media sosial dan privasi data

Kacaukan Datamu Dulu Biar Facebook Bingung, Baru deh Hapus Akun

Kalau kamu paham coding, kamu bisa menggunakan script yang dapat berulang kali mengubah postinganmu di Facebook menjadi tidak jelas, yang dapat menyulitkan situs media sosial ini untuk mengumpulkan data pengguna.
3.4.18

Ajakan menghapus akun Facebook melalui tagar #DeleteFacebook semakin ramai digaungkan sejak santernya skandal Cambridge Analytica. Sayangnya, Facebook masih menyimpan cache data yang masih bisa digunakan meskipun kamu telah melakukan berbagai hal untuk menghapus akun. Apabila kamu paham coding, ada baiknya untuk mengganti semua datamu dengan hal-hal tidak jelas sebelum menghapus akun.

Kevin Matthew, mantan system administrator yang memiliki perusahaan bangun situs, membagikan script buatannya yang dapat mengubah postingan Facebook menjadi tidak jelas yang dihasilkan secara acak. Dengan sedikit pengetahuan coding, kamu bisa menggunakan script ini untuk mengubah berulang kali semua postingan Facebookmu dalam beberapa bulan terakhir, dan membuat sebagian besar datamu tidak dapat digunakan (meskipun ini tidak berlaku pada data yang sudah dikumpulkan oleh pihak ketiga, seperti Cambridge Analytica yang diduga memperoleh akses ke data pengguna). Matthew mengatakan scriptnya hanyalah bukti konsep, karena bisa saja melanggar persyaratan layanan Facebook jika melakukan ini (kamu sudah tahu risikonya).

Iklan

“Saya sudah menjadi system administrator sejak 20 tahun lalu, dan semua orang memiliki kebijakan menyimpan dan mencadangkan data,” kata Matthew lewat telepon. “Facebook memiliki sumber daya tak terbatas. Saya hanya bisa membayangkan bagaimana data-data itu dikumpulkan dan disimpan.”

Script Matthew akan membuka postingan Facebook secara otomatis untuk menyunting dan mengubahnya dengan teks yang dihasilkan secara acak. Apabila pengguna menjalankan script sampai 100 atau 1000 kali pada semua data-data Facebook selama beberapa bulan, tindakan ini diharapkan bisa menyulitkan algoritma Facebook dalam mengambil data yang bisa digunakan untuk membuat profil Anda, termasuk kecenderungan politik dan orientasi seksual Anda.

“Segala informasi pribadi bisa digunakan untuk menciptakan profil pengguna tanpa sepengetahuan mereka,” kata Matthew. “Jika data bisa dikacaukan, setidaknya bisa memosisikan kita sebagai end user.”

Meskipun sejauh ini ia hanya membuktikan konsep posting, Matthew mengatakan masih ada kemungkinan membangun script yang sama untuk mengacaukan sisa data Facebookmu, seperti melacak situs web mana yang pernah kamu kunjungi dengan membiarkan script menjelajahi ribuan situs acak saat kamu masuk ke akun. Agar script ini lebih mudah diakses oleh non-coders, sangat mungkin untuk membuat aplikasi berbasis desktop yang akan menjalankan semua script bagi pengguna kebanyakan.

Kami tidak tahu seberapa jauh riwayat data Facebook di penggunanya digali, dikumpulkan dan dicadangkan, tetapi ini bisa menjadi solusi untuk tetap menggunakan Facebook sebelum kamu menghapus akun untuk selamanya. Tujuan utama Matthew yaitu untuk meningkatkan kesadaran publik dan menyoroti bahwa AS dan Kanada hampir tidak memiliki hukum virtual “hak untuk dilupakan”, sesuatu yang berguna untuk melindungi hak pengguna dan mengizinkan mereka menghapus data jika ingin meninggalkan situs. “Mungkin dampaknya tidak besar secara global, tapi ini bisa memulai pembahasan tentang pelindungan privasi kita,” kata Matthew. “Jika saya memutuskan menghapus data untuk selamanya, maka saya berhak untuk melakukannya.”