Kartel Narkoba

Kartel Sinaloa Pakai Keahlian Bangun Terowongan Penjara Buat Bebaskan Bandar Serbia

Terowongan sepanjang 182 meter itu dibangun dalam waktu singkat, membebaskan bandar dari penjara di Peru. Bisa jadi mereka mulai menawarkan jasa sampingan membebaskan napi.
16.12.20
Kartel Sinaloa Pakai Keahlian Bangun Terowongan Penjara Buat Bebaskan Bandar Serbia
Terowongan yang dibangun Kartel Sinaloa untuk membebaskan pengedar Ser. Photo by STR/AFP via Getty Images. 

Tidak ada kartel di dunia ini yang memiliki keahlian dan infrastruktur membebaskan narapidana pakai metode terowongan sehebat jaringan Sinaloa Meksiko. Kartel kesohor itu mulai melebarkan sayap, membangun terowongan serupa di luar negara mereka, ketika membebaskan seorang bandar narkoba dari Lapas Castro di pinggiran Ibu Kota Peru.

Iklan

Napi yang dibantu kabur pakai terowongan itu adalah warga negara Serbia bernama Zoran Jakšić. Dia ditangkap dan diadili di Peru tahun lalu, karena terbukti menjadi bos jaringan narkoba lintas benua, dan punya julukan “manusia dengan 40 identitas”.

Zoran adalah sosok tinggi besar dengan kepala botak, yang divonis 25 tahun penjara oleh Pengadilan Ibu kota Lima. Dia menjadi ketua jaringan Grupo América, sayap kartel untuk pasar Eropa yang memang diketahui berafiliasi dengan Joaquin “El Chapo” Guzmán dan Ismael “El Mayo” Zambada, dedengkot Kartel Sinaloa.

Polisi menangkap Zoran pada 2016 dalam operasi gabungan karena coba mengimpor 1 ton kokain, lalu ditahan di Lapas Piedras Gordas. Namun, beberapa bulan setelah divonis dan dipindah ke Lapas Castro yang lebih dekat Ibu Kota Lima, dia tiba-tiba menghilang dari selnya. Lapas Castro terkenal sangat padat, namun pengamanan cukup ketat, sehingga kaburnya tahanan ini mengejutkan otoritas keamanan setempat.

Setelah investigasi berbulan-bulan, cara Zoran kabur akhirnya diungkap aparat pada 7 Desember 2020. Polisi memastikan sel sang bandar Serbia memiliki lubang 121 meter yang terhubung dengan terowongan kecil menuju perumahan kawasan di luar lapas. Terowongan sepanjang 182 meter itu menurut polisi dibangun dengan cepat, tak sampai satu bulan.

Sipir mengaku tidak terlalu curiga dengan gerak-gerik sang bandar Serbia, lantaran dia saban hari sejak dipindah ke Lapas Castro bertugas menyiapkan makanan untuk tahanan di satu selnya. Petugas menduga info pemindahan Zoran ke Lapas Castro bocor, sehingga anggota kartel Sinaloa mampu melakukan operasi penggalian terowongan.

GettyImages-1230036270.jpg

Penyidik kepolisian Peru memeriksa pipa oksigen yang disalurkan di terowongan untuk membebaskan bandar Serbia. Foto oleh Stringer/AFP via Getty Images.

Kartel Sinaloa sudah punya reputasi dua kali sukses membebaskan bos mereka sendiri, El Chapo Guzman, pakai metode membangun terowongan sepanjang nyaris dua kilometer. El Chapo akhirnya tertangkap dua tahun lalu, kemudian diekstradisi ke Amerika Serikat dan dijatuhi penjara seumur hidup. Bahkan terowongan El Chapo dulu dilengkapi aliran listrik, sepeda motor, serta sistem pompa untuk memastikan ada cukup oksigen.

Kali ini, dalam operasi pembangunan terowongan di Peru, tim kartel Sinaloa diperkirakan mengerahkan empat orang yang kerja bergantian siang-malam, demi menghindari suara berisik yang bisa mengundang kecurigaan warga.

Iklan

Penggalian tidak melibatkan alat berat sama sekali. Tapi, ada saksi dari warga sipil, yang mengaku melihat beberapa orang mondar-mandir pakai seragam khas pekerja konstruksi, yang membuang puing dan tanah ke truk yang sudah siaga dekat lokasi bibir terowongan.

GettyImages-1230036287.jpg

Ini situasi bibir terowongan yang dibangun kartel Sinaloa untuk membebaskan rekan mereka pengedar asal Serbia. Foto oleh stringer/AFP via Getty Images.

Kepala Departemen Penjara Peru, Silva Hasembank, berjanji memperketat pengawasan di lapas penting, sehingga tidak kecolongan lagi seperti ini. “Kami juga akan memperkuat pengerahan agen intelijen lapangan, sehingga situasi memalukan seperti di Lapas Castro dapat dihindari di masa depan,” ujarnya saat menggelar jumpa pers.

Peru merupakan produsen kokain terbesar kedua di dunia setelah Kolombia. Panen kokain sepanjang 2019, menurut catatan kepolisian, mencapai 715 ton. Bahkan, beberapa kali ekspor kokain Peru mengalahkan negara tetangganya. Alhasil, wajar bila banyak kartel punya cabang operasi di Peru.

Kokain Peru paling banyak diedarkan ke benua lain, karena lokasinya lebih strategis dibanding Kolombia yang fokus memasok kebutuhan narkoba Amerika Utara. Kokain dari Peru biasanya menuju Brasil, Moskow, Sydney, serta kota-kota Eropa Timur. Itu sebabnya pengedar dari jaringan Eropa seperti Zoran sering mondar-mandir ke Peru.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News