Kisah Viral

Viral di Medsos: Perempuan Tiongkok Mutusin Pacar Karena Masakan Imleknya Tak Enak

Makanan yang disajikan ortu si cowok pas perayaan tahun baru Cina dinilai kurang memadai. Alasan putus yang epik itu segera dikomentari netizen julid di medsos Weibo.
6.2.19
Masakan pas Imlek
Sajian khas Imlek via akun Flickr Chris Devers.

 

Ada banyak alasan buat putus sama pasangan. Terutama kalau pemicunya adalah hal-hal yang memang tidak dapat dinegosiasikan: seks, agama, politik. Jarang sih putus gara-gara makanan yang rasanya tidak enak.

Tapi itulah alasan seorang perempuan di Kota Shanghai, yang ogah berurusan lagi sama pacarnya gara-gara perkara sepele. Makanan yang disajikan orang tua pacarnya pas perayaan tahun baru Imlek, kata si cewek, standarnya kurang.

Alasan putusnya segera viral. Postingan si cewek itu muncul di Weibo—medsos mirip Twitter di Cina—yang kemudian diliput jaringan online KDSlife What's on Weibo. Perempuan itu seorang pegawai bidang HRD berumur 30 tahun asal Shanghai. Awalnya kunjungan ke rumah keluarga pacarnya berjalan lancar. Mereka merayakan tahun baru di kampung halaman si cowok, di Kota Jiangxi. Sampai kemudian momen makan malam yang berakhir tragis itu terjadi.

Ini postingan si perempuan yang memantik keributan di medsos:

Iklan

"Aku pengin putus nih. Aku seratus persen orang Shanghai, lahir 1988, sekarang bekerja di departemen sumber daya manusia di perusahaan asing. Ayahku pensiun setelah bekerja di perusahaan milik negara, ibuku adalah seorang guru yang akan pensiun dalam dua tahun mendatang. Standar kehidupan kami lumayan. Sudah setahun aku pacaran sama lelaki ini. Dia bukan orang Shanghai. Dia pekerja keras dan aku suka gayanya, tapi keluarganya di kampung kurang mampu, jadi dia tidak bakalan bisa beli rumah dalam beberapa tahun ke depan. Orang tuaku kurang setuju kalau aku pacaran sama orang daerah lain, apalagi ketika dia agak miskin—itu kata ibuku. Emang sih, orang tua manapun pasti mau yang terbaik untuk anaknya sendiri. Aku masih kaget sama kejadian ini, terutama karena aku ikut ke rumah pacarku buat perayaan tahun baru Imlek setelah dia mengajakku mampir. Kalau aku enggak ikut ke kampungnya, aku enggak akan pernah tahu. Pas aku datang, aku kaget banget dong! Kayak gini doang coba makanan yang disajikan keluarganya pas malam Imlek."

Lalu dia mengunggah screenshot masakan calon mertua yang menurutnya "tidak terlalu enak dan kurang memenuhi standar buat disajikan ke tamu."

Image via Weibo

Sumber foto via Weibo

Bisa dibayangkan dong, para netizen buru-buru berkomentar melihat postingan macam itu. Bahkan sampai muncul 100.000 komentar, baik pro maupun kontra.

Si perempuan diserang beberapa netizen, dijuluki “perempuan sisa.” Kategorisasi ini merupakan kreasi media di Tiongkok untuk menyebut perempuan perkotaan berusia di atas 25 yang berpendidikan dan bekerja tapi belum menikah. Perempuan macam ini, oleh masyarakat Tiongkok, dianggap terlalu materialistis dan terlalu banyak permintaan untuk dinikahi. Netizen lain menjuluki si perempuan yang suka pilih-pilih ini sebagai “tuan putri” atau " fu er dai"—anak kaya generasi kedua.

Iklan

Ini salah satu komentar dari netizen nyinyir di Tiongkok:

"Lihat dong, di sajian itu ada ikan dan daging, calon ibu mertuamu pasti sudah berupaya keras untuk memasaknya," demikian komentar satu pengguna Weibo. "Wah, brengsek ini cewek," tulis komentator lain. "Orang tuamu enggak harus jatuh cinta dengan pacarmu. Dan kamu minta putus setelah tahu karena kondisi keluarganya. Menyedihkan."


Tonton dokumenter VICE soal tren jomblo perempuan di Cina yang mengalami diskriminasi:


Merujuk postingan lain yang dibuat perempuan ini, yang juga diposting ke akun KDS Weibo, si cewek tadi benar-benar memutuskan pacarnya. Netizen di Cina masih paham kalau dia jadi ilfil karena keluarga pacarnya miskin. Tapi alasan yang tak bisa diterima orang-orang adalah inferioritas mutu masakan keluarga pacarnya disebut-sebut—seakan keluarga mantan pacarnya tidak berusaha menjamu tamu sebaik mungkin.

"Mungkin cewek sok jadi tuan putri itu enggak sadar, kalau keluarga pacarnya pakai sumpit kayu tuh di meja,” tulis seorang pengguna Weibo. "Sumpit dari besi hanya dikasih ke perempuan ini, karena mereka mau dia menggunakan sumpit yang terbaik. Ah, emang dasar si matre bacot melulu!"

Kisah kontroversial di Tiongkok ini adalah taktik baru memenangkan hati sebagian kecil perempuan, yakni dengan membuat lidah dan perut mereka puas.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES