The VICE Guide to Right Now

Alat Tato dari Masa 2.700 Tahun Lalu Ditemukan, Bahannya Tulang Manusia

Arkeolog menemukannya di kawasan Oseania. Menurut perkiraan pakar, proses tato di masa prasejarah amat menyakitkan.
11.3.19
Foto perkakas tato tertua dalam sejarah ditemukan di Tonga
Foto perkakas tato tertua dalam sejarah dari arsip ANU (kiri) dan Griffith University (kanan) 

Pada 1963, empat bilah perkakas tulang berlumur tinta, lengkap dengan wadah tintanya, ditemukan di Pulua Tongatapi, Kepulauan Tonga. Para ilmuwan yang menemukannya waktu itu mengenalinya sabagai alat tato purba. Sayang, teknik radio karbon yang tersedia waktu itu tak bisa mengungkap usia perkakas ini.

Setelah 56 tahun berselang, para ilmuwan akhirnya berhasil menyimpulkan bila alat dari tulang ini beradal dari masa 2.700 tahun lalu. Dengan demikian, ini adalah alat tato tertua pernah ditemukan sepanjang sejarah manusia.

Iklan

Dipimpin arkeolog Geoffrey Clark dari Australian National University dan Michelle Langley asal Griffith University, tim ilmuwan menyatakan empat bilang alat tato itu terbuat dari kerangka burung lalu dan tulang manusia.

"Karena tak ada lagi mamalia yang lebih besar dari manusia di Pulau Tongatapi dan karena tulang manusia lebih digemari sebagai bahan pembuat sisir tato, kami percaya kemungkinan besar sebagian alat tato itu disusun dari tulang manusia," ungkap Dr. Langley kepada ABC.

Professor Clark menambahkan bahwa di kawasan Tongatapi tengkorak dan kerangka manusia kerap digali dari kuburan. Adapun, kegiatan merajah tubuh dianggap sebagai cara berkomunikasi dengan roh nenek moyang.

Sisir tato pada dasarnya adalah pisau yang dibuat dari tulang yang diasah. Sebelum digunakan, sisir tato dicelupkan dalam tinta. Baru setelah itu, ujungnya ditekan ke permukaan kulit.

Menurut Geoffrey Clark ini adalah "teknik merajah tubuh yang khas dari dari kawasan Oseania." Clark menegaskan perkakas tato kuno ini tak jauh berbeda dari alat rajah modern.

Clarke sudah pernah merajah tubuhnya perkakas kuno ini. Menurutnya, "saat ujung tulang itu ditekan-tekankan ke kulit, rasamya sakit sekali."

Bukti tertua budaya rajah badan manusia bisa ditelusuri hingga 5.000 lalu seperti tampak dalam mumi Mesir dan Otzi—mumi lelaki yang hidup antara 3400 - 3100 sebelum masehi yang secara alami diawetkan oleh es—Italia.

Sayangnya, tak satupun perkakas tato dari masa itu yang selamat. Alhasil, empat bilah sisir tato dari Oseania didampuk sebagai alat tato tertua dalam sejarah manusia. Meski demikian, apakah teknik penggunaan sisir tato ini memang berasal dari Oseania masih terus diperdebatkan karena bisa saja teknik itu dibawa ke Oseania lewat proses migrasi manusia prasejarah.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.