Teori Bumi Datar

Seorang Pria Nekat Terbang dengan Roket yang Disponsori Kaum Bumi Datar

Sebenarnya, grup yang ngasih dana ke Hughes untuk menyelesaikan roketnya itu rugi. Di ketinggian 2.000 kaki lengkung Bumi belum terasa. Intinya, Hughes enggak bakal lihat pojok Bumi yang katanya terbuat dari Es itu.
23.11.17
Foto: Mad Mike/Facebook

"Mad Mike” Hughes tak percaya ilmu pengetahuan, tapi itu tak menghentikannya membuat sebuah roket dari besi rongsokan di waktu senggangnya. Sabtu depan ini, Hughes berencana menaiki roket ini dan meluncurkannya ke angkasa demi menegaskan statusnya sebagai seroang daredevil. Tapi, kalau kamu lihat lambang di roket buatan Hughes, kamu pasti langsung tahu kalau ini ajang promosi sebuah grup bernama Research Flat Earth, yang mendanai nyaris setengah biaya pembuatan roket. Yang menarik, ini bukan kali pertama Hughes -yang mendaku dirinya sebagai “reality show berjalan”- meluncurkan roket amatir. Januari 2014 lalu, pria ini berhasil meluncurkan roket pertamanya, meski dirinya harus ditarik dari badan roket setelah mendara. Penyebabnya? Beliau lelah karena tak terbiasa didera gaya gravitasi yang sangat besar. Dalam peluncuran Sabtu depan, Hughes menargetkan bisa memecahkan catatan rekor ketinggian yang dia capai sebelumnya, 1.374 kaki (setara 418 meter). Hughes direncanakan akan terbang di atas Amboy, sebuah kota hantu di kawasan California dan berharap bisa mencapai kecepatan 500 mil (804 km) per jam saat roketnya melesat ke angkasa. Roket buatan Hughes digerakkan dengan tenaga uap. Alhasil, roket tersebut akan dibekali 70 galon air yang berfungsi sebagai bensin. Seperti yang dikutip oleh NBC, biaya pembuatan roket Hughes mencapai $20.000 (setara Rp270 juta), hampir $8.000 (setara Rp108 juta) didapatkan dari patungan anggota grup Research Flat Earth. Belum jelas, keuntungan macam apa yang didapatkan dari grup tersebut. Kalaupun, mereka berharap kalau peluncuran ini bakal menabalkan keyakinan mereka bahwa Bumi ini sesungguhnya gepeng, rasanya mereka bakal kecewa.

Pasalnya, roket buatan Hughes hanya ditargetkan mencapai ketinggian 2.000 kaki (609 meter) dan lengkung Bumi belum terlihat bahkan ketika sebuah pesawat terbang di ketinggian antara 30.000 (9.114 meter) sampai 40.000 kaki (12.912 meter) di atas permukaan Bumi. Jadi, dapat dipastikan bila dalam peluncuran Sabtu depan Hughes tak akan menemukan hal yang aneh dari kokpit roketnya. Dalam perkara membuat roket amatir Hughes tak sendiri. Copenhagen Suborbitals adalah grup amatir pembuat roket berawak. Yang membedakan mereka dari Hughes adalah wahana yang mereka rancang sudah dikerjakan selama hampir satu abad. Roket buatan Copenhagen Suborbitals dirancang untuk terbang sampai di orbit rendah Bumi. tak seperti Hughes, anggota Copenhagen Suborbital meyakini perkembangan ilmu pengetahuan dan sampai sejauh ini bisa dikatakan sukses dengan program-program roket mereka. Hughes berencana akan terbang dengan roketnya Sabtu Sore nanti. Meski Hughes secara spesifik melarang kita menonton prosesi peluncuran roket ini (demi alasan keselamatan, katanya), kita toh tetap bisa melihat aksi nekat Hughes lewat link livestream ini.

“Kalau kamu enggak takut mati, kamu gila,” ujar Hughes pada NBC. “Ini jelas bikin saya takut banget, tapi kita kan ujung-ujungnya bakal mati. Aku cuma ingin melakukan tindakan luar biasa yang tak bisa dilakukan orang lain. Sebelumnya, tak ada seorangpun dalam sejarah manusia yang bisa mendesain, membangun dan meluncurkan sekaligus menaiki roketnya sendiri.”