UFO

Pengalaman Menghadiri Kongres UFO Internasional

Saya datang mencari tahu kasus cahaya aneh di Kota Phoenix, Arizona. 20 tahun lalu,penduduk Phoenix yakin mengalami sesuatu yang….tak berasal dari Bumi.
1.3.17

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Puncak gunung dan apa yang terjadi di atasnya sering memainkan peranan sentral dalam mitologi peradaban manusia masa lalu. Setidaknya, gunung menunjukkan bagaimana pendongeng kisah tentang gunung memaknai dunia di sekitarnya. Peradaban Yunani Kuno punya cerita tentang gunung Olympus yang dipercaya sebagai para dewa berdiam. Umat Kristen dan Yahudi sering berkisah tentang gunung Sinia yang diyakini sebagai TKP Musa menerima wahyu dari Tuhan. Tak mau ketinggalan, Phoenix, Arizona juga memiliki gunung yang penting dalam narasi sejarahnya.

Iklan

Gunung yang dimaksud adalah Sierra Estrella—kawasan pegunungan yang banyak dipercaya oleh penduduk Phoenix pernah disinggahi UFO.

Ceritanya bermula pada 13 Maret 1997. Hari itu ratusan penduduk Arizona dari segala penjuru negara bagian itu mengaku melihat cahaya aneh di langit. Sampai sekarang, ini adalah penampakan UFO terbesar yang terekam dalam sejarah manusia. Meski sama-sama melihat cahaya aneh yang sama, detail kejadian hari itu bervariasi terganggung siapa yang tengah bercerita—ada yang percaya kejadian itu terdiri dari dua bagian yang terjadi berurutan di langit Arizona. Tak ada konsensus antara para saksi mata untuk mengatakan bahwa cahaya tersebut berasal dari luar Bumi.

Sebagai seseorang  yang telah lama tinggal di Phoenix dan mengambil posisi agnostik terhadap keberadaan UFO, kisah tentang Phoenix Light sudah berkali-kali saya dengar. Susah untuk tidak melihat inkonsistensi dan kontradiksi dalam cerita-cerita itu. Alhasil, karena kepalang bosan dengan cerita-cerita, beberapa waktu lalu saya menghadiri Kongres UFO internasional. Barangkali di sana, saya bisa menemukan kebenaran tentang penampakan UFO paling terkenal sepanjang masa.

Saban tahun, ratusan orang berkumpul di kaki pegunungan McDowell di luar kawasan Phoenix, Arizona untuk menggelar Kongres UFO. Dipimpin oleh Alejandro Rojas, seorang agen real estate dari Arizona sekaligus sosok di balik forum UFO online OpenMinds . Kongress UFO internasional pertama kali digelar pada tahun 1991. Sorotan utama Kongress UFO internasional kali ini adalah sebuah panel yang membahasa phoenix light. Panel akan tersebut bakal diisi oleh saksi mata yang ingin membagi perkembangan penyelidikan tentang Phoenix Light dalam ulang tahun kemunculannya ke-20.

Salah satu saksi mata yang hadir adalah Lynne Kitei, seorang dokter di kawasan Phoenix sekaligus orang yang barangkali kita bisa sebut sebagai pakar insiden yang terjadi pada sebuah malam 20 tahun yang lalu. Kitei telah menulis buku dan sebuah dokumenter panjang tentang Phoenix light. Kitie juga menjadi orang di balik Phoenix Lights Network, sebuah forum tempat banyak orang bertemu dan bicara tentang fenomena yang terjadi dua dekade lalu itu.

Iklan

"Saya sampai harus menunda karir medis saya selama empat tahun untuk menyelidiki Phoenix light. 20 tahun hidup saya telah dihabiskan untuk menyebarkan pengetahuan tentang Phoenix light," ujar Kitei dalam kongress. "Asal anda tahu, saya saban hari masih menerima email dari seseorang yang punya pengalaman sama, melihat Phoenix light."

Fenomena legendaris dimulai sekitar pukul 7 malam, 13 Maret 1997, ketika sekumpulan orang di kawasan barat laut Arizona melihat pesawat besar terbang melintasi langit.  Menurut National UFO Reporting Center, satu dari sedikit organisasi yang mau repot-repot mengurusi catatan resmi mengenai Phoenix light, NURC pertama kali menerima telepon lewat sambungan hotline malam itu dari seorang mantan polisi di Paulden, Arizona, kota mungil yang terletak 2 jam ke arah utara Phoenix. Lelaki itu mengaku melihat sekumpulan cahaya berwarna orange yang terbang dalam formasi berbentuk huruf V.

