kesehatan

Seiring Bertambahnya Usia, Menurunkan Berat Badan Sebetulnya Gak Selalu Sulit Lho

Metabolisme tubuh memang semakin melambat, makanya banyak orang merasa sulit menurunkan berat badan saat sudah kepala tiga. Berikut adalah kiat-kiat memerangi efek tersebut.
4.7.18
Jesse Morrow / Stocksy

“Metabolisme tidak melambat, oranglah yang melambat.”

Itu adalah respons yang terlalu keras dari pelatih saya, Ngo Okafor, ketika saya bertanya kepadanya apakah upaya lebih sehat akan menjadi lebih sulit bagi saya sebagai seorang yang berusia 41 tahun, daripada jika saya melakukannya lima, sepuluh, atau bahkan 15 tahun lalu. Saya seharusnya tidak terkejut. Hampir semua yang keluar dari mulut dua kali Golden Gloves Heavyweight Champion ini adalah teguran pedas soal gagasan-gagasan yang umumnya dipercaya oleh orang-orang.

Dalam dua sesi pelatihan pertama saya dengan laki-laki itu, saya telah mengumpulkan cukup banyak pengetahuan untuk menulis artikel ini. Terlebih lagi, tidaklah sulit untuk membantah “sains abal-abal” dan menemukan hasil penelitian yang telah ditinjau oleh pakar-pakar bidang (peer-reviewed) yang memperkuat pendapat Ngo.

Saya tidak membahas topik ini dalam artikel itu karena saya cukup yakin bahwa metabolisme memang melambat seiring bertambahnya usia. Saya tahu bahwa bahkan jika penelitian tampaknya membuktikan Ngo benar lagi, penelitian ini akan membutuhkan lebih banyak ruang untuk nuansa yang akan dibongkar.

Iklan

Pertama, sedikit klarifikasi: Meskipun bagi kebanyakan orang, metabolisme hanya berarti makanan mana yang menjadi bahan bakar yang kita gunakan dengan segera, atau simpan dalam bentuk lemak tubuh, definisi yang lebih luas adalah: metabolisme adalah jumlah proses kimia yang terjadi dalam organisme hidup untuk bertahan.

Dalam deskripsi luas itu, metabolisme melayani tiga tujuan utama: konversi makanan menjadi energi untuk menjalankan proses seluler; konversi makanan ke blok bangunan untuk protein, lipid, asam nukleat, beberapa karbohidrat; ditambah tentunya penghapusan limbah.

Selama seratus tahun terakhir, rata-rata orang Amerika telah hidup cukup lama dan cukup baik untuk mencatat bahwa jumlah makanan yang mereka butuhkan untuk menjadi bahan bakar di masa dewasa adalah surplus begitu mereka memasuki tahun-tahun pertengahan mereka. Metabolisme yang melambat selalu dikatakan menjadi alasan mengapa mereka mulai menyimpan lebih banyak energi—seperti lemak—daripada yang mereka gunakan untuk menjaga tubuh mereka terus berdetak, mencerna makanan, dan melakukan aktivitas yang berdasarkan latihan atau non-olahraga.


Tonton dokumenter VICE mengenai resep jamu warisan ibu dari Jawa yang membuat siapapun akan bugar:


“Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh memang melambat. Biasanya pada usia 40 kita sudah dapat melihat tanda-tanda itu,” kata Great Neck, endokrinolog asal New York. Adapun Isabela Romao menjelaskan bahwa tingkat metabolisme terutama ditentukan oleh jumlah massa otot yang kita miliki. “Kehilangan otot adalah bagian dari proses penuaan dan tingkat metabolisme yang melambat adalah akibat dari itu.”

Penulis dari penelitian tahun 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Endocrinology menyatakan bahwa jumlah lemak tubuh yang dibawa manusia mulai meningkat pada awal usia 20-an dan berlanjut hingga pertengahan 60-an, bahkan jika tidak ada peningkatan konsumsi makanan. Dengan massa otot menurun dari tahun ke tahun, energi makanan semakin banyak disimpan dan tidak segera digunakan.

Mereka mencatat bahwa sementara peningkatan ini penting, yang lebih penting adalah redistribusi lemak ke daerah perut dan organ visceral, serta infiltrasinya ke otot dan tulang. Kesimpulan penelitian tampaknya tidak mendukung pernyataan Ngo tentang masalah ini, tetapi juga menyebabkan kemunduran jalan lebih awal dari yang saya bayangkan.

Ini semua akan sangat memicu depresi kalau saja saya tidak ketemu dengan klien Ngo lainnya. Dia berpakaian modis dengan potongan kru suede keperakan dan memiliki tubuh yang proporsional seperti David Michelangelo, meskipun agak lebih berotot dengan urat mirip kabel yang mengalir di lengannya. Tapi, wajahnya agak lebih tua. Ketika Ngo mengatakan kepada saya bahwa dia sehat sampai usia 60-an, saya menuntut untuk mengetahui mengapa tingkat metabolismenya telah menghindari perlambatan yang Romao dan begitu banyak penelitian katakan tidak dapat dihindari.

Iklan

“Itu benar,” kata Ngo, menjelaskan bahwa ketika dia mulai melatih si klien beberapa tahun sebelumnya, laki-laki itu punya badan bapak-bapak. Rencana tindakan Ngo yang pertama adalah menciptakan lingkungan yang tepat untuk hipertrofi. (Hipertrofi didefinisikan sebagai pembesaran organ atau jaringan dari peningkatan ukuran sel-selnya dan biasanya diterapkan pada pembesaran otot karena otot adalah jaringan massa yang umumnya ingin kita pertahankan atau tingkatkan.) “Jadi kita mulai untuk menempatkan beberapa otot pada dirinya untuk menyalakan metabolisme, meningkatkan testosteron dan hormon pertumbuhan dalam proses, yang menyebabkan lebih banyak otot. Sekarang dia terlihat lebih baik daripada kebanyakan laki-laki berusia sepertiganya.”

Kesuksesan Ngo dalam mengembalikan jarum jam untuk kliennya dan membuatnya punya badan yang siap dipamerkan pada musim panas, dan di usia pertengahan 50-an, sangat mengejutkan saya, tetapi kemudian penelitian menunjukkan bahwa hilangnya otot yang berkaitan dengan usia—sarcopenia—dan perlambatan metabolisme bisa dibalik relatif terlambat dalam hidup.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Gerontology menunjukkan bahwa pemborosan otot di usia lanjut dapat diperbaiki melalui latihan ketahanan yang ditujukkan untuk “secara akut dan dramatis” meningkatkan laju sintesis protein otot pada laki-laki dan perempuan berusia 76 tahun dan lebih tua.

“Orang-orang kurang bergerak saat mereka semakin tua,” kata Ngo, saat kami bergantian melakukan serangkaian pull up. “Saya mengerti. Mereka bekerja keras, mereka ingin bersantai, mereka ingin menikmati diri mereka sendiri. Dan mereka didorong untuk menjadi kurang aktif. ‘Pelan-pelan, santai saja, kamu berhak kok liburan,’—tetapi itu tidak bisa dihindari; Itu maksudku.”

Di benak saya, menyerah pada otot yang berkurang dan lemak yang bertambah setiap tahun sama seperti membiarkan rumah berdebu atau mobilmu berkarat. Kalau dibiarkan, hal-hal ini pasti akan terjadi. Tetapi kalau kamu tidak suka bayangan memiliki rumah berdebu dan mobil berkarat, kita tahu persis apa yang harus dilakukan. Sama dengan tubuh kita, sebenarnya kita tahu kok harus ngapain.

Artikel ini pertama kali tayang di Tonic