Tiongkok terbukti tidak transparan soal ancaman yang ditimbulkan COVID-19. Pekan lalu, bocoran dokumen mengungkapkan pemerintah baru mengumumkan virusnya dapat ditularkan antar manusia seminggu setelah mengetahuinya. Kemudian pada 17 April, pejabat kesehatan Tiongkok membeberkan total kematian di Wuhan lebih banyak daripada yang dilaporkan. Setelah direvisi, jumlahnya melonjak hingga hampir 50 persen.Di sana, laporan warga setempat seputar wabah virus corona jauh lebih diandalkan daripada pemberitaan di media massa karena tidak ada yang ditutup-tutupi.Mantan pengacara HAM, Chen Qiushi, mengunjungi Wuhan sebelum kota ini diisolasi pada Februari. Lelaki 34 tahun itu berhasil mendapatkan akses ke rumah sakit, rumah duka, dan pasar tempat virus pertama kali menyebar.Video-videonya mempertontonkan tenaga medis yang mengeluh alat tes tidak memadai dan kekurangan APD, serta pengakuan sopir taksi yang sudah mengetahui wabah sejak pertengahan Desember.Aksi Chen berisiko tinggi. Dia ditahan pihak berwenang Tiongkok, dan belum terdengar kabarnya sejak 6 Februari. "Saya mohon untuk semuanya, terutama yang di Wuhan, tolong bantu cari keberadaan Qiushi," pinta sang ibu dalam video.Otoritas Tiongkok mengklaim Chen "baik-baik saja" dan sedang "dikarantina".Tiongkok menyensor segala kritikan yang diarahkan kepada mereka. Tak hanya itu, polisi juga menangkap semua penyebar "rumor" tentang wabah. Li Wenliang, dokter mata yang pertama kali mengungkapkan virus corona, didesak polisi untuk tidak “menyebarkan berita palsu”. Setelah dokter Li meninggal akibat COVID-19, pemerintah gencar menghapus semua postingan yang mengenang jasanya.Sejak itu, tak sedikit jurnalis dan warga yang hilang karena mengungkapkan kebenaran.Dari kamar hotelnya, Chen berbicara di depan kamera: "Saya takut. Virus ada di depan mata saya, sedangkan penegak hukum Tiongkok mengintai dari belakang. Tapi saya harus tetap semangat. Saya akan terus melaporkan kondisi terkini jika bisa bertahan hidup di sini."Aksi Chen sangat berani, dan videonya mengkronologikan masa-masa awal penyebaran sebelum berubah menjadi pandemik.Simak dokumenter VICE soal profil Chen di tautan awal artikel.Artikel ini pertama kali tayang di VICE News
Iklan
