Turis Norak

Jangan Norak Pas Jadi Turis, Seperti 6 Orang yang Berak di Machu Picchu Ini

Enam orang itu ditahan polisi Peru, lantaran tidak menghormati situs warisan dunia versi UNESCO dengan berak sembarangan.
Drew Schwartz
Brooklyn, US
16.1.20
Enam Turis Ditahan Polisi Peru Karena Berak di Machu Picchu
Foto ilustrasi Machu Picchu oleh Rodolfo Pimentel / Wikimedia Commons / lisensi CC 2.0

Bayangkan seandainya kamu telah menempuh perjalanan panjang menuju Machu Picchu. Kamu naik pesawat dari negara asal, lalu pindah ke kereta dan kemudian beberapa kali ganti bus untuk sampai ke sana. Setibanya di Machu Picchu, kamu enggak mengulur banyak waktu untuk masuk ke situs arkeologi berusia lebih dari 500 tahun.

Dengan penuh semangat, kamu menjelajahi benteng kuno yang menjulang tinggi, serta pelataran dan landainya. Pemandangannya benar-benar indah dan menakjubkan. Kamu enggak menyesal pergi ke sana.

Iklan

Tapi tiba-tiba, kamu merasa sangat gelisah. Perut mulas enggak keruan. Sudah waktunya kamu setoran. Kamu cuma punya dua pilihan sekarang: balik ke pintu masuk dan mengakhiri perjalanannya begitu saja untuk mencari kamar kecil, atau menyelinap masuk ke kuil suci tempat ibadat suku Inca dan diam-diam pup di sana. Apa yang akan kamu lakukan?

Kalau pilih yang kedua, kamu ada masalah apa sih? Apa yang salah dengan dirimu?

France 24 melaporkan Selasa, enam wisatawan berusia antara 20-an dan awal 30-an diamankan pihak berwajib Peru pada Minggu karena memasuki daerah terlarang Kuil Matahari Machu Picchu yang dinobatkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Jagawana dan polisi juga menemukan kotoran manusia dan runtuhan batu “dari dinding yang meretakkan lantai” kuil, kata kepala polisi daerah Wilbert Leyva kepada kantor berita lokal Andina.

“Keenam turis telah ditahan dan diinterogasi kementerian publik atas tuduhan perusakan warisan budaya,” ujar Wilbert.

Sumpah deh, apa susahnya cari kamar kecil? Para pembaca sekalian, jangan pernah meniru tindakan bodoh mereka ya! Kebelet kencing atau boker? Langsung ke kamar kecil! Jangan malah sembunyi-sembunyi buang hajat di semak-semak, pagar, atau di mana saja mumpung enggak ada yang melihat. Malu-maluin, tahu?

Sama satu lagi. Kalau kamu tergerak melakukan yang aneh-aneh di situs bersejarah—baik itu ngeseks di atas piramida kuno maupun selfie pantat di kuil Buddha—langsung buang jauh-jauh pikiran itu. Tahan nafsu liarmu. Jangan sok-sokan jadi “rebel”. Memangnya kamu mau berakhir di penjara dan dikenal sebagai turis rese atau BAB sembarangan?

Follow Drew Schwartz di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US