Konten Viral

Cerita Toko Hape Malaysia Bikin Giveaway Barbar, Mustahil Dimenangkan Siapa pun

Syaratnya berat tapi bikin penasaran, netizen Malaysia dan Indonesia mencoba segala cara memenangkan giveaway ini. Effort-nya gede banget untuk ukuran hadiah satu iPhone doang.
14.11.20
Viral Toko Hape Malaysia Bikin Giveaway Berhadiah iPhone Syaratnya Berat Diikuti Orang Indonesia
Ilustrasi giveaway oleh Don Agnello via Unsplash

Giveaway iPhone 12 tersebut diadakan di Twitter oleh Asyraf Hightech, toko ponsel di Selangor, Malaysia. Kontes dibuka pada 11 November sampai 30 November dengan syarat yang mula-mula standar: hanya boleh diikuti akun asli yang tak dikunci, dengan pengikut di atas 200.

Hal paling sialan adalah syarat lainnya: peserta wajib meng-quote tweet twit giveaway. Peserta dengan nol likes, nol komen, dan nol retweet akan menjadi pemenangnya. Twit tantangan tersebut sudah di-quote 83 ribu kali, termasuk oleh netizen Indonesia.

Sejauh yang bisa kami amati, belum muncul satu pun kandidat pemenang. Teman-teman dari akun peserta giveaway malah sengaja melanggar larangan like, reply, dan RT, yang membuat peserta kalah. Berbagai cara dilakukan akun-akun ambis demi iPhone 12 gratisan.

Ada yang ngetwit “Abaikan aku seperti biasa”, mengancam akan mengeblok siapa pun yang mencoba berinteraksi, mencoba quote tweet berkali-kali setiap kali gagal, hingga menebar kutukan.

Sebaliknya, para “giveaway pooper” pun pintar mencari cara. Misal dengan reply, “Semoga menang.” Pantas saja sampai ada peserta giveaway yang marah pada teman-temannya. Kami meyakini, di taraf seperti ini, ancaman sejenis “Yang like PKI” pun tak akan mempan.

Yang paling kejam, satu akun dengan 4 follower alias sudah pasti kalah giveaway karena tak memenuhi syarat, tetap mendapat 33 likes di quote tweet giveaway-nya. Kejam sekali.

Trik marketing menggunakan psikologi terbalik ini sebenarnya dicontek Asyraf Hightech dari restoran Malaysia bernama Nando’s. Nando’s memulai giveaway berhadiah ayam sehari sebelumnya, pada 10 November. Terpantau sudah 90 ribu kali twit mereka dibagikan ulang. Tidak diketahui siapa yang akhirnya memenangkan kontes tersebut.

Kami mencoba menarik pelajaran moral dari peristiwa online superbarbar ini. Kesimpulannya, pepatah lama “Kita sedih jika teman sedih, tapi kita lebih sedih jika teman senang” terbukti benar dan akan berlaku selamanya.