Holy Shit

Limp Bizkit Pernah Sangat Berpengaruh Di Kancah Musik Dunia, Sampai Gitaris Slayer Kepikiran Pensiun Saja

"Aku beneran engga ngerti kenapa band kayak gitu bisa disukai orang," kata Kerry King, sang legenda.
31.3.17

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey.

Pada 1999, Limp Bizkit punya segalanya. Mereka punya segepok hit single. Para pesohor mau dan rela jadi cameo di video klip mereka dan puncaknya mereka bisa melakukan segala macam kegoblogan yang pernah terekam dalam sejarah manusia di Woodstock '99. Di gelarang itu, saking berkuasanya Limp Bizkit, Fred Durst bisa sangat pede naik ke atas panggung, sendirian dan melakukan solo gitar—percayalah tantangan moralnya tinggi untuk menuliskan kata solo barusan—yang jelek aja enggak. Fred memungkasi aksinya dengan berteriak "SHAG MY FRIENDS TONIGHT" dan penonton menimpalinya dengan tepuk tangan riuh. Percayalah seandainya bukan Fred Durst yang melakukannya waktu itu, niscaya yang datang dari penonton bukan sambutan meriah tapi koor massal "bahlul ente!"

Iklan

Masih penasaran betapa jeleknya, solo gitar Fred Durst saat itu. Lihat sendiri deh. Videonya ada di bawah ini:

Fred Durst cs mungkin tahu betul bahwa apapun yang mereka lakukan saat itu bakal dikagumi. Yang mereka tak sadari adalah bahwa Kerry King gitaris band thrash metal legendaris Slayer—yang tentunya jauh lebih becus dalam urusan gitar solo—merasa terimbas oleh kepopuleran unit hip-metal asal Jacksonville, Florida itu. Dalam sebuah wawancara dengan UDiscovermusic yang jadi bagian dari sebuah proyek oral history thrash metal, Kerry King membeberkan kebingungan dan amarahnya yang ditujukan pada Limp Bizkit.

"Aku sudah jengah d akhir dekade 90an. Aku engga bisa ngerti kenapa Limp Bizkit bisa segede itu. Ini bikin gue mikir—aku tak bergairah bermain musik. Aku mikirnya gini, kalau begini perkembangan musik sekarang, ya udah. bodo amat. Taik kucing. Gue benci yang namanya musik."

Rasa kecewa membuat King absen dalam proses penulisan lagu dalam album Slayer yang dirilis tahun 1998, Diabolus in Musica. Keputusan King sangat beralasan mengingat album ini adalah kompromi Slayer terhadap tren nu-metal yang tengah mewabah. Rupanya King, tak sampai hati mendengar suara Tom Arraya diproses lewat vocal filter hingga mirip suara Jonathan David. Dia juga jelas tak sudi menyetem gitar dengan tuning standar C# seperti yang sering digunakan West Borland. Meski terkesan antusias dalam wawancara yang tergolong baru, King kini mengenang rap metal sebagai genre yang "terlalu funky."

Terlepas dari rasa kecewa King tentang sound rap metal, di masa jayanya Fred Durst dengan bilang "I know y'all be loving this shit right here" dan itu diamini oleh banyak penggemarnya, termasuk kita waktu itu (ayolah jangan malu, toh (pernah) menggemari Limp Bizkit bukan pelanggaran hukum). Jadi, apa salahnya kalau kita mengenang Limp Bizkit barang sebentar saja. Ambil lagi topi baseballmu, putar Break Stuff atau Nookie keras-keras.

Dan jangan lupa membalik topi baseballmu!

Phil ini pengarsip sejarah nu-metal lho. Dia bisa kalian sapa lewat Twitter.