Seramnya Penjara Lokasi Syuting 'Shawshank Redemption', Kalau Ditahan Di Sana Orang Pasti Pilih Kabur Lewat Saluran Tahi
Fotografi

Seramnya Penjara Lokasi Syuting 'Shawshank Redemption', Kalau Ditahan Di Sana Orang Pasti Pilih Kabur Lewat Saluran Tahi

Michael Humphrey, sosok mantan narapidana penghuni Penjara Mansfield, mengisahkan kembali pengalamannya yang mirip film legendaris itu.
29.3.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.

Tahun 1969, Michael Humphrey menjalani hukuman penjara 14 bulan di Lembaga Pemasyarakatan Ohio State Reformatory Kota Mansfield, Amerika Serikat, atas keterlibatannya dalam pencurian kendaraan. Saat itu dia baru berusia 18. Setelah selesai menjalani hukuman, dia bertekad tidak lagi kembali ke penjara. Humphrey muda berupaya keras menghindari masalah—sampai berusaha tidak meludah di jalanan. Kehidupannya berangsur membaik, terutama ketika akhirnya dia mengatasi mimpi-mimpi buruk yang dipacu oleh pengalaman selama dipenjara. "Saya masih ingat bau dan suara penjara," ujarnya. "Kadang saya terbangun di malam hari dan mesti menyalakan lampu meyakinkan diri sendiri bahwa saya sudah bebas dari penjara." Hidupnya berubah sejak musim semi tahun 2000. Humphrey mengemudikan mobilnya sepanjang Route 30 dan melihat sebuah reklame wisata keliling penjara yang dikenal dengan sebutan Mansfield. Penjara itu telah ditutup oleh pemerintah Negara Bagian satu dekade sebelumnya. Penjara tersebut tutup setelah beroperasi satu abad dengan alasan perlakuannya terhadap narapidana tidak manusiawi. Meski agak trauma pada Mansfield, Humphrey sangat penasaran kembali ke penjara yang pernah dia tinggali semasa muda. Dia kemudian mengemudikan mobilnya ke arah bangunan gotik yang disebut-sebut narapidana senior sebagai "Istana Drakula," membeli tiket, lalu masuk menyusuri lorong-lorong sel. Mansfield terlihat lebih baik seiring dengan melonjaknya atraksi wisatawan, berkat popularitas film produksi 1994 berjudul The Shawshank Redemption. Syuting film diadaptasi dari cerita Stephen King ini menggunakan beberapa ruangan di lapas tersebut. Humphrey berjalan-jalan mengelilingi rumah tahanan melingkar, mengamati bagian-bagian bangunan yang telah lapuk, dan sekali lagi teringat akan pengalamannya selama menjalani masa tahanan di East Cell Block—di tingkat ke enam, yang merupakan blok tahanan tertinggi di dunia.

"Ketika saya di sana [sebagai tahanan], saya engga pernah sempat keliling-keliling. Jadi, [ketika kembali lagi] rasanya seperti petualangan," kata Humphrey datar. Dia mengakui mulai berpikir ulang soal kunjungannya ketika ingatan-ingatan masa kelam dulu perlahan memenuhi pikirannya. Beberapa minggu kemudian, dia menghubungi Mansfield Reformatory Preservation Society. Humphrey menjelaskan bahwa dia pernah menjadi tahanan di situ, dan dia berniat melamar sebagai pemandu wisata. Karena dia memiliki pengalaman sebagai kontraktor, dia sekaligus membantu merenovasi beberapa struktur bangunan penjara. Kini Humphrey berusia 66 tahun—hampir setengah abad setelah bebas. Dia memiliki layanan wisata penjara yang dikelolanya sendiri. Tur Humphrey menarik bagi penggemar film Shawshank dan pengunjung lainnya. Wisata ala Humphrey terkenal karena dia memiliki banyak kisah nyata yang menyerupai plot film legendaris tersebut. "Ketika saya memulai mengadakan tur [tahun 2000], saya engga bilang sama siapa-siapa bahwa saya mantan narapidana," ujarnya. "Saya malu banget karena pernah dipenjara." Humphrey bilang dia hampir berhenti bekerja sebagai pemandu wisata, saat mendengar banyak kliennya membuat lelucon soal narapidana, semacam 'harusnya dia dihukum kayak begini, kayak begitu.'" Kini dia menceritakan pada orang-orang apa saya yang mereka ingin dengar soal sejarah penjara dan bagaimana penjara ini berubah dari tempat rehabilitasi tahanan remaja atas kasus non-kekerasan hingga menjadi penjara yang penuh tahanan dan berkalang kekerasan.
Perubahan ini bermula  kebakaran tahun 1930 di penjara dengan keamanan tinggi Ohio Penitentiary di Colombus, kira-kira 112 km selatan Mansfield, yang menewaskan lebih dari 300 tahanan. Kerusakan akibat kebakaran memaksa pemerintah daerah untuk mengirim ratusan tahanan "terburuk dari yang terburuk"—pembunuh, pemerkosa, dan lain-lain—ke Mansfield. Hal pertama yang disadari Humphrey ketika menjalani masa tahanan di tahun 1969 adalah bau busuk dari 2.000 laki-laki yang hanya diizinkan mandi seminggu sekali. Kekerasan penjara kemudian menghentaknya: Perkelahian terjadi sepanjang hari, penusukkan menjadi fakta kehidupan, dan banyak tahanan gantung diri. Hal-hal paling mengerikan di penjara yang bisa kita bayangkan, benar-benar terjadi di Mansfield. Demi melindungi diri, Humphrey merakit senjatanya sendiri selama mendekam di sana. "Saya menempelkan silet ke gagang sikat gigi. Saya ikat menjadi kalung panjang, agar tidak ada yang bisa melihatnya." Untungnya, dia tidak perlu menggunakan senjata itu selama menjalani hukuman.

