Film

Film Pendek Adam Curtis Membahas Kehidupan untuk Pembaca VICE

Begini rasanya hidup dalam dunia khayalan: Sebuah film karya Adam Curtis khusus untuk pembaca VICE, menampilkan cuplikan-cuplikan dokumenter yang akan tayang di BBC.
15.10.16

(Cuplikan dari 'Living in an Unreal World: A Film By Adam Curtis for Readers of VICE')

Artikel ini pertama kali muncul di VICE UK.

Adam Curtis adalah salah satu pembuat film terbaik saat ini. Tiap kali filmnya keluar, kami selalu mengulasnya khusus. Alasan kami sederhana: filmnya selalu penting. Kini Curtis membuat film pendek buat VICE untuk mempromosikan proyek terbarunya yang segera tayang di BBC.

Tak seorang pun bicara tentang kekuasaan akhir-akhir ini. Kita dianjurkan untuk melihat diri kita sebagai individu yang bebas dan tak dikendalikan siapapun. Bagi kita, politikus adalah sekumpulan manusia yang korup dan tak punya otak.

Iklan

Tapi toh, kekuasan ada di sekitar kita. Bedanya, kini kekuasan beralih rupa menjadi sebuah sistem manajemen dan kontrol yang menggurita, tentakelnya menyentuh semua bagian hidup manusia. Kita tak menyadarinya karena kita seringkali memandang kekuasan dengan cara pandang kuno: kekuasan adalah politikus yang menyuruh-nyuruh warga. Padahal tidak lagi begitu

Tujan saya membuat film ini—HyperNormalisation—adalah menyigi kekuasaan dengan kacamata yang tepat dan membeberkan dimensi kekuasaan yang sesungguhnya. Kekuasaan bisa berupa komputer raksasa di atas pegunungan di timur laut Amerika Serikat yang mengontrol 7 persen kekayaan di dunia, algoritma rumit yang mengawasi segala pergerakan dan pilihan yang anda buat di dunia daring hingga pendapat-pendapat ilmiah tentang bagaimana seharusnya manusia—dari berat badan hingga ke mood.

Yang menyatukan semua ini adalah hasrat menjaga dunia tetap stabil, hasrat menafikan semua perubahan. Komputer raksasa selalu membandingkan insiden terbaru dengan apa yang terjadi di masa lalu. Jika ia menemukan suatu pola yang mengancam, ia langsung mengatur ulang triliunan dollar miliknya agar semua tetap stabil. Ini baru sebenar-benarnya kekuasaan. Algoritma di media sosial tanpa henti mencari pola dari semua hal yang anda like lalu terus memasok anda dengan hal yang serupa—anda pun masuk kamar echo yang memantulkan semua yang anda teriakan. Jadi, sekali lagi, tak ada yang baru. Lagi-lagi, anda tak belajar sesuatu yang baru. Ini, juga, kekuasaan sesungguhnya.

Iklan

Yang akhirnya muncul adalah sebuah sistem yang menyelimuti dan membuat kita merasa nyaman. Artinya kita selalu takut perubahan. Nah, ketakutan inilah yang disukai sistem yang selalu menjaga semuanya tetap stabil. Ini yang membuat kita malas mempertanyakan sistem ini.

Namun, semua tak bisa seterusnya dibekukan. Dunia bergerak secara dinamis. Berbagai insiden terjadi tanpa bisa kita prediksi dengan melihat ke masa lalu. Ini alasannya mengapa insiden-insiden penting yang terus menghujani kita—kengerian di Suria, Brexit, Trump dan gelombang pengungsian—tak bisa dicerna oleh kita atau bahkan pemimpin kita karena terbius sebuah mimpi tentang dunia yang stabil dan nyaman.

Film pendek yang saya buat untuk VICE berkisah tentang retakan dalam sistem yang menyelimuti kita. Retakan ini baru tampak apabila kita mau berhenti sejenak dan memandang apa yang terjadi dalam keseharian kita dengan obyektif. Setelah itu, banyak hal dalam kehidupan modern kita mulai terasa aneh, tak nyata atau malah palsu. Bagi saya, ini adalah kekuataan dinamis dari luar sistem yang mencoba merasuk ke dalam.

Sistem yang ada sekarang akan hancur—karena sistem kekuasaan yang tak punya visi masa depan tak akan abadi. Ia tak akan mampu menghadapi perubahan. Kita harus mulai melihat keluar sistem.

Karena ada banyak yang harus kita tahu di luar sana.