Halloween

Deretan Lagu-Lagu Indonesia Seram Untuk Menemani Halloween-Mu

Udah pernah denger lagu Kereta Malam dari Franky and Jane? atau Rintihan Kuntilanak dari the Panas Dalam? Lingsir Wengi? Kalau belum, coba dengerin ya nanti malem sebelum tidur.
Ilustrasi oleh Diedra Cavina

Gue inget pengalaman pertama kali agak ketakutan pas dengerin musik. Pas kelas 2 SMP, gue minjem kaset Marilyn Manson temen. Gak tau apakah musiknya yang gelap dan kerasa 'jahat', pembawaan vokalnya yang kayak setan, atau liriknya yang aneh dan bikin dahi mengkerut, yang pasti itu pertama kalinya gue berasa enggak nyaman dengerin musik di kamar sendiri—ya biarpun mungkin karena sebelum itu gue dengerinnya Green Day sama Sheila On 7 aja.

Iklan

Setelah gue lebih tua, gue sadar ternyata Indonesia juga punya banyak lagu serem, dan ini sebetulnya gak mengherankan mengingat elemen mistis dan supernatural masih lumayan kental di budaya kita. Entah itu musiknya, liriknya, pembawaannya, atau cerita dan fenomena tersendiri yang menaungi lagu itu.

Berhubung sekarang perayaan Halloween, kayaknya seru mencoba menggali lagu-lagu kita sendiri yang bisa bikin bulu kuduk merinding dan cocok didengarkan pas Halloween.

Franky and Jane – Perjalanan

Kalau lo nyari contoh lagu yang bisa bawa lo ke dunia lain, inilah contoh terbaik. Cobalah luangkan waktu denger lagu ini dengan seksama. Pasang laptop di mode sleep dan handphone di mode airplane biar gak banyak distraksi. Atau dengerin pas malem sebelum tidur pas semua lampu udah mati. Itu pasti lebih seru.

Perjalanan udah bikin merinding sejak detik pertama, ketika terdengar suara mesin kereta pelan-pelan menggerakkan gerbong. Ketika vokal Jane masuk menyanyikan "…dengan kereta malam, ku pulang sendiri…" baru tuh efek angkernya kriyep-kriyep merasuk, pelan tapi pasti. Artikulasi Jane yang baik bikin kita mau tak mau mendengarkan liriknya. Ternyata dia sedang cerita soal ketemu ibu-ibu di kereta, lalu si ibu-ibu itu bilang si Jane mirip sama anaknya yang udah meninggal. Fak. Semoga kamu bisa bertahan sampai reffrain.

Sangkakala - Hotel Berhala

Gue yakin sebetulnya Sangkakala enggak punya pretensi bikin lagu serem saat nulis Hotel Berhala. Pertama karena Sangkakala adalah band hair metal hura-hura yang lebih sering bikin ngakak daripada bikin merinding. Kedua, lirik lagu ini kan sebenarnya tentang manusia yang terlalu mendewakan materi atau gampangnya kehidupan duniawi.

Iklan

Tapi, kalau disimak lebih seksama, inilah lagu paling kelam dari Sangkakala. Soundnya lebih gelap dan nyerempet New Wave of British Heavy Metal daripada terang benderang dan ngepop ala hair metal. Udah gitu, tamsil-tamsilnya mirip film-film sexploitation dan horor lokal tahun 80-an. Ini misalnya, t elanjang merangsang penuh sulam silikon/ Diekspos bombastis, diarak berdarah! Atau ini Menjulur lidah bara nafsu belaka/Bersangkarkan kaca disembah di plaza/ Secantik Miyabi, sebebal Soeharto.

Makanya, begitu Blangkon menyanyikan chorus lagu ini " Selamat datang di Plaza Berhala/Terlengkap dan paling memuaskan/Gratis langsung pakai asal menyembah….berhala," sontak Hotel Berhala berubah jadi lagu tentang hotel pesugihan antah berantah.

