Kriminalitas

Merampok Agen Pemerintah, Bandit Kelas Teri di Filipina Diculik di Keramaian

Sang perampok asal Manila itu apes banget. Dia malah merampas kalung emas milik petugas Biro Investigasi. Auto-diciduk deh
AN
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
18.7.19
Merampok Agen Pemerintah, Bandit Kelas Teri di Filipina Diculik di Keramaian
Tangkapan layar penculikan rampok di Manila via YouTube

Pada 16 Juli 2019, seorang lelaki dalam balutan celana pendek tampak melawan laki-laki lain di jalanan Manila yang ramai. Tiba-tiba saja, lelaki itu dipaksa masuk ke dalam mobil pikap hitam oleh sekelompok orang. Mobil itu langsung melaju cepat setelahnya. Adegan ini sekilas mirip seperti penculikan di siang bolong, yang belakangan kerap terjadi di Filipina.

Warga dibuat khawatir saat menyaksikan keributan tersebut. Mereka mendengar suara tembakan dan dua laki-laki berseteru tentang mencuri sesuatu. Saksi buru-buru melapor ke pihak berwajib. Polisi langsung menuju ke TKP setelah mendengar kesaksian warga dan rekaman CCTV.

Iklan

Usut punya usut, ‘korban penculikan’ itu ternyata pelaku perampokan.

Kepolisian Manila mengungkap bila lelaki yang 'diculik' adalah perampok yang sebelumnya berusaha mencuri kalung emas dari agen Biro Investigasi Nasional Manila. Si agen sedang di ATM ketika pelaku datang. Adegan yang disaksikan warga sebenarnya penangkapan si perampok oleh aparat. Saat ini, tersangka masih dalam penyelidikan polisi untuk tindak pidana lain yang pernah dilakukannya di masa lalu.

Kasus “penculikan” ini tentu merupakan pengecualian. Skenarionya bakalan berakhir beda jika agen pemerintahnya orang lain, atau memang benar terjadi kasus penculikan. Saksi telah membuat keputusan tepat melapor ke polisi.

Sangat wajar jika warga khawatir, mengingat penculikan di tempat umum telah menjadi masalah serius di Filipina. Kelompok Anti-Penculikan dari Kepolisian Filipina (PNP-AKG) membeberkan ada kira-kira 69 orang yang diculik tahun lalu. Anak-anak bahkan sering jadi sasaran penculikan. Pelakunya juga bisa siapa saja, mulai dari rentenir, kelompok ekstremis, sindikat perdagangan manusia hingga polisi.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.