Skandal Korupsi

Menolak Ditangkap Polisi Karena Korupsi, Mantan Presiden Peru Pilih Bunuh Diri

Dia dijemput polisi di rumah pribadi, lantas minta izin menelepon. Di saat itulah, Alan García menembak kepalanya sendiri.
Menolak Ditangkap Polisi Karena Korupsi, Mantan Presiden Peru Alan García Pilih Bunuh Diri
Alan García, mendiang presiden Peru, saat mendatangi kantor jaksa agung untuk pemeriksaan tahun lalu. Foto oleh Ernesto Benavides/AFP 

Polisi menjemput Alan García, mantan presiden Peru, di kediamannya pada Rabu (17/4) siang waktu setempat. Kepada aparat, dia minta diizinkan menelepon sejenak, lalu kembali menutup pintu rumahnya. Tak berapa lama, polisi mendengar suara tembakan. Polisi bergegas masuk, tapi García sudah terlanjur rebah di salah satu ruangan dengan kepala tertembus peluru yang dia tembakkan sendiri.

García hendak dicokok aparat karena berbagai dugaan korupsi selama memerintah, termasuk menerima suap dari pengusaha. Polisi segera membawa García ke rumah sakit pusat Ibu Kota Lima, tapi dokter gagal menyelamatkannya. Presiden Peru Martín Vizcarra mengumumkan tewasnya García’s sore itu juga

Iklan

García, 69 tahun, menjabat sebagai presiden Peru selama kurun 1985 hingga 1990. Dia menjabat lagi pada 2006 hingga 2011. Bukan hanya bukti suap yang sudah dikantongi polisi. Aparat sudah menemukan aliran pencucian uang melibatkan García, serta berbagai korupsi memanfaatkan perusahaan pelat merah. García mengikuti daftar panjang pemimpin Amerika Latin—mulai dari Brasil hingga Chile—yang harus berurusan dengan hukum setelah tak lagi menjabat karena tersandung skandal korupsi.

Kasus yang membuatnya dijemput polisi adalah dugaan García menerima suap dari Odebrecht, perusahaan konstruksi asal Brasil untuk memuluskan kontrak US$800 juta membangun jalan, bendungan, jembatan, dan berbagai infrastruktur lain di seluruh wilayah Peru. Hingga sebelum akhirnya nekat bunuh diri, García menampik sudah menerima suap. Berbagai tudingan, serta dokumen yang dimiliki polisi, hanya spekulasi.

"Saya tidak pernah menjual integritas saya," ujarnya lewat cuitan.

November 2018, García sempat mengajukan permintaan suaka politik kepada pemerintah Uruguay. Suaka itu diajukan karena Mahkamah Agung Peru menetapkan pencekalan García bepergian ke luar negeri.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News