The VICE Guide to Right Now

Jakarta Kembali Masuk 10 Besar Kota Termacet Sedunia, Walau Tak Separah Kota-Kota India

Bengaluru kembali bertengger di urutan satu. Tiga kota lainnya di India juga termasuk dalam 10 kota termacet di dunia.
SJ
Mumbai, IN
31.1.20
Jakarta Kembali Masuk 10 Besar Kota Termacet Sedunia, Walau Tak Separah Kota-Kota India
Foto kemacetan di India via Satvik Shahapur / Pexels

Kalau jalan-jalan ke Bengaluru, kalian pasti sepakat Kota Taman ini macet banget. Bahkan lebih parah daripada Jakarta yang berada di peringkat 10. Frasa “tua di jalan” juga berlaku di sini. Dan kini, laporan global membenarkan lalu lintas Bengaluru memang yang terburuk di dunia. Lembaga kajian teknologi geolokasi TomTom belum lama merilis TomTom Traffic Index, laporan yang merinci situasi lalu lintas di 416 kota dari 57 negara. Hasilnya menunjukkan empat dari 10 kota termacet di dunia ada di India, yang mencakup Bengaluru, Delhi, Mumbai dan Pune.

1580367047424-TomTom-Traffic-Index

Sumber foto via TomTom

Bengaluru menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan lalu lintas terburuk. Kemacetannya setinggi 71 persen, dengan hari paling padat pada 20 Agustus 2019 yang mencapai 103 persen. Laporannya juga memperkirakan warga Bengaluru menghabiskan sekitar 243 jam atau 10 hari dan tiga jam terjebak dalam kemacetan. Jumlah waktu itu seharusnya bisa digunakan untuk menonton 139 pertandingan sepakbola. Lebih lanjut, TomTom menguraikan pukul 7-8 malam adalah waktu terbaik menghindari kemacetan.

Manila menyusul Bengaluru di peringkat kedua. Ibu kota Filipina juga memiliki tingkat kemacetan 71 persen. Sementara itu, Bogota di Kolombia adalah kota termacet ketiga di dunia. Pune dan Mumbai menyusul di urutan keempat dan kelima, sedangkan Delhi berada di posisi kedelapan. Tingkat kemacetan Mumbai 65 persen, dengan waktu 209 jam yang dihabiskan di jalanan.

Pune berada dalam tingkat 59 persen dengan waktu terbuang sebesar 193 jam. Delhi memiliki jumlah penggunaan mobil tertinggi di India, tapi tingkat kemacetannya ‘hanya’ 56 persen. Hal ini mungkin disebabkan oleh kondisi jalanan yang lebih bagus.

TomTom menghitung baseline masing-masing kota dengan menganalisis waktu perjalanan semua kendaraan di seluruh kerangka jalan yang direkam 24 jam penuh setiap hari selama 365 hari. Laporan dari perusahaan navigasi dan pemetaan Belanda mengurutkan kota-kota termacet dengan rata-rata waktu ditambahkan ke perjalanan, termasuk informasi lalu lintas paling padat dan lengang, serta seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk lepas dari kemacetan.

Follow Shamani Joshi di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE INDIA.