Persoalan Sosial

Sapi Bebas Berkeliaran di Jalan Menewaskan Para Pengendara Motor di India

Adanya aturan pemerintah yang berlebihan melindungi sapi—hewan suci bagi penganut Hindu—membuat insiden amat sering terjadi.
10.4.19
Sapi Bebas Berkeliaran di Jalan Menewaskan Para Pengendara Motor di India
Foto ilustrasi sapi bebas berkeliaran di jalanan India via Pxhere.com

Bulan lalu, rekaman video singkat viral di Internet. Video itu menampilkan seorang pengemudi motor yang menabrak sapi di Bhubaneshwar, kawasan timur India. Newsflare, situs video online yang populer di Negeri Sungai Gangga, membagi cuplikan “kejadian mengerikan" serupa pada 1 Maret lalu. Kali ini kejadian dipicu seekor kerbau yang menghindar dari kerumunannya, bertabrakan dengan seorang pengemudi motor.

Iklan

Laki-laki tersebut pingsan dan terjatuh ke jalanan. Beberapa warga yang terkejut buru-buru keluar rumah membantunya. Pengendara nahas ini, yang namanya belum diketahui, menghabiskan tujuh hari berikutnya dalam keadaan koma di ICU rumah sakit setempat. Ketika akhirnya sadar, para dokter menyatakan kondisinya masih "kritis".

Ini bukan pertama kalinya konflik antara hewan dan manusia mencuat di India. Macan dan macan tutul sudah sering mengganggu pemukiman warga (dan karena itu sering dibunuh). Begitu juga kasus serangan gajah dan buaya yang dianggap mengancam penduduk. Tapi ancaman sapi agak berbeda, sebab ada undang-undang perlindungan sapi. Massifnya penutupan puluhan rumah jagal dan 50.000 toko daging di berbagai negara bagian konservatif, menyebabkan sebagian besar “sapi suci” ini bebas menghancurkan lahan pertanian.

Kasus macam ini paling marak di Negara Bagian Uttar Pradesh di utara India. Pemerintah setempat melawan upaya lembaga di tingkat nasional untuk mencap sapi liar dengan barcode. Perda-perda perlindungan sapi itu terutama dimunculkan negara bagian yang dikuasai Bharatiya Janata, partai konservatif Hindu nasionalis yang menguasai India sejak 2014. Kita harus ingat, sapi adalah hewan suci bagi penganut Hindu.

Di saat bersamaan, karena tak lagi produktif secara ekonomis untuk pertanian, sapi jantan atau kerbau, cenderung dibiarkan berkeliaran di jalanan India. Populasi kerbau liar di India, berdasarkan sensus terakhir pada 2012, dilaporkan mencapai 5,2 juta ekor.

Iklan

Bila data sensus tersebut dapat diandalkan, persoalan kerbau atau sapi liar sebetulnya telah menjadi isu keamanan publik. Terutama bagi pengemudi motor di kota-kota kecil, seperti yang sudah disebut sebelumnya. Kecelakaan mengerikan macam ini berulang kali terjadi.

Misalnya, pada 31 Maret 2019, di kota Amritsar, ruas jalan sempit tersumbat dan memicu kemacetan parah setelah empat kerbau “ganas” menghalangi para pengemudi. Meskipun terdapat tiga gaushalas (tempat penampungan sapi) di daerah tersebut, kecelakaan serupa terus terjadi. Beberapa bulan lalu, seekor kerbau liar dilaporkan membentur bajaj di tengah jalan. Pada akhir tahun lalu, kota Meerut dikabarkan melihat “ kerbau mengamuk” yang menewaskan satu orang dan melukai tiga orang.

Perlu diingat, kekerasan melibatkan sapi sejak lama merupakan bagian dari kebudayaan India. Terutama saat digelar tradisi Jallikuttu yang kontroversial, yang menghebohkan India pada 2017 setelah larangan festival tersebut dicabut.

Festival ini jadi kontroversial karena prosesinya melibatkan kekerasan ekstrem. Seekor kerbau dilepaskan di antara kerumunan peserta yang berusaha mengendalikannya. Festival ini dilaporkan memicu kematian 50 manusia sejak 2008.

Di bawah rezim BJP, perlindungan sapi dan kerbau makin rutin dijadikan proyek nasional untuk menarik simpati pemilih Hindu. Partai ini mungkin tidak membahas perlindungan sapi dalam manifestonya menjelang pemilihan 2019 mendatang.

Tetapi mengingat sikap “militansi melindungi sapi” yang dianut partai tersebut, setidaknya sudah tercatat ada 44 kematian dan 280 kasus orang cedera, akibat lebih dari 100 insiden terkait sapi dan kerbau selama tiga tahun terakhir.

Tanpa perubahan sikap dari politikus, India akan terus bermasalah dengan sapi.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India