Sekte Sempalan

Aparat Cina Memburu Anggota Sekte Yang Meyakini Yesus Tinggal di AS

Media milik pemerintah Tiongkok menyebut kelompok keagamaan 'Eastern Lightning' sebagai "aliran paling berbahaya."

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.

Pernah mendengar gereja 'Eastern Lightning' alias Cahaya Timur? Belum? Maka izinkan kami memperkenalkannya pada pembaca sekalian.

Pengikut Eastern Lightning percaya Yesus bereinkarnasi menjadi seorang perempuan etnis Cina, yang sekarang tinggal di New York. Kelompok ini mulai disorot media lantaran terlibat kasus penculikan massal dan pembunuhan brutal di McDonald's di Cina pada 2014. Kini sekte yang mempercayai kiamat sudah dekat ini kembali disorot, dengan adanya investigasi selama enam bulan oleh polisi dan jaksa dari Cina. Sekte ini, yang juga dikenal berkat pendirian Church of Almighty God, adalah satu dari 14 kelompok religius yang dilarang pemerintah Cina. Aparat Tiongkok melancarkan penggerebekan sporadis serta menjalankan operasi-operasi bawah tanah demi memberantas kelompok ini. Dalam penggerebekan pada 25 Juli lalu, Kepolisian di Kota Changxing, Provinsi Zhejiang, menangkap 18 anggota sekte Cahaya Timur. Penggerebekan ini dilaporkan oleh media resmi milik pemerintah Cina, yang menggambarkan kelompok ini sebagai "sekte agama paling berbahaya" di negeri itu. Sekte ini muncul pertama kali dekade 90'an. Pendirinya adalah mantan guru Fisika, kelompok ini dianggap oleh pejabat lokal sebagai gerakan religius non-ortodoks baru yang paling serius dan memiliki banyak pengikut di Cina dalam waktu singkat. Emily Dunn dari University of Melbourne, menulis disertasi doktoralnya membahas Eastern Lighting. Dunn bilang kelompok ini dikaitkan dengan laporan-laporan pembunuhan dan pemukulan, dan pelecehan seksual, serta pencucian otak anggota-anggotanya. Yang paling buruk, lima anggotanya memukuli seorang perempuan sampai mati dalam sebuah restoran cepat saji McDonald's di Zhaoyuan, Provinsi Shandong, pada 2014. Insiden itu terjadi ketika anggota Sekte Cahaya Timur sedang berupaya merekrut anggota baru. Acaranya berlangsung di salah satu meja McDonald's. Korban menolak untuk memberikan nomor ponselnya, lalu mereka menyerang perempuan malang tersebut, menuduhnya sebagai "roh jahat." Dakwah utama Eastern Lightning adalah Yesus telah kembali ke Bumi dalam wujud seorang perempuan Cina. Perempuan itu bersiap menghakimi manusia di akhir zaman. Tak sekadar itu, anggota Cahaya Timur didoktrin oleh para pemimpinnya, bahwa mereka sedang terjebak dalam pertarungan hidup-mati melawan Partai Komunis Cina, yang mereka sebut sebagai "naga merah besar." Status sekte ini sebagai gerakan bawah tanah, membuat banyak orang kesulitan menerka jumlah total anggota mereka sesungguhnya. Setidaknya kelompok ini diketahui beroperasi dalam komunitas-komunitas diaspora Tionghoa di seluruh dunia. Dunn memperkirakan kelompok ini memiliki ratusan ribu hingga sejuta anggota. Di Cina, Cahaya Timur semakin membesar tiap tahun. Pemicunya adalah popularitas gaya hidup beragama di negara itu satu dekade belakangan. Keinginan warga Tiongkok memeluk agama tertentu, mendorong populasi Kristiani mencapai 70 juta orang saat ini. Sebagian besar pemeluk Kristen di Tiongkok bergabung dengan gereja-gereja Protestan independen. Sangat sedikit justru yang mengikuti denominasi Kristiani resmi. Gereja macam itu kerap disebut "gereja rumahan". Anggotanya berkumpul tanpa izin pemerintah dalam rumah-rumah atau gedung milik pribadi. Cahaya Timur hanya satu dari sekian gereja independen Tiongkok.

