10 Pertanyaan Penting

Sepuluh Pertanyaan yang Ingin Kamu Tanyakan Kepada Seorang Cenayang

"Setelah arwah itu keluar dari tubuh saya, guru saya bilang saya baru saja kerasukan Albert Einstein, dan ngomong lewat tubuh saya selama tujuh menit nonstop. "
26.9.18
Photo courtesy of Eva Mendonça

Eva Mendonça adalah seorang cenayang yang mengaku bisa melihat arwah orang mati. Eva menyadari punya kemampuan itu saat bekerja menjadi pembaca kartu tarot. Sejak saat itu, Eva memutuskan untuk mengasah kemampuan cenayangnya di Arthur Findlay College of Spiritualism, Essex.

Jujur sih, saya selalu skeptis tentang segala hal yang berbau spiritual. Saya baru percaya sesuatu kalau sudah ada bukti empirik yang susah ditampik. Tapi, biarpun saya skeptis, saya juga orang yang gampang terusik rasa penasaran. Alhasil, ketika seorang teman memperkenalkan saya ke Eva, saya langsung mengajaknya ngobrol tentang kemampuan cenayangnya, seperti apa dunia arwah itu sebenarnya, siapa saja selebritas yang sudah mati yang pernah dia ajak ngobrol atau apakah ada faedahnya kalau orang tahu masa depan mereka nanti.

Iklan

VICE: Sebenarnya cenayang itu definisinya gimana sih?
Eva: Seorang cenayang mutlak harus punya kemampuan untuk berkomunikasi dengan dunia spiritual. Tugas kami adalah menjadi penghubung manusia dengan dunia spiritual.

Kamu beneran bisa lihat arwah orang yang sudah meninggal dan ngobrol dengan mereka?
Pastinya dong. Tapi seringnya, saya merasakan keberadaan mereka dalam batin saja. Mereka memberi segala macam informasi dan ngobrol langsung dengan saya, tapi bukan seperti kita ngobrol sekarang ini. Tiap kali saya “ngobrol” dengan arwah seseorang, saya merasa seperti sudah kenal lama dengan dia. Di kalangan cenayang, ini disebut "pengetahuan batin."

Kapan kamu sadar punya kemampuan cenayang?
Dulu, waktu saya masih bekerja sebagai pembaca kartu tarot. Saya sedang menjalani satu sesi dengan pelanggan saya. Tiba-tiba, saya mendengar bisikan suara batin yang meminta saya menghentikan segala kegiatan dan memusatkan perhatian. Beberapa saat kemudian, saya membuka mata. Di depan saya, duduk seorang perempuan dengan pakaian hitam-hitam tengah menggendong bayi. Insting saya langsung mengatakan itu adalah ibu pelanggan saya. Saya bertanya-tanya, kok saya bisa tahu segala sesuatu tentang perempuan asing ini. Terus, bagaimana caranya dia berkomunikasi dengan saya tanpa menggunakan lima panca indera kita.

Saya sadar punya kemampuan merasakan arwah dari dunia lain. Dari situ, saya mendalami dunia cenayang dengan lebih detail lagi—bahkan sampai pindah ke Inggris biar bisa belajar di Arthur Findlay College of Spiritualism. Pertamanya sih, saya takut tapi sekarang sudah enggak. Intuisi itu salah satu bagian alami dari manusia kok.

Iklan

Pernah jatuh cinta sama arwah kamu temui?
Untungnya sih belum. Saya juga belum tahu kalau hal semacam itu bisa bener-bener kejadian. Makanya, penginnya jangan sampai kejadian ke saya deh. Kalau kita sampai jatuh cinta sama arwah dari dunia lain, kayaknya bakal rumit deh. Oh ya, perempuan yang menyadarkan kalau saya bisa jadi cenayang itu pernah mengunjungi saya di London. Dia bilang dia ikut kemana pun saya pergi. Dia juga bilang saya bisa mengandalkan dirinya kalau ada apa-apa. Kayaknya sih, ibu ini suka saya karena anaknya memakai jasa saya untuk membaca tarot. Saya juga sayang ibu itu walaupun enggak pernah bertemu di dunia nyata semasa dia hidup.

Pernah ngobrol dengan arwah orang terkenal?
Saya sekali-kali ngobrol dengan selebritas saat masih kuliah di Arthur Findlay, tepatnya pas kami belajar menyatukan diri kita dengan arwah—sebuah teknik yang memungkinkan arwah merasuki tubuh kita dan menggunakannya sebagai medium. Saya ternyata bisa melakukannya. Begitu arwah itu merasuki saya, kontrol saya atas tubuh hilang. Satu-satunya yang saya ingat adalah kalimat pertama yang diucapkan arwah itu: “Ada sebuah gaya elektromagnetik, manusia menyebutnya cinta.”

Setelah arwah itu keluar dari tubuh saya, guru saya bilang saya baru saja kerasukan Albert Einstein, dan dia ngomong lewat tubuh saya selama tujuh menit nonstop.

