Konflik India-Pakistan

Setelah Jet Tempur Ditembak Jatuh, Konflik India-Pakistan Belum Nampak Mereda

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengaku bakal membebaskan pilot India untuk menetralisir keadaan. Jangan sampai perang deh, dua negara ini punya senjata nuklir soalnya.
Tentara Pakistan mengerubungi lokasi jatuhnya pesawat tempur India yang ditembak jatuh
Tentara Pakistan mengerubungi lokasi jatuhnya pesawat tempur India yang berhasil ditembak jatuh di wilayahnya. Foto oleh Getty Images

Pemerintah Pakistan dan India, Rabu (27/2), mengakui saling menembak jatuh pesawat tempur satu sama lain. Situasi ini menjadi eskalasi konflik paling serius antara dua negara yang sama-sama memiliki persenjataan nuklir itu, selama 20 tahun terakhir.

Pakistan membeberkan pihaknya melancarkan serangan ke basis pertahanan India di kawasan Himalaya di Kashmir, menyusul serangan udara India ke teritori Pakistan sehari sebelumnya.

Iklan

Konflik berisiko tinggi, yang dipicu dari ketegangan akibat serangan kelompok militan Pakistan terhadap militer India awal Februari 2019, menandai kali pertama kedua negara yang bertetangga dan memiliki persenjataan nuklir ini saling melancarkan serangan udara.

Pemimpin kedua negara meminta kedua pihak untuk menahan diri agar situasi yang memanas ini tak memicu perang antara kedua negara. Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengaku bakal segera membebaskan pilot jet tempur India yang ditawan tentaranya. Tujuannya agar konflik sedikit mereda. "Tapi setelahnya, kami menuntut India tidak terus memperpanjang konflik. Jika masih diprovokasi, Pakistan terpaksa harus membalas," ujarnya di hadapan media.

Artinya, ketegangan kedua negara belum nampak mereda dalam waktu dekat.

Jadi Apa Sih Yang Sebenarnya Terjadi Rabu Lalu?

Militer Pakistan mengklaim telah menembak jatuh dua jet tempur milik India yang melewati kawasan udara wilayah Kashmir, yang bertahun-tahun diperebutkan kedua negara. Salah satu pesawat yang tertembak itu jatuh di wilayah Pakistan. Militer Pakistan mengatakan adaenam jet tempur India memasuki ruang udara Pakistan, setelah mereka melancarkan enam kali serangan udara ke bagian Kashmir yang dikuasai India.

Kementerian Informasi Pakistan merilis twit berisi rekaman jet tempur India yang tengah terbakar, dengan caption provokatif: "Selamat Angkatan Udara Pakistan. Seluruh Rakyat Pakistan sangat bangga dengan kalian."

Iklan

Mayor Jenderal Asif Ghafoor, juru bicara militer Pakistan, menyatakan pilot jet tempur India yang selamat kini dalam tawanan anak buahnya. Menurutnya, sang pilot kini diperlakukan sesuai "norma-norma etis kemiliteran."

Kementerian Informasi Pakistan merilis video yang menunjukkan pria yang diduga sebagai pilot pesawat tersebut. Mata pilot tersebut ditutup kain. Tubuhnya berdarah-darah. Kepada tentara musuh yang mengepungnya, pria itu mengaku sebagai Abhi Nandan, dengan pangkat wing-commander.

India membenarkan salah satu jet tempur mereka hilang. Delhi juga mengakui pilot pesawat tempur tersebut ditawan. Dalam penyataan yang sama, mereka balik mengklaim sukses menembak jatuh satu jet tempur Pakistan dalam pertempuran udara—penyataan ini dibantah Pakistan.

Lebih jauh, Pakistan mengatakan serangan yang mereka lancarkan Rabu lalu adalah cara menunjukkan kepada India kalau pihaknya memiliki kemampuan mempertahankan diri. Serangan itu juga dimaksudkan buat mencegah India melancarkan agresi ke wilayah mereka, "dengan dalih apapun, kapanpun mereka mau."

Pakistan menyatakan serangannya ditujukan pada target nonmiliter. Pun, serangan tersebut dilakukan setelah mereka terlebih memberi peringkatan agar tak menimbulkan korban jiwa di kalangan militer dan sipil India, serta memperburuk situasi. "Kami tak ingin memicu perang," kata Ghafoor.

Apa lacur, India terlanjur menyangsikan keterangan resmi militer Pakistan. Negeri Sungai Gangga mengklaim target serangan Pakistan adalah sejumlah instalasi militer India.

Iklan

Lalu Apa Sih yang Terjadi Sehari Sebelum Jet Tempur Ditembak Jatuh?

India sebenarnya sudah mengantisipasi serangan balik Pakistan, setelah jet tempur mereka melancarkan serangan udara ke kawasan Pakistan, Selasa (26/2) dini hari. Insiden itu menjadi serangan udara pertama yang dilancarkan India terhadap Pakistan sejak 1971. Detail tentang yang benar-benar terjadi hari itu masih diperdebatkan.

Kedua pihak sepakat jet tempur India terbang hingga dekat Balakot, kota perbatasan bebas militer yang dikuasai Pakistan. Militer India mengaku hanya menyerang kamp pelatihan Jaish-e-Mohammed, kelompok teroris yang tertanggung jawab atas serangan terhadap konvoi militer India.

Serangan udara Selasa lalu diklaim militer India menewaskan “banyak anggota milisi tersebut." Di sisi lain, pihak Pakistan menyatakan jet tempur India berhasil dipukul mundur, sehingga terpaksa menjatuhkan bom di daerah terbuka.


Tonton dokumenter VICE soal konflik sengit di perbatasan India-Pakistan yang tak kunjung bisa damai puluhan tahun:


Hubungan antara India dan Pakistan menegang, akibat aksi seorang pelaku bom bunuh diri menewaskan 42 anggota pasukan paramiliter pada 14 Februari di Pulwama, Kashmir. Pemboman itu disinyalir dilakukan anggota kamp pelatihan Jaish-e-Mohammed. Pakistan menyangkal keterlibatannya dalam aksi teror tersebut.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Sejak merdeka, India dan Pakistan berulang kali terlibat konflik skala kecil memperebutkan Kashmir. Setelah ada insiden pesawat jatuh, kedua negara buru-buru menegaskan niat mendingikan situasi guna menghindari konflik yang lebih besar.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengaku berusaha berdialog dengan India dan mendesak agar kedua negara "berpikir dengan tenang."

Iklan

"Saya telah mengatakan pada rekan saya di India bahwa kami harus lebih bijaksana dalam situasi seperti ini,” ujarnya dalam sebuah pidato yang ditayangkan televisi. Khan menegaskan siap bekerja sama dengan India untuk menjaga keamanan di wilayah Kashmir dan bersatu padu melawan terorisme. Adapun, Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj menyakinkan bahwa pihaknya akan bertindak “dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian.”

"India tak ingin situasi yang berkembang menjadi lebih buruk," ujar Swaraj. Ketegangan antara Pakistan dan India memaksa Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan resmi. Rabu lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa dirinya sudah bicara dengan Menteri Luar Negeri Kedua negara dan meminta mereka untuk “bertindak dengan hati-hati dan sebisa mungkin menghindari eskalasi konflik.”

"Saya juga menyarankan kedua Menteri Luas Negeri agar mendahulukan dialog dan menghindari aktivitas militer,” ujarnya.

Ketegangan antara kedua negara memaksa Pakistan menutup ruang udaranya. Sedangkan di India, sejumlah bandar udara terpaksa ditutup sementara.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News