Pemanasan Global

Selandia Baru Berencana Menumpas Populasi Domba Gemar Kentut

Para ilmuwan di negara itu membiakkan hewan yang tak gampang kentut demi mengurangi emisi gas rumah kaca.
8.6.18
Shutterstock

Tahu tidak kalau ternak yang melepaskan gas merupakan penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca? Faktanya, dalam artikel di The Conversation, Maria Herrero — Kepala Riset Pangan, Industri, dan Lingkungan (CSIRO)—melaporkan “sekitar 1,6-2,7 miliar ton gas rumah kaca setiap tahunnya, kebanyakan metana, diproduksi dari pencernaan ternak.” Hewan ternaknya yaitu sapi, kambing, babi, ayam, dan domba.

Kejadian ini melanda New Zealand, wilayah dengan populasi kambing melebihi manusia yaitu tujuh banding satu. Tahun lalu, majalah The Economist mengungkapkan sepertiga dari kontribusi New Zealand terhadap pemanasan global datang dari gas metana ruminansia atau kentut hewan ternak.

Karena itu, para ilmuwan dari Invermay Agricultural Centre di Mosgiel memutuskan untuk membiakkan domba yang memproduksi kurang dari 10 persen metana lewat kentutnya. Proyek ini dipimpin oleh ilmuwan senior dan ahli genetika kuantitatif Suzanne Rowe dari perusahaan riset pertanian AgResearch.

Dia menjelaskan kepada ABC kalau mereka butuh tiga generasi pembiakkan untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Awalnya mereka menggunakan 100 anak domba yang dikelompokkan dalam peternakan yang tergantung pada produksi gasnya.

Bagaimana caranya mereka menghitung metana dari kentut domba? Mereka mengurung domba di dalam kandang yang tertutup rapat selama 40 menit sampai satu jam untuk mengakumulasi jumlah emisi.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia.