Mata Uang Kripto

Kecanduan Dagang Bitcoin Ternyata Jadi Masalah Kesehatan Serius Lho

Kalau enggak dengar istilah hodl, rekt, atau BearWhale sehari aja, pengidapnya merasa stres. Kasus kecanduan trading kayak gini sudah tercatat di Skotlandia lho.
31.5.18
Salah satu koin Bitcoin yang dibuat simbolis untuk pameran di Dortmund, Jerman, Februari 2018. Foto oleh Ina Fassbender/Associated Press.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News

Terlalu sering berdagang mata uang kripto bisa memicu kecanduan akut. Ini bukan guyonan lho. Kesimpulan tadi datang dari pakar kesehatan dan psikologi yang menangani kasus kecanduan di Skotlandia.

Contoh kasus yang sedang ditangani bisa kita tengok di Castle Craig, fasilitas penangangan kecanduan akut di Skotlandia yang sudah berpengalaman 30 tahun. Biasanya, pasien di Castle Craig datang akibat kecanduan narkoba, alkohol, atau berjudi. Kini, mereka yang stres akibat tak bisa lepas dari Bitcoin ikut meminta bantuan. Lokasi fasilitas medis ini ada di pinggiran Kota Edinburgh, dikelilingi pepohonan dan suasana alam. Pasien yang kecanduan Bitcoin diperlakukan seperti mereka yang selama ini tak bisa lepas dari kebiasaan berjudi.

Iklan

Salah satu pakar yang mengangani kecanduan trading Bitcoin adalah Chris Burn. Dia menyatakan berdasarkan beberapa orang yang dia tolong, gejala-gejala psikologis yang mereka alami sudah sama seperti para penjudi akut.

"Trading Bitcoin tanpa henti selalu menerbitkan rasa gembira dan sensasi lepas dari realitas. Sensasi itu muncul baik ketika mereka untung maupun rugi besar saat menjual Bitcoin," kata Burn.

Bitcoin adalah salah satu mata uang kripto yang paling terkenal. Publik jadi familiar dengan Bitcoin karena nilai tukarnya melonjak drastis tahun lalu. Mata uang virtual ini sebetulnya sudah ada sejak 2011, tapi ketika pertama kali muncul nilainya cuma setara kurang dari US$5. Pada Desember 2017, secara tiba-tiba mata uang digital ini melonjak nilai tukarnya menjadi US$20 ribu, membuat kaya raya para pemiliknya.

Sejak kabar itu mencuat, orang awam yang berminat trading Bitcoin turut bertambah. Tanpa pengetahuan memadai, mereka melakukan investasi nekat demi meraih untung besar. Coinbase mencatat, ketika harga sedang tinggi-tingginya, keanggotaan trader aktif di forum online ini dari seluruh dunia mencapai 13 juta orang. Masalahnya, seperti mata uang manapun, nilai tukar Bitcoin naik turun. Sejak 2018, kecenderungan nilai tukarnya terus anjlok, memicu kerugian besar bagi investor atau trader dadakan yang gabung belakangan hanya demi meraih laba.


Tonton dokumenter Motherboard soal tambang Bitcoin rahasia di Cina yang kucing-kucingan dari pemerintah:


Bukan cuma orang awam yang mengalami kerugian besar-besaran ketika trading Bitcoin. Dua bersaudara Tyler dan Cameron Winklevoss, konglomerat yang dikenal publik karena ikut mengongkosi Facebook di tahun-tahun awal pengembangannya dan kemudian berseteru sama Mark Zuckerberg. Mereka dilaporkan ikut buntung saat berdagang mata uang kripto. Total kerugian yang dialami Winklevoss bersaudara akibat anjloknya nilai Bitcoin tahun ini nyaris mencapai US$1 miliar.

Berdasar pengamatan tenaga medis di Castle Craig, pasien-pasien yang datang tidak bisa lepas dari keinginan meraih sensasi berdagang Bitcoin. Tak peduli mereka untung ataupun buntung. Intinya, pengidapnya sama sekali tidak bisa berhenti barang setengah hari saja, tanpa memantau layar komputer untuk melihat progress harga Bitcoin.

Burn dan rekan-rekannya mencoba membantu pengidap kecanduan Bitcoin dengan metode 12 langkah yang khas untuk menangani berbagai kecanduan akut. Sejauh ini, metode tersebut efektif mengurangi kebiasaan pasien yang merasa harus banget memantau pergerakan harga Bitcoin.

Rata-rata pasien yang datang ke fasilitas kecanduan itu menjadi ketergantungan setelah kehilangan banyak uang saat trading Bitcoin. Mereka punya obsesi untuk rebound, alias bisa berbalik untung ketika nilai tukar mata uang kripto itu membaik.

Castle Craig saat ini menerima permintaan penanganan kecanduan dari ratusan orang di seluruh dunia. Tidak cuma Skotlandia saja. Berdasarkan laporan MarketWatch, ternyata kebutuhan dan kesadaran bahwa berdagang Bitcoin memicu kecanduan sudah banyak disadari orang. Baik itu kalangan trader sendiri atau keluarganya. Namun belum jelas, apakah program penanganan kecanduan Bitcoin serupa akan direplikasi fasilitas medis negara lain.