Sastra dan Literasi

Cerpen Pertama Ernest Hemingway Baru Saja Ditemukan di Florida

Cerita 14 halaman yang ditulis saat ia berumur 10 tahun itu menunjukkan bahwa Hemingway sangat imajinatif dan teliti saat mengarang.
4.10.17
Foto oleh Lloyd Arnold/Hulton Archive/Getty Images

Buku catatan berusia 100 tahun berisi cerpen pertama Ernest Hemingway baru saja ditemukan di Key West, terkubur di bawah kotak amunisi dan dilupakan selama bertahun-tahun, seperti yang dilansir oleh New York Times. Hemingway menulis cerpen yang sebelumnya tak pernah diketahui keberadaannya itu saat masih berusia sepuluh tahun.

Pengamat karya-karya Hemingway Sandra Spanier dan Brewster Chamberlin menemukan cerpen pendek itu awal tahun ini. Karya terawal Hemingway ini dibikin pada 1909, ditulis dalam sebuah buku catatan anak-anak dan terselip di antara berkas-berkas yang pernah dimiliki kawan sang penulis dan supirnya, Toby Bruce. Berkas-berkas milik Bruce mencakup foto-foto dan serta surat-surat dari penulis yang namanya harum setelah menerbitkan, salah satunya, The Sun Also Rises. Yang juga ditemukan di sana adalah potongan kuncir Hemingway. Cerpen sepanjang 14 halaman ini ditulis dengan gaya surat fiktif dan entry buku harian palsu tentang perjalanan dari Amerika Serikat menuju Irlandia dan Skotlandia. Saking detailnya, cerpen ini pernah disangka sebagai catatan harian Hemingway betulan. Namun saat kedua pakar ini sadar bahwa Hemingway belum melakukan perjalanan transatlantik pada umur semuda itu, Spanier dan Chamberlin langsung sadar bahwa mereka menemukan cerpen pertama Hemingway. "Menurut saya ini luar biasa. Cerpen ini adalah tonggak penting dalam karir Hemingway sebagai penulis," ujar Spanier seperti yang dikutip New York Times. "Untuk pertama kalinya, dia menulis sebuah karya yang imajinatif." Cerpen ini adalah karya fiksi tertua Hemingway, yang karya-karya awalnya raib dalam perjalanan kereta di Paris pada 1922 karena keteledoran Hadley, istri pertamanya. Koper penuh manuskrip itu kini mungkin sudah membusuk di salah satu depot kereta api di Paris. Temuan memberikan sudut pandang baru terhadap perkembangan Hemingway sebagai seorang penulis. Salah satu bagian paling mengesankan dalam cerpen tersebut adalah paragraf-paragraf tentang mengunjungi keluarga papa di Irlandia dan menjumpai seekor babi "yang berlarian di bawah meja rumah mereka." "Mereka menamai babi itu 'kawan kecil yang selalu membayar duit sewa,'" tulis Hemingway.
Ada juga bagian cerita tentang sesosok hantu yang bersemayam di Ross Castle di Skotlandia dan berusaha membangun kembali sisa-sisa kastil. "Saat matahari terbit, kastil itu kembali hancur," begitu tulis Hemingway, "dan O'Donahue kembali ke liang kuburnya." "Dia melakukan penelitian geografi yang baik sampai bisa menulis seperti ini," terang Spanier. "Cerpen ini adalah hasil karya yang cerdas, jelas Hemingway membual-bual di dalamnya. Yang menarik bagi saya adalah di usia sepuluh tahun Hemingway sudah mengecek peta dan menemukan landmark suatu tempat untuk menguatkan ceritanya." Para pakar karya Hemingway yakin cerpen ini dibuat sebagai PR. Dugaan lainya, cerpen ini memang sengaja ditulis untuk dikirimkan ke majalah anak St. Nicholas.

Putra Toby Bruce, yang kerap dipanggil "Dink," saat ini memegang kendali atas berkas-berkas ayahnya. Belakangan, Dink menimbang-nimbang untuk melego arsip-arsip tersebut. Artinya, dalam waktu dekat kita akan melihat versi penuh dari cerpen pertama Hemingway — atau sekelompok kloningan sang penulis The Old Man and The Sea jika kuncirnya laku duluan.