Kapal Pesiar Dengan Ribuan Penumpang di Jepang Dikarantina Gara-Gara Virus Corona

Sejauh ini 135 penumpang positif terinfeksi virus corona. Jumlahnya bisa bertambah, dan mereka yang terjebak mengalami mimpi buruk.
12.2.20
Kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Yokohama pada 10 Februari 2020. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Sekitar 3.700 penumpang kapal pesiar Diamond Princess dikarantina dekat Teluk Tokyo sejak akhir pekan kemarin. Pemerintah Jepang mengonfirmasikan Senin lalu, ada 65 penumpang lainnya yang positif terjangkit wabah virus corona. Penumpang dan awak kapal akan terus menjalani proses karantina selama satu minggu ke depan.

Karantina dimulai sejak kapal pesiar tiba di Pelabuhan Yokohama, sebelah selatan Tokyo, pekan lalu. Para pejabat mendapat laporan penumpang yang turun di Hong Kong dinyatakan positif terkena jenis virus baru ini. Karantina dijadwalkan berakhir pada 19 Februari.

Kementerian Kesehatan Jepang menyampaikan sebanyak 135 penumpang Diamond Princess didiagnosis mengidap coronavirus, menjadikan wabahnya yang terbesar di luar Cina. Dilansir NPR, pasien yang mengalami gejala flu dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit dengan langkah sanitasi khusus.

Menurut New York Times, setiap harinya ada kasus baru yang diumumkan di antara penumpang dan awak kapal. Pemeriksaan pun terbatas untuk beberapa ratus penumpang yang sudah menunjukkan tanda-tanda coronavirus. NBC News melaporkan penumpang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam kabin kecil, dan bergantian keluar sebentar untuk menghirup udara segar. Sebagaimana diceritakan penumpang kepada Reuters, mereka mengusir rasa bosan dengan nonton film atau acara sulap, dan main origami.

Sementara itu, awak kapal terus menyediakan konsumsi dan akomodasi kepada para penumpang, meski beberapa telah mendesak pejabat negara masing-masing untuk mengevakuasi mereka karena khawatir ketularan.

Beberapa awak kapal positif terinfeksi coronavirus sejak karantina dimulai. Penyakit mirip pneumonia muncul pertama kali di Wuhan, Cina, akhir Desember lalu. Sejauh ini, wabahnya menelan 900 jiwa dan menyerang setidaknya 40.171 orang.

Provinsi Hubei tetap menjadi wilayah penularan terbesar, walaupun kasus coronavirus sudah dilaporkan di AS dan negara Asia lain selama beberapa minggu terakhir. Diamond Princess meninggalkan Yokohama pada 20 Januari, ketika penularannya belum mencapai 5.000 kasus di dunia. Kapal pesiar mewah ini kembali pekan lalu setelah mengunjungi Kagoshima, Hong Kong, Vietnam, Taiwan, dan Okinawa.

Perusahaan pemilik Diamond Princess di AS, Princess Cruise Lines, akan mengembalikan uang penumpang untuk biaya pelayaran, perjalanan udara, dan penginapan.

Beberapa penumpang memberi tahu New York Times, mereka mengalami masalah kesehatan seperti diabetes dan harus segera diobati. Japan Times mengungkapkan sedikitnya 1.850 penumpang meminta obat-obatan tambahan, dan pemerintah telah menyediakan 750 obat. Beberapa dari mereka sudah keluar dari kapal karena kondisi medis yang tidak terkait.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.