Lingsir Wengi

Ini lagu kacau banget. Coba dengerin aja deh sendiri. Gue ngomong apa juga percuma karena keangkeran lagu ini tak tergambarkan oleh kata-kata. Apalagi konon lagu ini dimainin buat manggil kuntilanak.

The Panas Dalam - Rintihan Kuntilanak


Sebenarnya Rintihan Kuntilanak diniatkan buat jadi lagu romantis. The Panas Dalam, kolektif musisi absurd dari Bandung, lebih dikenal sebagai band komedi. Namun, khusus di lagu ini, surayah Pidi Baiq—pencipta lirik sekaligus imam besar Panas Dalam—melucu dengan cara teramat nyeleneh, sehingga efek mendengarkannya bukan humor tapi bulu halus tengkuk yang berdiri. Liriknya sih sederhana. Kuntilanak nangkring di atas pohon, berharap sang kekasih segera menyusulnya ke alam gaib. Ajakan sang kuntilanak di reffrain, dinyanyikan vokalis tamu Panas Dalam, sangat-sangat menakutkan. "Ayo mati bunuh diri, agar kita jumpa lagi, seperti dulu." Lagu yang seharusnya lucu ini akan menghantuimu kapanpun kau mendengarnya.

Iklan

Innalillahi - Bisikan Arwah Penasaran

'Innalillahi Wa'inna ilaihi Raji'un 666' begitu caption yang menemani video YouTube lagu ini. Kurang badass apa coba? Memainkan semacam simfoni black metal—atau menurut akun pengunggah video 'theatrical spirit metal'—Innalillahi membawakan musik metal moody dengan jeritan vokal angker yang terdengar seperti teriakan iblis menemani upacara penguburan. Simak video-video manggung mereka juga yang menampilkan dandanan penuh corpse paint dan penampilan pocong di atas panggung untuk mendapatkan efek kengerian yang hakiki. Saking seremnya kadang malah jadi lucu.

Sarana - Onism

'Onism' yang hanya berdurasi 2:21 tidak hanya keras dan memekakkan telinga, tapi juga terdengar seperti suara jeritan mesin elektronik yang kerasukan. Sarana, trio noise asal Samarinda berhasil menciptakan bebunyian yang cocok mendampingi adegan seseorang yang mulai kehilangan akal sehatnya (bayangin filmnya David Lynch). Disarankan enggak dengerin pake speaker, tapi pake headphone.

Gaby - Tinggal Kenangan

Sebenernya gak ada yang istimewa dari lagu Gaby. Lirik, melodi vokal, pilihan akor, dan progresi semua super standar. Tapi, di tahun 2007-2008 dulu, lagu ini bisa sangat terkenal. Kenapa coba? Semua gara-gara acara gosip di tivi. Zaman itu youtube mah masih start-up. Twitter baru mulai terkenal dan Facebook baru jadi tempat nampung curhat, belum jadi alat propaganda politik kayak sekarang.

Nah, di zaman kayak itu, acara-acara gosip, apalagi yang ratingnya tinggi kayak silet dan cek n ricek, punya pengaruh sangat besar menginseminasi informasi pada khalayak. Di situ diomongin bahwa lagu Gaby dibikin oleh seorang perempuan yang sedih berat ditinggal cowo nya yang duluan jadi almarhum. Dia coba menuangkan kesedihannya lewat karya, jadilah lagu itu. Tapi tak berapa lama, si cewe memutuskan untuk bunuh diri biar bisa nyusulin cowonya.

Bener atau enggaknya cerita tadi sulit dikonfirmasi. Yang jelas, desas-desus menyebar lumayan luas sampe akhirnya lagu ini jadi sering diputer di radio. Trus setiap kali lagu itu diputar, selalu teringat sama desas-desus dari tivi gosip. Hmm, terus gue mikir, ngedenger suara cewenya yang rada squeaky-squeaky tapi spooky bisa jadi desas-desus itu bukan gosip. Jangan-jangan itu arwahnya ikut nyanyi!