Higienis

Penelitian: Kalau Bisa Jangan Pernah Makan Masakan Sudah Dihinggapi Lalat Deh

Lalat itu jauh lebih nyebelin, jorok, dan membawa biang penyakit serius di luar dugaan. Tapi jangan terlalu parno juga sih.
30.11.17
Foto ilustrasi dari akun flickr Radu Privantu.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES.

Kalau pas kecil sering nonton kartun, kamu pasti akrab sama adegan pelanggan restoran komplain pada pelayan karena ada lalat di sopnya. Kita ngerasa si pelanggan lebay deh. Ternyata tindakannya patut didukung, setidaknya menurut para ilmuwan. Berdasarkan penelitian terbaru, lalat menyebarkan bakteri jauh lebih menjijikan dari yang kita semua sangka sebelumnya.
Sekelompok peneliti dari Penn State’s Eberly College of Science menggunakan pengurutan DNA demi mempelajari mikroba yang ditemukan di tubuh, kaki, dan sayap lalat. Mereka menemukan betapa lalat kotornya bukan main. Lebih dari 350 bakteri ditemukan di tubuh lalat, termasuk bakteri E. coli dan salmonella yang biikin manusia jatuh sakit. Sementara jenis lalat lainnya mengandung Helicobacter pylori, tipe bakteri yang menyebabkan infeksi pencernaan. “Orang-orang punya bayangan ada pathogen yang terkandung dalam lalat tapi tidak paham seberapa parahnya hal ini dan sejauh mana biang penyakit itu bisa tersebar,” ujar Dr. Donald Bryant, profesor biokimia dan biologi molekular di Penn State. “Kita percaya bahwa hal ini mungkin menunjukkan mekanisme atas transmisi pathogen yang terlewatkan oleh pejabat publik bidang kesehatan.” Seratus enam belas lalat yang diteliti dihimpun penelitian ini berasal dari tiga benua berbeda, dalam keadaan urban, rural, dan alami. Para peneliti memelajari bahwa sayap dan kaki serangga ini dipenuhi bakteri “paling beragam,” yang sebaiknya kita ingat lain kali kita melihat lalat hinggap di makanan kita. “Hal ini akan membuat kalian berpikir dua kali soal memakan bolu yang udah dilaletin,” ujar Bryant. Menurut lembar fakta lalat yang disiapkan Department of Entomology, Penn State, lalat-lalat sebelumnya diketahui mentransmisi lebih dari 60 jenis penyakit pada manusia, termasuk disentri, kolera, anthrax, dan tuberculosis. Kok bisa? Ya jelas karena mereka menjijikan. Lalat-lalat ini merupakan spesies lalat bangkai, itu berarti makanan mereka termasuk “tinja, nanah dari luka, dahak, dan […] ikan, telur, dan daging basi.” (Penting pula dicatat bahwa 15 jenis lalat yang mengangkut Helicobacter pylori ditemukan di Brazil; para peneliti percaya bahwa mereka menemukannya dari situs limbah terbuka atau toilet luar ruangan.) Jadi, apa yang bisa kamu lakukan supaya lalat tidak hinggap di makananmu? Ya, makan aja di dalam ruangan. Seandainya kamu kekeuh pengin makan di luar ruangan, Bryant menyarankan kalian tidak piknik di taman-taman perkotaan, melainkan ke hutan asli sekalian. Meski penelitian ini penting dan bikin mual, kita sebaiknya tak usah panik berlebihan. Soalnya, pasti kita pernah setidaknya sekali memakan masakan yang dihinggapi lalat. Nyatanya kita masih baik-baik saja, kan? Anggap aja gitu deh. Demi menenangkan hati.