Awalnya Iseng, Selebgram Jepang 89 Tahun Rutin Mengunggah Foto Diri Menakjubkan

Karir fotografi Kimiko Nishimoto yang belajar motret tanpa paham kamera, membuahkan hasil luar biasa keren. Foto-fotonya susah ditandingi fotografer dan influencer muda.
31.5.18
Screenshot via Instagram

Kimiko Nishimoto mulai rajin memotret pada tahun 2001, ketika dia berusia 72 tahun, dan sejak itu dia meniti karier yang membuat iri fotografer amatir di mana-mana. Menurut Japan Times, dia sama sekali belum pernah menyentuh kamera, sebelum ikut kursus fotografi dan pemrosesan gambar yang diajarkan oleh putra sulungnya. Anak pertamanya itu direktur seni di Yubijuku, sebuah studio desain di dekat rumahnya, Prefektur Kumamoto, Jepang.

Rupanya nasib menuntun Nishimoto—mantan penata rambut, pengendara sepeda profesional, sekaligus ibu rumah tangga—menjadi semacam anak ajaib dunia fotografi di usia senjanya. Sekarang dia 89 tahun, dan akun instagramnya memiliki lebih dari 100,000 followers dari seluruh dunia. Tak hanya itu, Nishimoto sukses menggelar pameran foto tunggal pertamanya pada tahun 2011 di Kumamoto Prefectural Museum of Art.

Bagaimana semua kejadian luar biasa ini terjadi?

“Saya hanya ingin melakukan sesuatu yang lucu,” kata Nishimoto kepada Japan Times saat diwawancara Februari lalu. “Setahu saya, hidup intinya adalah bermain-main. Saya melihat sekeliling rumah saya dan selalu menemukan hal-hal yang menyenangkan untuk difoto.”

Karya Nishimoto sebagian besarnya terdiri dari potret diri yang dipentaskan dengan cara-cara yang ganjil. Dia telah berpose sebagai banyak hal, mulai dari katak hingga beruang hingga kelinci—mengenakan kostum—dan telah memotret dirinya sendiri di dalam kantong sampah yang melayang di udara dan bergelantungan di tali jemuran.

Dia telah menggunakan motion blurs untuk memotret dirinya yang melompat di atas sapu, mengejar setan di kursi roda listriknya, dan ditabrak mobil saat dia membaca koran pagi dengan santai.

Betapa menggembirakan saat kita menelusuri karya Nishimoto, karena foto-foto itu jelas-jelas membuatnya bahagia. Karya-karyanya menunjukkan seni fotografi bisa dilakukan dan dekat dengan keseharian siapapun. Ide fotonya berangkat dari hal-hal yang kita sendiri sering membayangkannya. Para penonton hasil jepretan Nishimoto seperti ikut meyakini bisa menghasilkan karya yang sama.

Foto-fotonya sebetulnya terkait dengan kehidupan sehari-hari Nishimoto yang terlihat intim dan tidak masuk akal—kita merasa mengenalnya dan apa yang dipikirkannya. Pada usia 89, ia memiliki jenis pikiran kasar yang diasosiasikan dengan seniman yang 70 tahun lebih muda darinya. Itu jenis kecerdasan berlebihan yang tidak mungkin diajarkan siapapun.

Karya Nishimoto baru-baru ini dipamerkan Epson Imaging Gallery Epsite, yang terletak di Distrik Shinjuku. Karya-karya fotografinya juga telah dikumpulkan menjadi sebuah buku. Dia saat ini memposting foto baru ke Instagram-nya kira-kira seminggu sekali.

Nishimoto merasa hobi fotografi yang tak sengaja ditekuni ini membantunya mengatasi duka atas kematian suaminya. Dia memandangnya sebagai hobi yang akan terus dia lakoni selama sisa hidupnya.

“Kalaupun suatu saat nanti saya terbaring di tempat tidur, saya akan terus mengambil foto sambil berbaring—bahkan jika itu berarti hanya memotret langit-langit,” kata Nishimoto kepada Japan Times. Dalam wawancara itu, si nenek pun mengaku telah memotret beberapa laba-laba di langit-langit rumah. “Saya tidak akan pernah melepaskan kamera saya.”


Follow Nicole Clark di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.