama dari sisi teknis masih didominasi laki-laki. Konsumer dan pendengar musik, termasuk saya, jauh lebih bervariasi demografinya. Saya tidak tahu kenapa pelakunya gak seimbang seperti ini, tapi semoga seiring semakin banyak perhatian disorotkan ke isu ini, akan semakin banyak perempuan yang mulai bergabung.

Parah gak sih perlakuan seksis yang kerap terjadi di industri musik?
Untungnya, biasanya perlakuan seksis terjadi akibat frustrasi seksual dan bukan yang lebih parah. Orang sering berasumsi saya bukan engineer biarpun mereka menemui saya ketika saya sedang memasang-masang berbagai peralatan. Suatu hari saya muncul dan menunjukkan si asisten berbagai peralatan dalam studio terus dia bertanya, “Jadi engineer sesi ini siapa?” Banyak rekan kerja saya belum pernah bekerja dengan engineer perempuan sebelumnya. Kadang mereka langsung meminta maaf dan malu sendiri namun kadang juga saya harus merespon dengan berbagai penjelasan teknis untuk membuktikan bahwa saya memang seorang engineer sejati. Saya berharap akan melihat semakin banyak perempuan terjun ke sisi teknis produksi musik jadi orang tidak lagi akan heran melihat perempuan mengepalai konsol di ruang kontrol.

Apa kualitas utamamu sebagai seorang engineer?
Gol saya sebagai seorang engineer adalah untuk melenyapkan batasan teknis agar orang kreatif bisa mewujudkan visi mereka menjadi kenyataan. Saya benar-benar menyukai seni dan sains engineering. Saya menikmati peran yang saya mainkan dan berusaha untuk menyesuaikan kemampuan dengan kebutuhan setiap musisi dan produser. Saya selalu berusaha mengantisipasi apa yang produser dan musisi pikirkan jadi saya selalu selangkah lebih maju. Saya memastikan setiap aspek selalu siap sedia, jadi begitu ide kreatifnya datang, kita bisa langsung mulai merekam dan sang musisi berada di puncak titik kreatifnya. Saya selalu berusaha mempelajari keinginan pribadi teman-teman musisi agar kami tidak membuang-buang waktu berargumen ketika rekaman. Menurut saya penampilan seorang engineer bisa dinilai berdasarkan seberapa mulus artis rekaman bisa mewujudkan visi kreatif tanpa diinterupsi atau ditahan oleh aspek teknis. Kemampuan saya untuk melakukan hal inilah yang memisahkan saya dari engineer lain.

Album favorit karyamu apa?
Tahun ini saya mendapat kesempatan untuk bekerja dalam album kedua dua musisi yang berbeda: Bleachers dan Lorde. Setelah melewati proses ini bersama mereka, saya sadar betapa pentingnya peran album kedua dalam menetapkan identitas sang musisi. Sangat memuaskan untuk bisa menjadi bagian dari proses dimana musisi mengukuhkan diri lewat pernyataan artistik yang kuat dan penting sambil menunjukkan bahwa mereka bisa tumbuh dan berkembang seperti siapapun. Sungguh sebuah kehormatan bisa terlibat dengan kedua proyek ini dan saya bersemangat menunggu masyarakat bisa mendengar karya yang kami kerjakan bersama!

Kamu menggarap produksi album Melodrama, salah satu album terpenting tahun ini. Kok bisa dapet proyek ini?
Saya akrab bekerja sebagai engineer untuk Jack Antonoff. Dia adalah produser dan penulis lagu yang luar biasa dan ketika dia bekerja sama dengan Ella, saya diajak bergabung sebagai engineer. Salah satu bagian terkeren mengerjakan album ini adalah menyaksikan bagaimana lagu-lagu ini mulai hidup. Jack dan Ella adalah penulis lagu yang sangat jujur dan super kreatif dan rasanya menyenangkan menonton cerita atau percakapan mereka berubah menjadi lagu yang luar biasa.

