Pandemi Corona

Hasil Eksperimen Konser Saat Pandemi di Barcelona: Tak Terjadi Penularan Covid-19

Mekanisme konser ini bisa jadi rujukan EO-EO di seluruh dunia. Ribuan pengunjung tetap wajib pakai masker, dites berulang, meski tak perlu menjaga jarak.
29.4.21
Tak Terjadi Penularan Covid-19 dari Eksperimen Konser saat pandemi di Barcelona
Pelaksanaan konser eksperimental di Barcelona, Spanyol, untuk melihat kemungkinan penularan Covid dalam kumpulan massa. Foto oleh LLUIS GENE / AFP

Peneliti mengumumkan hasil eksperimen konser yang sengaja melibatkan ribuan sukarelawan saat pandemi di Barcelona, Spanyol, pada Maret 2021. Disimpulkan bahwa metode pemilahan penonton sebelum dan sesudah konser tidak menimbulkan penularan Covid-19, atau malah memicu munculnya klaster kasus baru. Dengan demikian, template penyelenggaraan konser di Barcelona bisa menjadi acuan event organizer di seluruh dunia, bila ingin menggelar acara yang melibatkan massa.

Dalam eksperimen di Barcelona, sebanyak 5.000 orang diajak berpartisipasi untuk menguji mekanisme tes Covid real time yang hasilnya langsung muncul hari itu juga. Sepulang konser, tiap pengunjung kembali dites serta dimonitor kondisinya selama 14 hari. Dari seluruh peserta, musisi yang terlibat, hingga panitia, ada enam orang yang tertular virus Sars Cov-2, tapi penyebabnya dipastikan bukan dari arena konser.

Konser tersebut digelar di arena Palau Sant Jordi, menampilkan bintang tamu band indie rock ‘Love of Lesbian’. Tidak seperti konser pada umumnya, proses masuk bagi calon pengunjung amat berlapis. Mereka dites dua kali, dan hanya diperbolehkan masuk bila hasilnya negatif dan suhu tubuhnya normal. Uniknya, peneliti sengaja membolehkan orang tak menjaga jarak maupun berjoget bersama, asal tetap pakai masker.

“Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa penularan yang dialami enam sukarelawan terjadi saat konser digelar,” kata Josep Maria Llibre, epidemiolog yang menjadi salah satu anggota tim peneliti, dalam jumpa pers pada 27 April 2021.

Kabar baik lainya, setelah enam orang yang tertular Covid diperiksa, mereka hanya mengalami gejala ringan sehingga tak perlu masuk RS. Praktisi EO yang terlibat eksprimen ini, ⁣Jordi Herreruela, menilai mekanisme berlapis yang mereka pakai bisa menjadi acuan penyelenggara konser atau acara massal lain.

“Akhirnya muncul cahaya di ujung terowongan gelap yang kami alami sejak pandemi,” ujarnya.

Konser eksperimen di Barcelona adalah acara pengumpulan massa terbesar di Eropa sejak pandemi tahun lalu. Eksperimen serupa digelar di Belanda, juga pada Maret, melibatkan 1.500 orang.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE World News