Penjelasan ilmiah

Punya Tampang Menawan Bisa Mengubah Kepribadian Seseorang

Sayang, menurut penjelasan sains, orang cakep memang beda perangainya dari kebanyakan orang.
27.8.18
Mike Coppola/Getty Images

Orang-orang yang terlahir ganteng dan cantik memang beda dari kebanyakan. Gara-gara tampang mereka yang atraktif, mereka dapat perlakuan spesial. Dan menurut penelitian psikologi yang telah dilakukan selama bertahun-tahun, perlakuan spesial ini akan mempengaruhi banyak bagian dalam hidup mereka—dari pekerjaan, kepribadian hingga cara pandang mereka terhadap dunia.

Tapi, sebelum itu, akan lebih baik kalau kita bisa mendefinisikan apa yang dimaksud dengan “atraktif.” ada sejumlah hal yang kerap diasosiasikan dengan keatraktifan, seperti simetri wajah, bentuk wajah dan kulit yang bersih karena ketiganya kerap berubah jadi patokan untuk menentukan penilaian menarik atau tidaknya calon gebetan kita, misalnya. Uniknya menurut beberapa penelitian, wajah yang penampakannya standar saja juga kadang dianggap lebih atraktif.

Keatraktifan tidak dipengaruhi kemampuan orang mengenali keindahan, tapi sebaliknya justru oleh kemampuan mendeteksi keburukan. Makin sedikit keburukan, seseorang akan dianggap lebih atraktif, ujar Kristin Donnelly, mahasiswa doktoral psikologi eksperimental di University of California, San Diego. Elemen-elemen lain yang menentukan atraktif atau tidaknya seseorang seperti bentuk dan berat tubuh serta warna kulit bisa dinilai secara subyektif dalam budaya tertentu. Lalu, ada pula bagian yang tak melulu bersifat fisik yang bisa membuat seseorang tampak lebih atraktif, seperti kepercayaan diri, bau badan dan suara.

Dalam berbagai penelitian psikologi, para periset kadang menunjukkan kepada peserta penelitian sekumpulan wajah guna mencari dasar dari apa yang mereka anggap atraktif. Di kesempatan lain, peneliti menggunakan wajah-wajah yang sudah terlebih dahulu diberi nilai, seperti Chicago Face Database. -

Iklan

Para peneliti menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengamati bagaimana keatraktifan bisa memengaruhi kehidupan seseorang. Hasilnya menunjukkan bahwa orang atraktif akan diperlakukan lebih baik oleh orang lain. “Kami beranggapan orang atraktif memiliki perilaku positif yang tidak ada hubungannya dengan daya tarik fisik mereka,” kata Lauren Human, asisten dosen psikologi di McGill University. Hal ini biasa disebut efek halo. Orang dengan daya tarik tinggi diasumsikan lebih cerdas, dapat dipercaya, dan keterampilan sosial yang lebih baik. Kita menganggap mereka lebih menarik. Kita jauh lebih peduli kepada mereka, sehingga kita paham bagaimana mereka sesungguhnya. Orang yang cantik atau tampan juga lebih sukses dalam berkarier. Mereka digaji lebih dan mudah naik jabatan. Hidup mereka pun lebih bahagia. Percaya atau tidak, orang tua juga lebih menyayangi anaknya yang lucu daripada yang tidak. Menurut Human, orang yang kurang atraktif tidak dipandang secara negatif. Hanya saja mereka tidak diperlakukan sebaik orang atraktif.

Kita sering menilai orang atraktif dengan hal-hal positif, meskipun kita tidak mengetahui sifat mereka sebenarnya. Akan tetapi, asumsi-asumsi ini terkadang membuat orang atraktif menjadi pribadi yang lebih baik. “Orang atraktif yang diperlakukan dengan baik menganggap kalau dunia itu indah,” kata Donnelly. Mereka kemungkinan lebih baik dan ramah dengan orang lain.

Iklan

Namun, ada tidak enaknya menjadi orang yang terlalu atraktif. Mereka terkadang punya terlalu banyak pilihan dalam pasangannya, sehingga mereka kurang bahagia dalam hubungan percintaan. Masa pernikahannya juga cenderung lebih singkat. Orang yang daya tariknya berkurang saat mereka beranjak tua akan bertanya-tanya mengapa dunia tidak sebaik dulu. Mereka bisa saja menjadi terobsesi dengan daya tariknya sehingga menyebabkan tekanan psikologis. “Kalau kamu terbiasa dipuji atau perilakumu sangat bergantung pada penampilan, maka akan sangat berbahaya nantinya,” tutur Donnelly.

Walaupun begitu, tidak selamanya orang bersikap baik dengan mereka yang cantik atau tampan. Orang yang kurang atraktif akan menganggap mereka bodoh karena merasa iri dan tidak percaya diri (meskipun penelitian menunjukkan bahwa orang atraktif memang lebih cerdas). Penelitian tahun 2010 menemukan bahwa keatraktifan juga bisa merugikan seseorang saat melamar pekerjaan. Perekrut akan menganggap mereka tidak kompeten dan memenuhi kualifikasi. “Selama ini orang atraktif sering dicap yang baik-baik, tapi kenyataannya tidak seperti itu,” tutur Human.

Pada umumnya, kita selalu ingin menyingkirkan bias. Namun, menganggap orang atraktif memiliki sifat yang baik ada untungnya juga buat dunia kita. “Saat kita mengharapkan orang untuk berkelakuan baik, maka bias ini bisa menciptakan hal yang baik juga. Jadi tidak ada ruginya,” kata Human. Yang jadi masalah adalah kalau kita tidak tertarik berteman atau berbicara dengan orang hanya karena penampilan fisiknya. Human menyarankan kalau kita sebaiknya mengurangi pandangan yang kurang baik terhadap orang yang tidak terlalu atraktif. Hanya saja belum ada yang mengetahui bagaimana sebaiknya kita melakukan ini. Menurut Donnelly, kita bisa memulainya dengan memperluas pemahaman kita tentang kecantikan. Berkat gerakan body-positivity, orang-orang mulai menghargai keragaman fisik di media.


Daya tarik terkadang sulit dipelajari. “Salah satu kesulitannya yaitu karena daya tarik adalah konstruksi amorf. Banyak yang perlu diteliti, sehingga peneliti harus memilih bagaimana mereka mengukurnya,” terang Human. Masih banyak hal yang belum digali oleh ilmuwan. Misalnya seperti bagaimana orang atraktif menilai diri sendiri dan orang lain. Human berniat untuk mendalami komponen akurasinya—mengapa orang atraktif lebih diperhatikan daripada yang tidak.

Kamu merasa kurang menarik? Jangan khawatir. Ada cara yang bisa kamu lakukan supaya bisa tampak lebih menarik dan mendapat keuntungan serupa. Menurut temuan dari salah satu penelitian Human pada 2012, orang yang berusaha membuat kesan lebih baik biasanya lebih percaya diri. Orang lain akan menilainya secara positif, terlepas dari tingkat keatraktifannya. Kecantikan tidak sesepele yang kita kira selama ini.