Tren Kebangkitan Seleb Terlupakan di Medsos
ilustrasi oleh Ben Thomson
SBS VICELAND

Tren Kebangkitan Seleb Terlupakan di Medsos

Sosok bintang yang sudah redup karirnya berupaya kembali relevan di medsos. Mereka memparodikan dirinya sendiri di Youtube atau Instagram. Akankah tren ini berlanjut?
30 Agustus 2017, 8:46am

Simak serial 'What Would Diplo Do?' di SBS VICELAND

Kalian masih ingat siapa James Van Der Beek? Mungkin cuma samar-samar. Dia salah satu aktor utama di serial Dawson's Creek yang tayang akhir dekade 90'an. Di serial itu, Van Der Beek memang kurang beruntung dapat peran pria yang enggak hot-hot amat. Atau, kalaupun kamu enggak sempet nonton serial ini, minimalnya tampang Van Der Beek bisa kamu temui di beberapa meme yang banyak beredar di internet.

Kamu juga bisa mengenal Van Der Beek sebagai dirinya sendiri, atau versi Van Der Beek yang suka mencela dirinya sendiri yang dia perankan dalam serial Don't Trust the B in Apartment 23. Kehidupan tragis namun kocak yang dialami Van Der Beek setelah Dawson's Creek berakhir, terutama egonya yang menjadi-jadi ketika justru status bintangnya sudah mulai dilupakan orang, adalah inti dari serial itu. Sayangnya serial Don't Trust the B in Apartment 23 dicancel padahal kemunculan Van Der Beek sangat menghibur sekumpulan penonton yang dulu pernah memuja hingga rela memasang poster Van Der Beek di kamar mereka.
Kamu mungkin menggangap pemujaan akan Van Der Beek berlebihan. Tapi, jangan sekali-kali merendahkan ketenaran Van Der Beek dua dekade lalu.

Popularitas Van Der Beek memang melorot dengan cepat apalagi Dawson's Creek tak lagi jadi referensi tontonan muda-mudi zaman sekarang. Tapi, ini bukan cuma dialami Van Der Beek. Pola yang sama dilakoni oleh puluhan bintang remaja di seluruh dunia. Pernah dengar nama Jason Priestley? Pasti enggak kan.

Okay kembali Ke Mas Van Der Beek. Meski dia terus bekerja keras agar tetap nongol di layar kacar setelah kejayaan Dawson's Creek lewat—lewat peran-peran kecil di serial macam C riminal Minds, One Tree Hill atau How I Met Your Mother—Van Der Beek jelas enggak bisa meniru prestasi Leonardo DiCaprio yang mampu naik tahta dari bintang remaja yang kurang diperhitungkan hingga jadi salah satu aktor yang paling disegani di seantero Hollywood. Sadar tak bisa melakukan ini, Van Der Beek banting stir dan melakukan hal yang tak terduga: dia malah ngambil peran-peran yang enggak serius, makin konyol dan malah sering menertawai dirinya sendiri.



Beek menertawakan segala macam cara culun yang dilakukan mantan bintang remaja untuk menjaga dapur ngebul—mulai dari bikin clothing line hingga jadi bintang iklan minum energi dari Jepang—Van Der Beek membentuk karakternya dalam Don't Trust the B dengan menggali masa lalunya agar bisa kelihatan relevan saat ini. Van Der Beek sukses melakukan sesuatu yang tak mampu dikerjakan oleh mantan bintan remaja yang kini mengais-ngais peran di film-film direct-to-TV. Untungnya karena Van Der Beek berani menunjukkan sisi pecundang dan kebetulan aslinya memang kocak, apa yang dilakukannya membuahkan hasil.

Bagi aktor yang bisa dengan gampang dianggap "enggak relevan", mengambil peran yang secara sadar meledek dirinya sendiri—entah tulus atau enggak—bisa jadi asa terakhir bagi mereka. Ketika peran-peran keren dan berbayaran mahal enggak datang lagi, telepon dari agen makin langka, mantan bintang remaja ini harus mengerjakan sendiri pekerjaan-pekerjaan kehumasan. Bagi Van Der Beek, sebuah video pendek YouTube yang mengolok-olok orang yang bikin Mazor Lazer menyadarkan orang bahwa mantan bintang Dawson's Creek ini punya banyak jadi stand up komedian yang nyinyir yang sadar banget zeitgeist masa kini. Video tersebut berubah menjadi taynangan SBS VICELAND What Would Diplo Do? Dalam acara ini, Van Der Beek bermain sebagai diplo tanpa sekalipun berusaha menyakinkan penontonnya. Van Der Beek memang tak sedang berperan sebagai Diplo. Van Der Beek hanya bermain sebagai dirinya yang sedang berperan sebagai Diplo. Berbekal dua kelakar—meme mewek Van Der Beek dan meme muka Diplo bengong—serial ini sangat menarik untuk ditonton.

