Meme Viral

Meme Serbu Area 51 Menginspirasi Aksi Geruduk Parangtritis Pakai Baju Hijau

Saat netizen AS ingin membuktikan keberadaan alien, di Yogya ribuan orang tertarik datang ke pantai buat ngajak ribut Nyi Roro Kidul, penguasa laut selatan yang konon tak suka baju hijau.
22 Juli 2019, 9:46am
Meme Serbu Area 51 Menginspirasi Aksi Geruduk Parangtritis Ajak Ribut Nyi Roro Kidul
Foto kondisi di Pantai Parangtritis, Bantul, oleh Midori/Wikimedia Commons [kiri]; Ilustrasi Nyi Roro Kidul oleh Gunawan Kartapranata, lisensi CC 3.0.

Viralnya rencana penyerangan inslatasi militer Amerika Serikat yang diorganisir lewat Facebook menginspirasi penyerangan serupa di Yogyakarta.

E__vent tersebut di Facebook diberi tajuk "Ayo Ribuan Orang Serbu Parangtritis Pakai Baju Hijau", rencananya diselenggarakan pada 24 September 2019 mendatang. Event yang digagas Andri Kamajaya dan Alfi Syahr ini lumayan sengaja menantang "bahaya".

Warga lokal sangat percaya mitos bahwa siapa saja yang berbaju hijau di Pantai Parangtritis, niscaya ia akan diculik penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul. Artinya, sengaja datang ke pantai tersebut mengenakan baju hijau berisiko membuatmu celaka—terutama tergulung ombak dan pindah ke alam baka.

Parangtritis sejak lama dikenal sebagai salah satu obyek wisata pantai paling mematikan bagi turis di Jawa. Saban tahun ada saja orang meninggal karena terseret ombak di pantai tersebut.

Sejauh ini 7.500-an orang mendaftar dengan niat ikut serta menggeruduk Parangtritis sambil mengenakan baju hijau. Sementara 15.000-an warganet lainnya baru menyatakan ketertarikan. Tentu tidak bisa diharapkan orang sebanyak itu benar-benar akan datang.

Aksi di Yogya ini terinspirasi konten viral sejenis yang mengajak netizen menyerang satu komplek bangunan di Gurun Nevada, Amerika Serikat, bernama Area 51. Teori konspirasi menyatakan, di area yang tak boleh dimasuki warga sipil tersebut, tersimpan pesawat UFO yang diduga terjatuh di sana. Tempat tersebut juga dipercaya menjadi pusat kegiatan pemerintah dalam melakukan reverse-engineering pesawat UFO demi mengungkap teknologi para alien. Ajakan penyerbuan dilakukan untuk ‘membongkar’ teknologi dan informasi soal alien yang selama ini dianggap disimpan sepihak oleh pemerintah AS di Area 51.

Inisiator penyerangan adalah seorang mahasiswa jurusan perminyakan Bernama Matty Roberts. Di Facebook ia membuat event yang dijuduli“Storm Area 51, They Can’t Stop All of Us”, berisi undangan menyerbu Area 51 pada 20 September 2019 pukul 03.00 sampai 06.00 pagi waktu PDT. Sejauh ini 1,8 juta orang menyatakan akan hadir dan 1,4 juta orang menyatakan tertarik ikutan.

Acara ini, walau sudah direspons serius militer, ternyata becandaan doang. "Ini murni imajinasi yang tujuannya buat lucu-lucuan aja," ujar Roberts, dikutip ABC News. Banyak orang sudah membayangkan serunya bisa menyerang markas alien bersama jutaan orang lainnya dengan memakai jurus disarankan Roberts. Di deskripsi event itu Roberts mencantumkan cara menghindari peluru tentara yang akan menghadang penyerbuan mereka nanti, yakni dengan lari Naruto.

Walau enggak menyangka bakal rame banget yang pengin ikut, sekarang Roberts jadi kepikiran bikin acara festival musik di Area 51. Akun Twitter produsen bir Bud Light juga sudah bersedia jadi sponsor (“Gratis Bud Light untuk setiap alien yang muncul.”). Masalahnya Angkatan Udara AS n suka sama ide ini.

Juru bicara Angkatan Udara AS Laura McAndrews mengatakan, mereka tidak akan segan-segan mengamankan siapa saja yang mencoba masuk ke wilayah terlarang Area 51. Laura juga meyakinkan, Area 51 ditutup untuk umum bukan karena di sana ada aliennya, tapi karena area tersebut tempat latihan dan uji coba pesawat tempur AS.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo tampaknya tidak terlalu paham kenapa meme Parangtritis ini viral. Setidaknya dia enggak sewot seperti militer AS. "Kalau wisatawan murni sekadar datang, silakan. Tetapi [kalau] ada acara di sana, ada koodinasi dengan Dinas Pariwisata. Prinsip, saya tidak melarang," ujar Heru saat dikonfirmasi Kompas.


Tonton dokumenter VICE soal madu legendaris di Nepal yang bisa membuat orang berhalusinasi:


Namun nasib acara di Parangtritis itu sama belaka seperti inspiratornya di Negeri Paman Sam. Belakangan terjadi perubahan rencana begitu si empunya ide terkejut melihat animo masyarakat amat besar.

Grup Facebook serbu Parangtritis itu belakangan diganti namanya menjadi "Ayo Ribuan Orang Serbu Sapu Parangtritis Pakai Baju Hijau". Andri turut mengganti “rencana” penyerangannya yang ditujukan ke Nyi Roro Kidul, menjadi kegiatan penghijauan Pantai Parangtritis. Lha, jiper juga nih kayaknya sama penguasa Laut Selatan. Bentuk serbuannya diubah menjadi acara nyapu-nyapu dan membersihkan sampah di pantai, selain acara lari Naruto dan Fortnite dance.

Saya pribadi pernah bercengkrama dengan salah seorang pengelola Pantai Parangtritis soal mitos larangan pengunjung mengenakan baju hijau di sana. Katanya sih larangan itu sebenarnya dibikin biar memudahkan tim SAR mengevakuasi orang yang tenggelam. Soalnya di air yang ganas dan keruh seperti di laut selatan Jawa, warna hijau ternyata sulit dilihat. Bagus nih kalau diumumin ke netizen iseng yang betulan datang sesuai ajakan di Facebook.

Kayaknya tak masalah sih kalau acara geruduk Parangtritis itu tetap terlaksana, sekalipun tanpa niat "mulia" bersih-bersih pantai. Ketika orang di Indonesia sempat berhasil menggelar acara lari Naruto, acara absurd lain tentu sah-sah saja digelar. Hanya langit yang bisa jadi batasnya....


Ikhwan Hastanto menulis untuk VICE Indonesia di sela-sela bermusik. Follow dia di Twitter dan Instagram