Foto oleh Michael Goldberg

Rekan satu sel Humphrey adalah laki-laki bernama Ron Crabtree—enam tahun lebih tua dari Humphrey. Dia residivis yang sering keluar-masuk penjara karena perampokan bersenjata. Mereka berdua kemudian menjadi kawan akrab (Crabtree meninggal dunia 2012 lalu) dan menjadi Pitung dan Ji'ing bagi satu sama lain. Cratbree mengajarinya bagaimana menggunakan tali. Crabtree lah yang mengajarkan aturan nomor satu dalam penjara Mansfield (atau penjara maanpun): "Jangan terima hadiah dari siapapun." "Tidak ada yang gratis di sini," ujar Humphrey, mengingat-ingat perkataan Crabtree. "Saya mentaati aturan itu." Humphrey tidak pernah sok akrab dengan tahanan lain selama 14 bulan mendekam di penjara. Selama dibui dia akur-akur saja dengan para sipir, mirip tokoh utama Shawshank. Para petugas segera mengenal sosok Humphrey, karena ibunya akan membawakannya lasagna dan chilli dalam loyang-loyang besar setiap kali kunjungan dua bulan sekali. Para sipir selalu kebagian. "Mereka awalnya memanggil ibuku 'Ma'am' lalu 'Nonya Humphrey' lalu akhirnya 'June' saja," ujar Humphrey tertawa. "Dan mereka memperlakukan saya dengan cukup baik." Kesamaan lain, yang sama pentingnya, antara Humphrey dan cerita film Shawshank: seperti tokoh utama Andy Dufresne, Humphrey mengaku tidak bersalah. Dia tidak mencuri mobil itu. "Jangan salah sangka, bukannya saya itu tidak pernah buat dosa. Tapi saya bukan penjahat," ujarnya. "Saya menjalani hukuman atas sesuatu yang dilakukan oleh orang lain. Saat polisi datang ke rumah itu, hanya saya yang berada di sana. Mereka menahan saya. Hakim memerintahkan saya melaporkan siapa saja yang berpartisipasi dalam perampokan itu, dan saya menolaknya. Lalu saya dibawa ke Mansfield." Kira-kira 50 tahun kemudian, dia sedikit menyesali keputusan itu. "[Kalau dulu saya buka mulut] saya mungkin tidak akan dipenjara, lalu bekerja di pabrik pengolahan baja dengan bapak saya. Akhirnya mungkin saya mati karena penyakit paru-paru seperti dia pula," ujar Humphrey. "Jika ini adalah jalan hidup saya, ya sudah." Pada saat itu, Humphrey berpikir, dia akan menjalani hukuman karena setelah dia menerima pembebasan bersyarat dia akan baik-baik saja. Bukan sekedar tidak bisa ikut pemilu atau mendaftarkan kepemilikan senjata api, Humphrey juga mendapatkan stigma buruk dan rasa malu sebagai mantan napi. Berkat dukungan dari rekan-rekan kerjanya di Mansfield Reformatory Preservation Society, dia mengisi formulir-formulir terkait untuk mengajukan grasi. Permohonan grasi Humphrey disetujui Mei 2004 oleh Gubernur Ohio Bob Taft. "Grasi itu amat emosional bagi saya," ujar Humphrey. "Saya tidak tahu mesti mulai dari mana, jika ingin menceritakan betapa bahagianya saya. Beban dari pundak saya menghilang. Kini saya bahagia. Saya bisa ngobrol dengan orang lain dan tidak merasa seperti warga negara kelas dua." "Tidak ada lagi mimpi buruk, tapi ada area-area di dalam Mansfield yang masih memunculkan kenangan buruk. Bahkan pada masa-masa paling gelap selama tahanan, Humphrey tidak pernah berpikir untuk kabur. Saya engga mau harus terus-menerus merasa diawasi," ujar Humphrey. "Begini, saya kepengin banget bebas di tahun '69 dan '70, ketika saya melihat para penjaga membawa kunci-kunci, saya berharap saya punya kunci-kunci itu."

Dia tertawa. "Kini cita-cita saya terkabul. Saya punya kunci-kunci itu sebagai pemandu wisata. Saya punya kunci ruangan-ruangan di penjara."

Semua foto oleh Michael Goldberg

Follow Michael Goldberg di Twitter.