Diplo, yang di kehidupan nyata atau dalam fiksi kelihatan bego abis dan—seperti yang digambarkan dengan sempurna oleh Rihanna—enggak punya selera, sejatinya adalah produser What Would Diplo Do?. Fakta seorang DJ terkenal memandang sebuah tontonan yang terus menerus mengolok-oloknya sebagai sebuah celah untuk meluaskan karir, bukannya sebagai titik rendah hidupnya adalah tanda sebuah kejeniusan tersendiri. Mirip seperti Van Der Beek, Diplo sadar betul bahwa kunci agar tetap relevan dalam dunia hiburan adalah kesadaran akan status, termasuk ketika status seorang sedang nyusruk

Meski kecenderungan ini kesannya adalah fenomena zaman internet, pesohor sadar status muncul mendahului kanal-kanal curhat seperti Instagram, Twitter dan YouTube. Tayangan reality show awal 2000an yang dibintangi pesohor kelas B yang mati-matian tetap relevan memberikan gambaran bahwa mantan bintang-bintang ini masih tetap menjual, meski popularitasnya sudah anjlok. Dalam tayangan macam The Anna Nicole Show, So Notorious dan Newlyweds, Anna Nicole Smith, Tori Spelling, Jessica Simpson mengikhlaskan momen-momen memalukan dalam kehidupannya pasca tak lagi terkenal jadi bahan tertawaan. Tapi, mereka tahu faedah ini semua: membuat mereka tetap relevan.

Walau kemudian Simpson dan kawanannya jadi bulan-bulanan tabloid gosip, sebenarnya tak ada yang salah jadi mantan pesohor mati-matian yang tetap relevan. Malah, ini mungkin cara paling cerdas untuk mempertahankan popularitas, terutama di zaman ketika Gywneth Parltrow jualan paket perawatan kulit seharga $2000 dengan dalih ingin dekat dengan penggemarnya. Demi menjaga relevansinya, para selebriti mau melakukan beragam cara. Ada yang melakukan hal-hal konyol di Saturday Night Live dan berpura-pura mengerti becandaan di dalamnya.

Silakan lihat bagaimana Chris Pine bernyanyi tentang betapa banyak lelaki bernama Chris di Hollywood. Atau Michael Cera yang jadi dirinya sendiri, seperti yang kita kenal, di This is the End. Dalam salah satu episodenya, Cera bahkan rela digambar Rihanana—yang kemungkinan adalah orang paling sadar status dari semua orang lainnya, terkenal atau enggak. Atau kamu juga bisa lihat Chris Martin (atau Mariah Carey, atau Harry Styles, atau Katy Perry atau Ed Sheeran) yang berusaha terlihat normal agar relevan dalam episode Carpool Karaoke yang menggelikan.

Dalam banyak kasus, sikap blak-blakan bisa jadi hal paling artistik yang bisa dilakukan seorang aktor atau standup comedian. Terutama kalau mereka adalah pria kulit putih yang problematis. Formula ini dimanfaatkan dengan baik dalam dalam dua serial: Louie-_nya Louis CK dan _Curb Your Enthusiasm yang ditukangi oleh Larry David. Kedua serial ini menawarkan kepribadian yang nyebelin dari lakon utama. Ironisnya, Makin nyebelin mereka—ke istri atau pacar, kepada teman-temannya atau bahkan pada pelayanan di restoran—karakter ini malah makin menarik.

Menyadari status adalah cara untuk minta maaf yang pas, menyindir diri sendiri adalah cara yang efesien untuk minta dikagumi sementara mengakui kesalahan cara paling mudah menghapus kesalahan itu.

Intinya, ada hikmah penting yang bisa dipetik oleh mantan bintang remaja yang ingin kembali relevan: olok-olok dirimu sendiri di internet dan perjuangan kalian menuju kesuksesan bakal lebih mudah.

Follow Kat di Twitter