Berita

Ilmuwan Memprediksi Dunia Akan Kehabisan Separuh Pasokan Kopi Pada 2050

Semua itu dipicu masifnya jamur karat daun di tanaman kopi. Petani di Amerika Tengah sudah mulai mengalami gagal panen tahun lalu.
15.12.16

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.

Para ilmuwan memprediksi setengah pasokan kopi dunia akan hilang pada 2050. Pemicunya adalah hama jamur yang disebut hemileia vastatrix. Kemunculan jamur itu di lahan kopi akan menyebabkan karat pada daun kopi alias penyakit CLR.

Petani di Meksiko menjadi salah satu korban berjangkitnya karat kopi pada 2015. "Kabar itu sangat menjengkelkan karena kami mengharapkan panen bagus tahun lalu," ujar Guadalupe Avendaño yang bekerja sebagai petani kopi di Veracruz, Meksiko selama lebih dari dua puluh tahun terakhir. "Nyatanya tahun lalu adalah panen terburuk."

Karat kopi mematikan banyak tumbuhan dengan merampas nutrisi mereka. Dan pada 2014, hama tersebut telah merusak hingga tujuh puluh persen panen di Meksiko dan Amerika Tengah.

Jamur ini berabad-abad menjadi hambatan bagi petani kopi di seluruh dunia. Petani kopi di Jawa, era Hindia Belanda, sudah pernah mengalami serangan karat kopi mematikan menjelang abad 20. Biji kopi Jawa nyaris punah saat itu. Musim hujan tak menentu yang disebabkan oleh perubahan iklim global telah meningkatkan persebaran jamur musuh kopi. Hal tersebut mempengaruhi panen para petani dengan beragam cara.

"Dulu kami bisa hidup layak dari memanen kopi, tapi sekarang tidak bisa," imbuh Avendaño.