Epidemi Coronavirus

Guru Besar UIN Surabaya Yakin Ruqyah Efektif Sembuhkan Pasien Virus Corona

Di Indonesia, tampaknya ruqyah akan selalu jadi solusi untuk semua masalah kesehatan tubuh maupun jiwa. Ucapan Ahmad Zahro itu segera memicu kontroversi.
6.2.20
Guru Besar UIN Surabaya Ahmad Zahro Yakin Virus Corona Bisa Disembuhkan Pakai Ruqyah
Kolase oleh VICE. Ilustrasi pengobatan alternatif [kiri] via Wikimedia Commons; penampakan virus corona baru di mikroskop via Wikimedia Commons/domain publik

Makin ke sini, ruqyah makin mirip seperti teh hangat dikasih jeruk nipis. Apa pun penyakitnya, kita semua disuruh yakin obatnya ya cuma satu itu. Terbaru, Prof. Dr. Ahmad Zahro yang notabene guru besar Ilmu Fikih di UIN Sunan Ampel Surabaya mencoba berkontribusi pada isu-isu medis internasional terkini lewat pendekatan ini. Dalam ceramahnya, ia yakin virus corona bisa disembuhkan pake ruqyah.

"Mengenai penyembuhan virus corona ini saya lebih yakin lebih mudah dengan terapi ruqyah daripada pengobatan medis. Kita tak boleh sombong, tapi juga tidak boleh terlalu takut. Kita lebih yakin semua urusan diserahkan kepada Allah. Yang penting kita berbaik sangka kepada Allah," kata Ahmad Zahro dilansir Sindonews.

Selain bisa menyembuhkan, Ahmad Zahro mendorong gaya hidup berbasis agama sebagai pencegah virus mematikan ini datang. Ahmad menyatakan, virus corona tidak akan menyerang mukmin yang saleh, taat beribadah, zikir, dan mengikuti Sunnah Rasul dalam aktivitas hidupnya.

"Hampir semua penyakit terjadi itu karena adanya keterlibatan setan, termasuk virus corona. Ini perspektif spiritual, soal percaya enggak percaya tidak apa-apa. Mengenai virus corona ini kita tidak menyalahkan siapa pun. Tapi yang pasti penyakit corona ini berasal dari makanan haram," ujar Zahro.

Iklan

Pernyataan doi jelas bikin kita penasaran dong. Secara teknis, gimana caranya proses ruqyah yang jelas-jelas bersentuhan dengan pasien malah menyembuhkan? Apa enggak khawatir ketularan? Enggak berselang lama, pertanyaan ini segera saya lupakan karena cukup menghabiskan waktu. Sampai saat ini sang kiai masih belum bisa membuktikan teorinya mengingat belum ada pasien virus corona di Indonesia.

Sebenarnya, virus corona bukan enggak bisa disembuhin. Pasien dengan imunitas baik, berusia relatif muda, dan tidak punya penyakit bawaan bepeluang besar disembuhkan. Tingkat mortalitas virus corona di angka 2 persen yang artinya, dari 100 pasien, 98 orang bisa sembuh. Otoritas kesehatan Thailand bahkan mengklaim bisa menyembuhkan dalam waktu 48 jam saja.

Di Indonesia, ruqyah entah gimana ceritanya dipercaya punya khasiat kayak Pegadaian, menyelesaikan masalah tanpa masalah. Dari masalah anak nakal, kecanduan narkoba, terlalu gemar budaya Korea, hingga homoseksualitas, ruqyah jawabannya. Kayak yang dilakukan eks-Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pada Januari 2018.

“Dalam pengertian dia [LGBT] disembuhkan. Sebab, itu bisa disembuhkan. Ada pendekatan hormon, ada pendekatan agama: diruqyah. Dalam rangka pengobatan dan penyembuhan, kita juga bisa mengajak orang mulai berpikir rasional," ujar Fahri dikutip iNews. Mau ngajakin berpikir rasional tapi enggak mau percaya penelitian yang bilang LGBT bukan penyakit, gimana sih logikanya, Pak?

Predikat Duta Besar Ruqyah sebagai solusi segala penyakit baru saja jatuh ke tangan Ningsih Tinampi, seorang tabib supranatural asal Pasuruan. Hampir setiap hari ia mengobati ratusan pasien lewat pendekatan supranaturalnya. Cerita Bu Ningsih belajar ilmu supranatural sebagai alternatif penyembuhan juga dramatis banget kayak di film.

"Gimana ya, Pokoknya semuanya berawal dari suamiku. Dia punya selingkuhan. Terus aku kondisinya galau banget, sedih banget. Ya begitulah. Setiap hari pergi ke dukun, satu hari bisa 6 kali, 4 kali, setiap hari. Semuanya aku lakukan gimana caranya suamiku sembuh. Karena suamiku kena guna-guna,” ujar Ningsih kepada Detik. Meski Ningsih gagal mengobati suaminya, ia dipertemukan dengan dukun sakti yang menuntun Ningsih mendapatkan ilmunya yang bikin doi kaya raya seperti sekarang.

Kegagalan cinta memang selalu memberi hikmah.