Perkawanan

Jangan Termakan Citra di TV, Remaja Cowok Lebih Gampang Nge-geng Dibanding Cewek Lho

Intinya, enggak usah termakan stereotipe geng cewek seperti film AADC ya.
31.7.18
Still from Mean Girls

Menurut steretipe yang umum dipercaya orang dan dtegaskan berulang-ulang sejumlah film tentang kehidupan anak SMA—salah satunya tentu saja, Ada Apa Dengan Cinta, cewek cenderung gampang banget bikin geng. Mereka bikin mading bareng di ruangan OSIS, nonton basket bareng bahkan saat salah satunya ditemani gebetannya, bikin buku harian yang diisi bareng-bareng, hingga ngelabrak pemenang lomba puisi yang sok keren enggak mau menerima hadiahnya dan mengalahkan Cinta, protagonis film itu. Pria remaja sebalik lebih kalem dan jarang mau rempong bikin geng-geng kecil macam Cinta dan teman-temannya itu.

Ternyata stigma tersebut keliru. Menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh London School of Hygiene & Tropical Medicine, cowok ternyata lebih gampang ngegeng dibandingkan cewek.

Uniknya, penelitian ini tak menjadikan kehidupan SMA yang dramatis sebagai fokus utamanya. para ilmuwan di London School of Hygiene & Tropical Medicine awalnya mencoba menjelaskan bagaimana infeksi penyakit menyebar dalam sebuah sekolah.

Iklan

"[Sekolah] adalah lahan persemaian penyakit yang baik,” ungkap Dr Clare Wenham, salah satu peneliti utama dalam riset tersebut. Alhasil, para peneliti mencari tahu berapa orang yang secara konsisten berkomunikasi dengan satu orang siswa SMA dalam satu tahun. Guna mendapatkan tersebut, mereka meminta 460 siswa kelas 7 untuk menyebutkan enam orang yang selalu mereka ajak nongkrong setiap hari selama enam bulan terakhir. Demi memastikan bahwa penelitian mereka mencakup seluruh kelas sosial yang ada, peneliti memusatkan penelitiannya di empat sekolah dengan latar belakang sosioekonomi yang berbeda.

Temuannya? Pelajar laki-laki di kelas 7 cenderung nongkrong dengan segelintir orang saja. Sebaliknya, siswi kelas 7 memiliki "lingkup perkawanan yang lebih luas dan cair."


Tonton video aktor Chicco Jerikho berbagi cerita seram dari masa kecilnya:


Dengan demikian, temuan ini meruntuhkan stereotip bahwa cewek nongkrong dengan teman-teman terdekatnya saja. Padahal, dalam prakteknya, perkawanan antara cewek lebih longgar dan bisa melampui sekat-sekat kelas dan kantin sekolah. Ini jelas menggembirakan pasalnya gambaran perkawanan antar cewek dalam budaya cenderung picik dan merugukan, padahal sebenarnya beragam dan kaya akan nuansa.

Namun, kita tak bisa menyikapi dengan saklek, bahwasanya, cewek lebih pintar berkawan dari cowok. BBC pernah melaporkan bahwa psikoloh Dr Terri Apte pernah berkata, "Menurut hasil sejumlah penelitian, perkawanan antara anak-anak lagi lebih langgeng sementara perkawanan antar anak perempuan lebih tak stabil. Imbasnya, anak perempuan merasakan tekanan untuk memiliki kawan ‘cadangan,’ untuk berjaga-jaga bila perkawanan dengan teman terbaiknya mengalami masalah. Lebih dari itu, mereka juga merasakan tekanan sosial untuk bersikap ramah dengan orang-orang yang sebenarnya bukan kawan mereka dibanding anak laki-laki."

Kendati "tak stabil" bukan kata sifat yang menggambarkan kualitas positif suatu pertemana, sejatinya ada bagusnya punya banyak kawan. Termasuk dengan mereka yang berada di luar lingkaran pertemanan kita. Tiap kawan akan punya fungsi khusus pada kondisi-kondisi yang spesial juga. Sebaliknya, berkawan-kawan dengan orang yang itu-itu saja akan membuat pertemanan terasa kelewat membatasi. Plus, kalau teman-teman satu gengmu sepakat menyingkirkanmu, rasa pedihnya bakal berlipat.

Mungkin, sekarang waktunya para pembuat film menulis ulang stereotipe tentang perkawanan antara cewek.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D