Dunn bilang, dalam proses perekrutan jemaatnya, Eastern Lighting awalnya sulit dibedakan dari "gereja rumahan" yang lebih ortodoks. Dampaknya, mereka mudah mendapatkan pengikut baru karena kesannya ajaran mereka sama belaka seperti sekte Kristen lainnya. Cahaya Timur seringkali berupaya mengkooptasi keseluruhan kongregasi gereja yang sudah mapan ke dalam jaringan mereka. Metodenya diduga menggunakan bujukan, pemerasan, dan ancaman, untuk menjerat pemimpin-pemimpin "gereja rumahan" dan memaksa mereka untuk bergabung pada sekte. Salah satu contoh kasusnya terjadi pada 2002, kala 35 pemimpin "gereja rumahan" dari kelompok evangelis China Gospel Fellowship diculik berturut-turut di sejumlah kota di seluruh negeri oleh anggota Cahaya Timur, dalam upaya terencana untuk menyerap gerakan tersebut masuk ke sekte mereka. Aparat Cina telah mengeluarkan peringatan bagi pastur dan petinggi gereja agar mewaspadai ancaman sekte Cahaya Timur yang menyasar jamaah mereka. Di Hong Kong, kelompok-kelompok evangelis mengawasi ketat upaya-upaya agen Eastern Lighting mengubah keimanan anggota-anggota mereka. Seorang pastor asal Hong Kong, yang tidak ingin namanya disebut, berkata pada VICE News dia pernah diserang oleh anggota-anggota Eastern Lighting setelah mereka mendekatinya di kantor. "Awalnya mereka berpura-pura memperkenalkan diri sebagai utusan gereja rumahan, tapi saya langsung sadar mereka adalah Eastern Lighting," ujarnya. "Ketika saya keluar untuk mengambil kamera untuk memotret mereka, [anggota Eastern Lightning] jadi sangat kasar pada saya." Ketika VICE News menghubungi perwakilan Church of Almighty God di AS untuk mengomentari penyelidikan baru-baru ini dan untuk mengomentari tuduhan-tuduhan terhadap kelompok tersebut, salah satu anggota menanggapi dengan link-link video. Rekaman gambar itu menjelaskan perlakuan Partai Komunis Cina terhadap pengikut Eastern Lightning. Dia juga mengeluhkan pemberitaan media massa yang berat sebelah terhadap pengikut sektenya. "Orang-orang yang waras tahu kok bahwa pembunuhan di Zhaoyuan, provinsi Shandong, adalah alasan CCP (Partai Komunis Cina) untuk dengan sengaja menjebak Church of Almighty God dan meluncurkan penggerebekan terhadap gereja-gereja bawah tanah, terutama Church of Almighty God," kata salah satu petinggi sekte dalam sebuah video, yang membandingkan insiden tersebut dengan pembantaian Tiananmen Square. Insiden McDonalds adalah contoh pejabat Beijing memakai dalih demi mengekang musuh-musuh politik mereka. "Umat Kristiani sebenarnya dari Church of Almigthy God, tidak akan melakukan hal ilegal, dan mereka semua adalah orang-orang baik dan jujur." Eastern Lighting barangkali salah satu gerakan pseudo-Kristiani China yang paling ditekan. Namun pertumbuhan sekte di Cina punya riwayat panjang. Pertengahan abad ke-19, Pemberontakan Taiping dimulai saat pejabat Cina menindak sekte milenium yang dipimpin Hong Xiuquan. Hong percaya bila dirinya adalah adik kandung Yesus Kristus. Akibat pemberontakan sekte Kristen sempalan ini, setidaknya 20 juta orang terbunuh.