Duo Perawat Palsu Beruntun Merampok Rumah, Meresahkan Publik Malaysia

Mereka mengaku utusan Dinas Kesehatan Batu Pahat, pura-pura memberi pemeriksaan kesehatan gratis. Banyak orang jadi korban saat lengah diberi pijat akupuntur.
13.4.17
Perawar palsu di cover album Blink-182. Sumber: MCA Records.

Penipu dan perampok di Malaysia punya modus baru saat beraksi. Kali ini mereka berpura-pura menjadi tenaga kesehatan setempat. Para penjahat itu menyadari status Malaysia sebagai salah satu destinasi wisata kesehatan di dunia.

Dua warga negara Malaysia di Batu Pahat, Distrik sebelah barat Negara Bagian Johor, memanfaatkan popularitas sektor kesehatan di Negeri Jiran menjadi ladang uang. Kedua orang yang diidentifikasi sebagai perempuan ini mengaku sebagai tenaga kesehatan yang menawarkan cek kesehatan gratis bagi para penduduk di Ayer Hitam dan Yong Peng kemudian merampok barang-barang milik warga.

Menurut keterangan Komandan Abdul Wahib Musa dari kepolisian setempat, dua orang tersebut mengendarai mobil mendatangi lokasi kediaman korban. "Mereka akan bilang pada korban-korbannya agar melepas semua perhiasan dan barang berharga sebagai bentuk prosedur pengecekan kesehatan," kata Musa. Korbannya rata-rata hanya mengenakan handuk saja, untuk kemudian dipaksa tengkurap. Di saat lengah itulah, [pelaku menggasak harta benda di rumah korban](http://www.thestar.com.my/news/nation/2017/04/11/johor-police-two-women-impersonating-as-nurses/ http://news.asiaone.com/news/malaysia/bogus-nurses-malaysia-run-valuables-after-free-checks#sthash.bA8KpBay.dpuf). "Satu orang akan memberi suntikan di leher, bahkan memeragakan teknik akupuntur pada korban."

Ketika prosedur "pengecekan kesehatan" dilakukan, seorang lainnya masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang-barang berharga. Komandan Musa menegaskan bahwa kedua perempuan berbaju suster tersebut mengklaim diri mereka berasal dari Dinas Kesehatan setempat.

Modus penipuan di Malaysia memang cukup beragam. Bulan lalu, akibat maraknya kasus penipuan dan pencurian lewat modus transhipnosis yang biasa disebut gendam, pemerintah Malaysia merilis iklan layanan masyarakat menghimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap praktik penipuan semacam ini.

Tahun lalu, Malaysia berhasil mendatangkan 1 juta orang yang ingin memperoleh layanan medis. Bisnis kesehatan mendatangkan keuntungan sekitar 4 juta Ringgit (setara Rp12 miliar) bagi kas negara Malaysia, merujuk data dua tahun lalu. Pemerintah Malaysia bergegas mencanangkan aksi perampokan perawat palsu sebagai prioritas kasus kejahatan wajib ditangani segera..