Masa Indah Ospek

Membayangkan Skenario Ospek Online yang Diberlakukan Beberapa Kampus Akibat Pandemi

UGM dan ITS memutuskan ospek dilakukan daring untuk 2020. Rasanya enggak akan ada lagi kakak tingkat sok galak teriak "Kalian capek? Kami lebih capek!"
20.5.20
Ospek Online UGM ITS diberlakukan untuk maba tahun ajaran 2020
Pelaksanaan Ospek mahasiswa baru UGM pada 2017. Foto oleh Ahmad Suryo Pranoto/Flickr/domain publik

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono, serta Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Ashari kompak memastikan akan ada protokol penyambutan mahasiswa baru secara daring, memasuki tahun ajaran baru juli 2020. Alasannya, pandemi corona di Tanah Air belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda.

Selain aktivitas belajar-mengajar, kegiatan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB), atau orang lawas menyebutnya ospek, juga dirancang serupa.

Panut mengonfirmasi wacana ini dan tengah menyiapkan materi pengenalan kampus secara daring. Materi belum final, namun masih akan melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai panitianya.

"PPSMB/pengenalan kampus dirancang dilakukan secara daring. Materi dan keterlibatan BEM seperti tahun lalu. Tetapi, ini sedang kami formulasikan ulang jika PPSMB dilakukan secara daring,” kata Panut saat dikonfirmasi Medcom.

Perkara corona juga memaksa UGM mempersiapkan skenario perubahan kalender akademik, dengan kemungkinan jadwal perkuliahan mundur satu minggu sampai sebulan. "Untuk hal-hal yang [harus] memerlukan pertemuan darat, dilakukan dengan mengikuti protokol Covid-19," tambah Panut.

Tentu menarik membayangkan ospek dilakukan secara daring. Untuk materi pengenalan kampus, konsep webinar bisa jadi solusi. Atribut kebodohan macam topi caping bisa digantikan menjadi kewajiban masang latar gambar aplikasi Zoom yang aneh-aneh.

Iklan

Flashmob sombong-sombongan membentuk logo atau peta Indonesia yang difoto menggunakan drone, bisa diganti kreasi meses di roti tawar. Cuma satu hal yang rasanya sulit tergantikan dari ospek langsung, yakni kakak tingkat hobi bentak-bentak yang tergabung dalam Komisi Disiplin.

Terkait hal ini, imajinasi netizen sungguh liar. Apa jadinya kegiatan membentak maba sebagai unjuk senioritas kalau dilakukan tanpa tatap muka? Paling pertama, kakak komdis masih bisa marah-marah perkara sinyal jelek.

Bisa juga, gara-gara alasan sinyal jelek itu, komdis kemudian marah-marah dengan argumen penuh solidaritas khas prinsip gotong royong yang senantiasa ditanamkan pada para maba.

Tentu saja bakalan ada kakak komdis gaptek yang marah-marah karena kesalahannya sendiri.

Kabar baiknya, tren konsep virtual photoshoot akan semakin berkembang karena para panitia ospek bagian dokumentasi dipaksa menerapkan teknik tangkapan layar versi candid yang estetik.

Selucu apa pun kita ngebayangin komdis marah-marah secara daring, ospek virtual jelas akan bikin mereka lebih kalem. Soalnya, kalau sampai ada maba yang ngerekam kakak tingkat marah-marah karena alasan bodoh dan mengunggahnya, sang komdis akan menanggung malu karena hujatan netizen siap menanti.

Minimal, untuk sementara kita bisa bilang, "Selamat datang di normal yang baru. Sampai jumpa perpeloncoan enggak mutu."