Kepuasan macam apa yang kamu dapat dari mengerjakan album seperti Melodrama dan 1989, yang sudah pasti akan menjadi rilisan ngehits ketika keluar?
Memang menyenangkan ketika tahu masyarakat luas akan mendengar karyamu, tapi tidak peduli apa albumnya dan siapa senimannya, takaran jerih payah yang sama harus digunakan. Saya tahu saya menjadi tidak obyektif terhadap musik yang saya kerjakan karena saya tahu betapa banyak usaha dan pemikiran yang dicurahkan ke dalam setiap sound, instrument atau lirik. Saya bisa mengingat setiap sound yang lolos atau tidak lolos ke hasil akhir, tapi selalu ada perasaan spesial yang datang ketika anda benar-benar mencintai musik yang anda kerjakan.

Misalnya, saya kerap mendengarkan bagian dari sebuah lagu berulang-ulang ketika saya mengedit bagian tertentu. Ketika saya mengerjakan lagu “Don’t Take The Money,” milik Bleachers, biarpun saya hanya mengerjakan bagian kecil dari verse, saya harus selalu memasukkan bagian chorus soalnya nagih banget! Sensasi yang sama datang dari lagu “Supercut” milik Lorde dan “Out of the Woods.” Beberapa lagu memiliki hubungan khusus dengan anda dan sulit untuk tidak terus mengulang lagu tersebut.

Jack Antonoff menyebutmu “perempuan kreatif penting” dalam hidupnya. Kenapa sih kalian berdua cocok banget kerja bareng di studio?
Kami berdua memiliki kemampuan yang saling menopang, yang memungkinkan kami bekerja bareng atau independen secara efisien. Alur kerja kami biasanya berganti-ganti antara bekerja di ruangan yang sama atau bekerja independen dalam ruangan yang berbeda. Kami kadang mengerjakan aspek yang berbeda untuk lagu yang sama dalam ruangan berbeda. Kemampuan tag-team ini membuat pekerjaan kami selesai dengan cepat, yang tentunya sangat penting mengingat banyaknya jumlah proyek yang kami punya. Dia adalah pusat tenaga kreatif dan kami sering bercanda menyebut saya sebagai dukungan teknis. [Tertawa] Kami juga selalu bersenang-senang dalam studio dan ini bagian penting dari kesuksesan kami bekerja sama mengingat banyaknya waktu yang dihabiskan bareng. Jack adalah musisi luar biasa dan seorang produser kreatif dan handal, dan saya bangga bisa menjadi bagian dari timnya. Dari sisi pribadi, dia juga manusia yang menyenangkan dan bekerja sama dengannya sangat menginspirasi.

2015 lalu, kamu memenangkan Grammy untuk album 1989-nya Taylor Swift. Seperti apa rasanya?
Wah puas banget. Kami bekerja berjam-jam dan menumpahkan hati dan energi ke setiap lagu dan setiap sesi rekaman. Rasanya spesial bisa dikelilingi teman-teman industri pekerja keras yang menuangkan waktu untuk merayakan karya seni yang dirilis. Rasanya kehormatan untuk menang, tapi jujur, ketika Taylor dan Jack naik panggung dan membuka acara dengan salah satu lagu dari album nominasi kami, rasanya saya sudah menang.

Apakah kamu punya tips buat mereka yang ingin terjun ke dunia audio engineering?
Jangan takut membuat kesalahan. Anda belajar lebih sedikit ketika semuanya mulus, jadi hargai momen-momen penuh kesalahan dan gunakan kesempatan itu untuk mencari tahu apa yang terjadi dan jangan sampai itu terulang lagi. Ini adalah pelajaran berharga yang akan memugar identitas anda dan membantu anda mempercayai diri sendiri bahwa anda bisa menghadapi segalanya.

Follow Cam Lindsay di Twitter.

Thank for your puchase!
You have successfully purchased.