Kebakaran Pabrik Miras

Kabar Sedih Buat Pemabuk Sedunia: 7 Juta Liter Jim Beam Musnah Usai Gudangnya Terbakar

Saking panasnya api akibat kebakaran gudang wiski terkenal ini, lampu truk pemadam kebakaran sampai meleleh.
05 Juli 2019, 4:43am
Kabar Sedih Buat Pemabuk Sedunia: 7 Juta Liter Jim Beam di AS Musnah Usai Gudangnya Terbakar
Screenshot dari laporan kebakaran gudang Jim Beam oleh stasiun TV lokal WSLS 10 via Youtube.

Dua gudang penyimpanan minuman keras merek 'Jim Beam' di Woodford, Kentucky, Amerika Serikat, dilalap api pada 2 Juli lalu. Insiden tadi menghancurkan sekitar 45.000 barel (setara tujuh juta liter) wiski yang terkenal itu. Salah satu gudangnya runtuh total. Tidak ada stok miras yang terselamatkan dari jilatan api.

Aparat keamanan menerima panggilan pertama bahwa mulai muncul kobaran api pada pukul 00:00. Sebenarnya pemadam tidak terlambat datang. Tapi jutaan liter miras yang terbakar api memicu efek ledakan luar biasa. Saking panasnya api tersebut, sampai-sampai lampu truk pemadam kebakaran yang datang pertama ke lokasi meleleh.

Jim Beam dikenal sebagai produsen bourbon terbesar di dunia. Untunglah buat perusahaan, masih ada kabar baik. Nilai wiski yang terbakar hangus diperkirakan sebesar US$300 juta, seperti yang dikutip Bloomberg, namun jumlah tersebut hanya mencakup 1 persen dari total simpanan produk miras mereka.

Dalam pernyataan tertulis, juru bicara Jim Beam mengatakan wiski di gudang tersebut masih "relatif muda", artinya, belum siap dikonsumsi. Perusahaan juga menyatakan peristiwa ini takkan mempengaruhi ketersediaan Jim Beam di pasaran dunia. Mari bersyukur wahai para pemabuk.

Penyebab kebakaran ini belum diketahui. Tetapi Drew Chandler, Direktur Dinas Kebencanaan Woodford yang mengawasi kawasan gudang, menduga "cuaca bisa menjadi faktor." Drew menduga kebakarannya dipicu petir yang menyambar bagian gudang, menimbulkan percikan api, lalu menyebar ke semua area penyimpanan wiski.

Meskipun api akhirnya sukses dipadamkan, kebakaran berlangsung dua hari berturut-turut. Menurut Drew, semakin lama api menyala, semakin banyak alkohol yang terbakar. Untunglah tim pemadam kebakaran sukses mencegah apinya tersebar ke gudang-gudang sebelah.

Tidak ada korban luka atau tewas dari insiden ini. Hanya saja cairan limbah dan sisa kebakaran mengalir dari lokasi kejadian, mencemari Sungai Kentucky. Kini muncul keprihatinan efek bahwa kebakaran ini dapat membunuh ikan.

Cairan limpasan itu dapat mengurangi kadar oksigen dalam ekosistem sungai. Juru bicara Dinas Lingkungan dan Energi Negara Bagian Kentucky mengakui kebakaran ini berpotensi "berdampak serius pada kehidupan kehidupan bawah air."

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Asia