Misalkan saya ketemu beberapa cenayang berbeda, mereka bisa meramalkan hal yang sama enggak sih?
Enggak. Cenayang tuh enggak bisa melihat satu gambaran besar yang sama. Masing-masing dari kami punya, istilahnya, kanal yang spesifik. Pendeknya, kami punya cara berkomunikasi dan menerima informasi yang berbeda-beda.

Iklan

Kamu bisa merasakan sesuatu dari seseorang yang kebetulan lewat depan kamu?
Bisa! Intuisi cenayang saya bisa aktif kapan saja, tapi saya meredamnya sebisa mungkin biar saya bisa hidup normal. Tapi selalu saja bocor. Misalnya, saya tahu seorang perempuan bakal hamil bahkan sebelum perempuan itu sendiri menyadarinya.

Kamu bisa memprediksi masa depan kamu sendiri?
Saya kadang dapat firasat tentang diri saya sendiri. Bentuknya bisa berupa pikiran acak yang saya ucapkan keras-keras. Tapi, apa yang saya lihat masih kabur dan saya jarang melakukannya. Di waktu-waktu tertentu, saya membaca tarot untuk mengambil keputusan yang tepat, misalnya apakah saya harus mengambil paket liburan mahal atau tidak. Cuma biasanya sih, saya enggak mau melihat masa depan saya sendiri.

Menurut kamu mendingan tahu masa depan kita kayak gimana atau jalani hidup saja tanpa peduli masa depan kita kayak gimana?
Nah ini alasan kenapa saya malas menerawang masa depan sendiri. Ada hal yang lebih baik tetap jadi misteri, seperti apakah hubungan yang baru kita mulai bakal langgeng atau putus di tengah jalan. Masalahnya, kalau kamu tahu apa yang terjadi di masa depan, kamu bisa saja mengubah jalan hidup kamu dan kamu enggak pernah tahu apa keputusan yang kamu ambil tepat atau sebaliknya. Tapi di sisi lain, kalau kamu bisa menghindari keputusan-keputusan yang bakal bikin kamu menyesal, kenapa enggak?

Ada hal yang berbau spiritual yang enggak kamu percaya?
Saya enggak percaya pada nabi palsu dan konsep-konsep yang kaku soalnya dunia ini selalu berubah dan hanya matematika yang menawarkan kebenaran absolut. Saya juga enggak percaya pada orang yang memaksakan kepercayaannya pada orang lain—apalagi kalau dia seorang cenayang. Contohnya, kalau saya melihat bahwa seseorang bakal menderita kanker, saya cuma menganjurkan dia pergi ke dokter. Cenayang lain mungkin langsung bilang kalau dia bakal terjangkit kanker, padahal bukan tugasnya mendiagnosa penyakit orang.

Iklan

Saya enggak tahan pengin nanya ini: kamu bisa merasakan sesuatu tentang diri saya enggak sih?Eva: Agak susah kalau lewat telepon. Tunggu sebentar ya…kamu punya saudara laki-laki? VICE: Saudara perempuan sih.
Eva: Nah itu dia. Kalian tinggal jauh dari satu sama lain. VICE Saya tinggal di Barcelona. Dia di Madrid.
Eva: Informasi yang saya terima bilang kalau ada kesamaan pada kalian berdua. Kamu dan saudara perempuanmu seperti lahir sebagai sebuah paket. Kalian berdua punya keterikatan yang kuat. Jarak boleh memisahkan kalian, tapi kalian tetap hidup berdampingan. Kalau tentang kamu, aku merasa kamu itu orangnya selalu positif dan cenderung bisa membuat semua situasi jadi lebih sederhana. Kelemahan kamu terletak di emosi—kamu orangnya sensitif jadi kadang kamu sering terbawa emosi. Bukan hal yang buruk sih, cuma perlu dilatih saja. Okay, sekarang saya merem dan melihat kereta api. VICE: Saya memang mau ke Madrid beberapa minggu ke depan. Mungkin naik Kereta. Selain itu, rumah saya di Barcelona ada di seberang stasiun kereta.
Eva: Mungkin itu penyebabnya. Sekarang kamu ngerti kan cara peramal bekerja? Tadi aku cuma minta informasi imej yang kamu mudah kenali kok.


10 Pertanyaan Penting adalah kolom VICE Indonesia yang mengajak pembaca mendalami wawancara bersama sosok/profesi jarang disorot, padahal sepak terjangnya bikin penasaran. Baca juga wawancara dalam format serupa dengan topik dan narasumber berbeda di tautan berikut:

10 Pertanyaan Penting Buat Penjaga Konser yang Selama Ini Bikin Kamu Jiper

10 Pertanyaan Ingin Kalian Ajukan Pada Caddy Golf Perempuan

10 Pertanyaan Penting yang Ingin Kamu Ajukan Untuk Pawang Harimau