Misi Luar Angkasa

Jepang Sukses Jadi Negara Pertama Mendaratkan Robot Penjelajah di Asteroid

Misi Hayabusa 2 menjelajahi asteroid yang berjarak 321 juta kilometer dari Bumi untuk mengambil sampel di permukaannya. Misi ini melibatkan banyak robot, peluru, dan bahan peledak.
24.9.18
Sumber foto: JAXA

Pada 2014, Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) meluncurkan pesawat luar angkasa Hayabusa 2 dalam perjalanan ke Ryugu yang memakan waktu empat tahun. Ryugu adalah asteroid yang berjarak 321 kilometer dari Bumi. Pesawat luar angkasa tersebut telah mengorbit di sekitar asteroid sejak Juni lalu dan mengirimkan dua robot penjelajah ke permukaan asteroid pada Jumat pagi.

Suksesnya pendaratan rover ini menjadikan Jepang sebagai negara pertama yang berhasil mendaratkan robot bermanuver di permukaan asteroid.

Dua rover JAXA, yang bernama MINERVA-II1 A dan B, akan bergerak secara "melompat." Mereka tidak mungkin bisa menggunakan penggerak seperti roda atau crawler karena lemahnya gaya gravitasi di Ryugu.

Rover beroda akan langsung melayang ketika mulai bergerak. Menurut JAXA, robot akan melayang selama 15 menit setelah melompat dan dapat bergerak sekitar 12 meter setiap lompatan.

Pesawat ruang angkasa pertama kali mendarat di permukaan asteroid pada 2001 ketika misi NEAR dari NASA mendarat di Eros. Sejak itu, beberapa misi telah dikirimkan ke asteroid dan komet, tetapi tidak ada satupun yang bisa bergerak setelah mendarat.

Ada 17 kamera yang terpasang di kedua robot tersebut. Kamera ini nantinya akan digunakan untuk menghasilkan gambar stereo dari permukaan Ryugu. Kemudian, misi Hayabusa 2 akan mengirim rover MINERVA-II ketiga ke permukaan asteroid. Mereka juga akan meluncurkan robot MASCOT yang dirancang oleh Jerman dan Prancis.

Sebelum Hayabusa 2 meninggalkan asteroid, pesawat akan terbang di dekat permukaan dengan horn sampling dan menembakkan peluru kecil ke asteroid untuk mengumpulkan partikel yang keluar setelah tembakan. Untuk mendapatkan sampel asteroid yang lebih dalam, pesawat juga akan menjatuhkan bahan peledak ke permukaan.

Kameranya akan merekam ledakannya. Pesawat luar angkasa ini akan menunggu selama dua minggu sampai puing-puing ledakannya mengendap. Robot akan turun ke kawah ledakan, mengambil sampel dan pulang ke bumi.

Hayabusa 2 diperkirakan akan kembali ke Jepang akhir 2020.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard