Luar Angkasa

Ilmuwan asal Peru Berhasil Menemukan Metode Terbaik Budidaya Kentang di Planet Mars

Kayaknya kalian harus siap mental makan kentang goreng saat mendarat di planet merah itu, mirip film 'The Martian'.
5.4.17
Foto dari akun Flickr Lyn Lomasi.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES.

Berkat International Potato Center (beneran loh ada lembaga seperti ini di dunia), seandainya di masa mendatang Leonardo DiCaprio akhirnya beneran jalan-jalan ke Planet Mars Mars, seperti yang sudah ia rencanakan, makanan Leo selama berada di Planet Merah tak akan melulu es krim kering yang punya bau menyengat. Kemungkinan besar, Leo malah menyantap kentang, mirip seperti karakter yang diperankan oleh Matt Damon di The Martian.

Iklan

Ilmuwan di Potato Center yang bahu-membahu bersama NASA telah berhasil mengenali tipe kentang yang bakal tumbuh subur pada iklim Mars.

Para ilmuwan yang ikut serta dalam proyek ini mengatakan bahwa penemuan kentang spesial ini tak hanya menguntungkan misi penjelajahan Mars di masa datang. Kentang temuan mereka juga bakal menjadi penolong manusia menghadapi perubahan iklim di Bumi. Jadi, kalau anda tipe manusia yang senang merusak bumi, mulai hari ini, silakan rusak planet ini sepuasanya. Karena kami—yang baik dan sayang alam ini—bakal naik pesawat luar angkasa ke Mars dan pesta kentang di planet Merah.

Penelitian yang menghantarkan para Ilmuwan pada kentang tahan suhu dingin ini dijalankan di laboratorium Ibu Kota Lima, Peru. Tentu saja Lima adalah lokasi yang tepat, mengingat kentang pertama kali dikembangbiakkan manusia di Peru kuno. Saat ini lebih dari 4.000 jenis kentang dibudidayakan di Dataran Tinggi Andes, mencakup wilayah Bolivia, Ekuador, sekaligus Peru. Kentang bisa tumbuh di dataran dingin dan kering. Sifat kentang ini bakal menguntungkan para penjelajah Mars di masa depan. Pada percobaan di Peru, peneliti berusaha membiakkan kentang di kawasan yang kandungan CO2-nya tinggi, hitung-hitung sebagai simulasi keadaan lahan di Mars.

Para peneliti di Peru—dibantu oleh Ames Research Center, NASA yang bermarkas di California—memindahkan sekitar 750 kilogram tanah dari pantai selatan Peru menuju Lima. dengan menggunakan tanah ini, para peneliti menanam 65 varietas kentang. Tanah pentai selatan Peru karena hanya menerima satu milimeter hujan dalam satu tahun. Mars diperkirakan sekering ini.

Para peneliti mencoba mengembangbiakkan kentang dengan suhu di bawah nol derajat dengan kadar CO2  tinggi. Tekanan udara dalam lahan percobaan ini diatur seperti tekanan di kawasan setinggi 20.000 kaki dpl. Hanya empat jenis kentang yang tahan dalam kondisi seperti itu.

Para ilmuwan kemudian mengambil salah satu jenis kentang tersebut, mengganti tanah dengan pecahan batu yang diimbuhi nutrisi cair. Lagi-lagi, ini adalah semacam simulasi kondisi tanah di Mars. Varietas yang diberi nama "unique" nyatanya bisa tumbuh dalam kondisi seekstrem itu. Julio Valdivia, seorang ilmuwan dari Peru's University of Engineering and Technology imengatakan bahwa "Unique" merupakan "kentang super" lantaran "bisa selamat dalam lingkungan berkadar CO2 tinggi dan temperatur di bawah nol derajat celsius."

Sepertinya, langkah manusia mengkolonisasi Mars makin dekat. Kalau niat ini tercapai, semoga Mars tak cepat (di)rusak seperti Bumi.