Makanan

Pengunjung Restoran di Tiongkok Harus Timbang Badan Sebelum Pesan Makanan

Pihak restoran yang viral ini berkilah ingin mengurangi limbah makanan. Kalau bobotmu di kisaran 40 kg, cuma boleh pesan satu jenis makanan.
19.8.20
Masakan Cina Prasmanan
Foto ilustrasi: Karin Henseler / Pixabay 

Bayangkan bagaimana perasaanmu ketika kalian sudah tidak sabar menyantap makanan favorit di luar, tapi malah disuruh timbang badan sebelum memesan. Sudah gitu kalian tidak bisa pesan sesuka hati karena harus disesuaikan dengan berat badan. Pasti enek banget, kan? Mungkin seperti itulah yang dirasakan pengunjung restoran serba daging ini.

Restoran Chuiyan Fried Beef di Kota Changsha, Tiongkok, meminta pengunjung menimbang berat badan dan mencatatnya pada sebuah aplikasi yang akan menentukan menu berdasarkan nilai gizi dan kalori makanannya.

Dilansir South China Morning Post, pengunjung perempuan dengan berat kurang dari 40 kg tidak diizinkan memesan lebih dari dua makanan, sedangkan pengunjung laki-laki yang beratnya berkisar antara 70-80 kg diperbolehkan memesan hingga tiga makanan.

BBC News mengungkapkan di dalam restoran, terpampang papan bertuliskan, “Jadilah pengunjung cerdas, Budayakan menghabiskan makanan.”

Iklan

Netizen Tionghoa di platform media sosial Weibo menolak keras peraturan yang dimulai pada 14 Agustus ini. Berdasarkan laporan AFP, tagar penolakannya telah dilihat lebih dari 300 juta kali.

Keesokan harinya, pihak restoran menyampaikan permintaan maaf lewat akun resmi Weibo. Mereka menegaskan pengunjung tidak dipaksa menimbang badan. Mereka juga memberi tahu The Beijing News, bobotnya tidak ditampilkan pada timbangan dan langsung dikirim ke ponsel. Pihak restoran melakukan ini sebagai upaya mendukung kampanye mengurangi limbah makanan.

Pekan lalu, Presiden Xi Jinping mengatakan Tiongkok menghadapi masalah sampah makanan yang serius, sehingga negara harus segera mengambil langkah untuk “menghindari terjadinya krisis keamanan pangan”. Ini bisa terjadi karena harga makanan naik akibat pandemi COVID-19 dan bencana banjir.

Ada banyak cara lain yang diadopsi pelaku industri makanan agar makanan tidak terbuang sia-sia. Menurut AFP, sejumlah restoran meminta pengunjung untuk memesan makanan lebih sedikit dari jumlah orang pada satu meja.

Sementara itu, pemerintah memperingatkan konten kreator dampak negatif video mukbang bagi keamanan pangan. Aplikasi Douyin, TikTok-nya Tiongkok, bahkan akan menyebarluaskan pesan pentingnya “makan secukupnya” kepada semua pengguna yang mencari video semacam ini.

Follow Miran di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Asia.