Ilmu hitam

Massa di Malawi Bantai Orang yang Dituduh Vampir

Perburuan vampir ilmu hitam ini diperkirakan bakal menelan lebih banyak korban. Persis isu dukun santet di Indonesia.
22.10.17
Pedagang daging di Pasar Blantyre, Malawi, foto diambil 10 Juli 2017. Foto oleh Siphiwe Sibeko/Reuters

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.

Gerombolan massa Malawi membunuh dua orang yang diduga sebagai vampir Kamis lalu—insiden terbaru dari sederetan penyerangan aneh yang sudah merenggut nyawa enam orang semenjak September.

Kepercayaan akan ilmu sihir tersebar luas di Malawi, salah satu negara termiskin di dunia. Sebuah laporan dari Departemen Keselamatan dan Keamanan PBB yang diulas oleh Reuters awal bulan ini menyebutkan bahwa rumor tentang kehadiran vampir bermula di negara tetangga, Mozambik. Tidak jelas mengapa rumor ini awalnya muncul.

Menjangkitnya tindakan kekerasan yang berhubungan dengan rumor vampir membuat PBB menarik staf mereka keluar dari distrik selatan Malawi pada awal bulan. Beberapa LSM di area tersebut juga secara sengaja menarik keluar staf mereka ketika para penduduk desa mulai memasang penghalang jalan untuk menangkap vampir-vampir ini.

"Distrik-distrik ini telah sangat terpengaruh oleh kisah-kisah penghisapan darah dan kemungkinan eksistensi vampir," tulis laporan PBB.

Pemerintah Malawi juga akhir-akhir ini menerapkan jam malam, mulai dari pukul 7 malam hingga 5 pagi waktu setempat dalam rangka mencegah aksi kekerasan terkait vampir. Presiden Peter Mutharika mengatakan bahwa isu ini "sangat mengkhawatirkan" bagi pemerintahannya.

Kekerasan massal Kamis lalu terjadi di Blantyre, kota terbesar kedua di Malawi. Juru bicara polisi Malawi mengatakan ke Reuters bahwa gerombolan massa "menyiksa seorang pria pengidap epilepsi berumur 22 tahun di Chileka, dan seorang pria lain dilempar batu hingga mati…setelah dituduh seorang vampir."