Potret Tradisi Lathmar, Upacara Suci di India yang membolehkan perempuan memukuli laki-laki
Semua foto oleh penulis.
Travel

Kami Menghadiri Lathmar, Tradisi Suci di India Saat Perempuan Bebas Memukuli Laki-Laki

Setiap tahun, ribuan orang berkumpul di kota kecil Barsana, India untuk menyaksikan tradisi kuno laki-laki yang menyanyikan lagu tak pantas dan perempuan yang memukuli mereka.
22.3.19

Ribuan orang berkumpul di halaman yang sebenarnya hanya cukup menampung ratusan orang. Mereka semua diselimuti serbuk warna-warni. Mulai dari merah muda, ungu hingga kuning. Kain warna-warni yang dikenakan para perempuan menutupi wajah. Mereka memegang tongkat kayu besar dan ‘mengancam’ sekelompok lelaki yang bersembunyi di bawah perisai.

Para lelaki melontarkan pernyataan provokatif yang terdengar tak pantas sama sekali. Saya tak tahu apa yang dirasakan perempuan di sana, tetapi mereka terus memukuli para lelaki itu. Pukulannya hanya main-main saja, dan orang-orang di sekitar bersorak-sorai melihatnya. Penonton memotret setiap momen dengan ponsel mereka, tetapi sambil sibuk menutupi ponsel agar tidak terkena semprotan serbuk atau air.

Saya berada di kota kecil Barsana di Mathura, Negara Bagian Uttar Pradesh. Peristiwa ini adalah bagian dari perayaan Holi—festival umat Hindu yang menandakan kedatangan musim panen. Perayaan ini juga menjadi simbol budaya, bahwa kebaikan akan selalu menang.

Sembari menggenggam serbuk warna-warni, mengonsumsi bhaang ki goli dari ganja, dan bermain pichkaris (pistol air) adalah hal yang biasa dilakukan di seluruh India saat perayaan Holi pada 21 Maret. Namun, perayaan di sini sedikit berbeda.

Iklan

Mereka merayakan Lathmar Holi (lathmar secara harfiah artinya adalah ‘memukul dengan tongkat’). Tradisi ini berdasarkan pada mitologi yang mana lelaki akan menyanyikan lagu-lagu provokatif dan menggoda perempuan. Para perempuan lalu akan membalasnya dengan memukul mereka pakai tongkat. Tradisi ini dianggap menghidupkan legenda Hindu kuno.

Menurut legenda, Dewa Krisna (dewa yang sangat dihormati dalam agama Hindu) datang dari Nandgaon untuk bermain Holi bersama kekasihnya Radha di Barsana. Krisna sering menggoda teman-teman kekasihnya yang gopis (gembala sapi). Karena kesal, mereka mengusir Krisna dengan memukulnya pakai tongkat.

Tradisi ini terus dilakukan sejak itu, dan acara tahun ini dibagi menjadi dua fase dalam jangka waktu enam hari. Meskipun suasana yang saya rasakan saat itu adalah pesta pora, pestanya tidak begitu menyenangkan. Dengan slogan bura na mano, Holi hai (jangan kesal, sekarang sedang Holi)’, festival ini pernah berujung insiden pelecehan seksual di masa lalu.

Di sini, saya juga melihat orang-orang yang berdiri terlalu dekat dari turis yang menyaksikan festival, dan berseru “Radhe Radhe!” untuk menutupi niat mereka sesungguhnya dengan dalih agama. Saya laki-laki, tapi saya disarankan agar tidak menyaksikan perayaannya sendirian. Budaya ‘menggoda’ yang provokatif ini meragukan, tetapi merajalela dalam semangat Holi.

Bagi para perempuan yang tinggal di sana, tradisi ini mungkin telah diinternalisasi dalam pikiran mereka, sehingga tidak perlu menanyakan maksud sebenarnya perayaan ini dibuat.

Terlepas dari aspek-aspeknya yang gelap, hal positifnya yaitu perayaan ini sangat inklusif. Meskipun Barsana adalah kota kecil, orang dari segala jenis kelamin, golongan dan kasta diperbolehkan menghadiri festivalnya. Hal ini sangat penting agar mereka bisa berbaur dengan mereka yang berbeda.

Iklan

Simak foto-foto dari perayaan Lathmar yang kami datangi di bawah ini.

lathmar holi india

Para perempuan membuat kelompok sebelum Lathmar Holi dimulai. Mereka berkelompok untuk menyanyikan lagu-lagu rakyat dan menari bersama.

lathmar holi

Menghidupkan legenda Hindu yang menceritakan tentang Dewa Krisna yang sering mengunjungi desa Barsana, tempat tinggal Radha, pada waktu itu. Dia suka menggoda gopis (gembala sapi perempuan) di sana.

lathmar holi india

Sebelum upacara dimulai, digelar pertunjukan Ram Leela yang dilakukan penduduk (pertunjukan rakyat dramatis yang menceritakan kehidupan Sri Rama).

lathmar holi india

Warga dari segala jenis kelamin, golongan dan kasta bisa mengikuti Holi, yang kemudian menjadi semacam pemeringkat.

lathmar holi india

Ribuan turis berkumpul di Mathura setiap tahun untuk menyaksikan jenis perayaan Holi yang berbeda.

lathmar holi india

Seorang perempuan menodongkan tongkatnya ke kerumunan laki-laki.

1553081383959-7

Lathmar makna harfiahnya adalah ‘memukul dengan tongkat’.

lathmar holi india

Mereka yang ikut upacara ini berantem untuk bersenang-senang.

lathmar holi india

Festivalnya penuh warna, rusuh, sekaligus menggambarkan keragaman budaya India.

Follow Aurobindo Sengupta di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India.