Covering Climate Now

Waspada Kawan, Kepulauan di Indonesia Mulai Tertimbun Sampah

Pemerintah menggelar operasi pembersihan sampah, termasuk plastik, di Kepulauan Seribu. Hasilnya, 40 ton sampah terangkut tiap hari. Itu baru di Kepulauan Seribu, pulau lain nasibnya enggak jauh beda.
Pemulung di TPA Bantar Gebang
Pekerja pengolah sampah di Tempat Pembuangan Akhir Bantar Gebang. Sumber foto: Wikimedia Commons

Pemerintah mengirimkan 260 petugas kebersihan ke sejumlah di Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pekan lalu. Tuas mereka membersihkan sampah yang menumpuk di pesisir pulau-pulau tersebut.

Sejauh ini, lebih dari 40 ton sampah berhasil dikumpulkan saban harinya. Angka ini tentu mencemaskan karena artinya Kepulauan Seribu secara harfiah terkepung sampah.

Kepulauan ini adalah salah satu daya tarik turis lokal atau internasional yang berkunjung ke Jakarta. Menurut Yusen Hardiman, kepala suku dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, sampah yang berhasil dikumpulkan petugas sebenarnya berasal dari tempat lain dan terbawa ke kawasan Kepulauan Seribu melalui aliran sungai di musim hujan, seperti dikutip kantor berita Agence France-Presse.

Iklan
1543594053036-jakarta-map

Kepulauan Seribu (kiri) di pesisir utara Jakarta, mengalami masalah sampah serius. Petugas kebersihan mengangkut 40 ton sampah tiap hari. Sumber gambar: Google Maps

Sekalipun jumlah sampah yang dikumpulkan oleh pekerja sanitasi pekan ini terbilang sangat mencengangkan, kenyataannya masalah sampah macam ini tak cuma dijumpai di Kepulauan Seribu semata.

Saat ini, Indonesia tercatat sebagai negara penghasil sampah laut nomor dua di dunia, hanya kalah dari Cina. Tak mengherankan jika genangan sampah di lautan adalah masalah umum yang dihadapi negera kita. Awal tahun ini, BBC melaporkan bahwa anggota TNI dikerahkan untuk mengatasi penyumbatan aliran sungai akibat sampah plastik. Sebelumnya, Bali ditetapkan sebagai kawasan "darurat sampah" setelah satu pantainya dipenuhi sampah.

Seperti yang dipaparkan secara rinci dalam artikel The Conversation pada 2017 , permasalahan sampah plastik di Indonesia muncul lantaran minimnya peraturan komprehensif tentang bagaimana plastik seharusnya diproduksi dan dibuang. Parahnya lagi, pengetahuan tentang cara mengolah sampah plastik dengan benar belum banyak diketahui 264 juta penduduk Indonesia.

Pemerintah Indonesia bukannya berpangku tangan mengenai masalah ini. Dua tahun lalu, pajak terhadap kantung plastik dinaikkan. Sayangnya, niat baik itu belum menampakkan dampak yang signifikan dalam usaha mengurangi sampah plastik.

Tahun lalu, Indonesia menjanjikan anggaran sebesar Rp14,2 triliun untuk mengurangi sampah laut hingga 70 persen pada 2025. Sebagain dana ini akan diwujudkan dalam bentuk operasi pengumpulan sampah seperti yang tengah digalakkan di Kepulauan Seribu saat ini dan Kampanye meningkatkan kesadaran warga Indonesia akan masalah sampah.