Menyitir laporan tentang apa yang terjadi malam itu, panggilan telepon "mambanjir" dari kawasan selatan Paulden. Ini mengindikasikan bahwa pesawat misterius itu terbang ke arah tenggara. Walau detail laporan yang diterima agak berbeda, seperti yang ditulis oleh USA Today  beberapa bulan kemudian. Ada yang menyatukan laporan-laporan itu. Semuanya mengatakan bahwa ukuran pesawat yang dilaporkan sangat besar (ada yang bilang lebarnya sekitar 2,5 km). Pesawat itu begitu hening, bergerak perlahan di langit Arizona. Kadang, pesawat berhenti beberapa saat, berputar-putar di atas lokasi tertentu

Menurut USA Today, pesawat tersebut melewati Arizona selama 106 menit. Fakta ini dinukil dari keterangan yang diberikan para saksi mata. Yang menarik, insiden kedua terjadi malam itu setelah laporan terkahir pesawat berbentuk huruf V datang dari wilayan selatan Arizona. Dalam kedua insiden ini, yang menjadi obyek beberapa foto Phoenix light yang beredar, bola-bola bercahaya yang melayang di langit Arizona menghilang ketika mencapai area pegunungan Estrella di bagian barat daya Arizona.

Yang paling mencengangkan dari insiden Phoenix light adalah banyaknya jumlah saksi mata. Ini terjadi karena, menurut Katei, kala itu banyak penduduk Arizona sedang menanti kemunculan komet Hale-Bopp yang menuju lintasan terdekatnya dengan matahari pada tanggal 1 April. Menariknya, Hale-Bopp dipercaya membawa serta UFO saat melintasi Bumi seperti yang diyakini sekte Gerbang Surga di California. 39 anggota sekte itu bunuh diri 11 hari setelah Phoenix light terlihat di angkasa Arizona. Meski demikian, tak ada hubungan antara kedua insiden.

Iklan

Walau jumlah saksi mata cukup banyak, tak ada pengakuan resmi dari pemerintah atau pemberitaan di media menyangkut peristiwa aneh ini. Artikel pertama yang mengenai peristiwa misterius ini baru muncul di USA Today pada bulan Juni 1997..

Laporan USA Today membuat dunia menyoroti fenomena Phoenix light. Banyak yang mulai menagih penjelasan tentang apa yang terjadi. Penjalasan yang paling standar adalah cahaya-cahaya yang di langit adalah hasil latihan milter yang dilakukan di Arizona. Penjelasan ini sebenarnya tidak mengada-ada karena setidaknya ada dua pangkalan angkata udara Amerika Serikat di dekat kita Phoenix.  Bahkan, beberapa berita yang muncul kemudian di koran setempat  seperti The Arizona Republic dan Phoenix New Times mulai menyuguhkan bukti bahwa Phoenix light bagian dari latihan militer belaka.

Menurut New Times, tiga bulan setelah Phoenix light terlihat, seorang reporter televisi lokal merekam pesawat militer melemparkan suar di sebuah lapangan tembak angkata udara AS di selatan Phoenix. Rekaman jurnalis tersebut terlihat "mirip sekali dengan cahaya pukul 10 malam tanggal 13 Maret." selain itu, beberapa hari setelah laporan itu dilansir Tucson Weekly melaporkan Maryland Air National Guard tengah berada di Arizona untuk menjalani latihan musim dingin. Pesawat tempur A-10 milik mereka juga menjatuhkan suara di daerah tembak di balik kawasan pegunungan Estrella. Kendati ini bisa menjelaskan insiden kedua di malam 13 Maret, juru bicara National Guard mengklaim bahwa pesawat tak pernah terbang ke arah utara Phoenix. Alhasil, belum ada penjelasan yang memuaskan untuk insiden pertama malam itu.
"Yang kita tahu malam itu ada banyak suar yang dijatuhkan oleh angkatan udara AS di kawasan latihanBarry Goldwater," ujar Jim Mann, direktur Arizona Mutual UFO Network. "Banyak yang bilang Phoenix light cuma bohong belaka, cuma suar milik angkatan udara AS. namun banyak penilitian yang menunjukkan bahwa Phoenix light hanya sejumput kecil insiden UFO yang lebih besar."

Jim Mann, Direktur Arizona Mutual UFO Network. Gambar: Daniel Oberhaus/Motherboard

Begitulah, banyak yang setuju dengan skeptisme Mann soal dugaan Phoenix light hanyalah cahaya suar militer. Paul Scowen, seorang profesor di Arizona State University yang secara pribadi menganalisa rekaman video Phoenix light, menunjukkan bahwa cahaya-cahaya misterius hilang sesaat setelah masuk kawasan pegunungan Estrella.

Tetap saja, insiden tersebut tetap dianggap mitos sampai sekarang. Segera setelah berita di halaman depan USA Today mengalihkan perhatian internasional pada fenomena Phoenix light, gubernur Arizona saat itu, Fife Symington, lekas menggelar konferensi pers. Dalam gelaran tersebut, Symington mengaku tahu siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut dan memanggil seorang berpakaian alien yang diborgol tangannya untuk maju ke depan.

Iklan

"Mereka mengolok-ngolok fenomena Phoenix light dan itu bikin kami khawatir," ujar Kitei. "Pemerintah negara bagian Arizona berusaha menjadikannya bahan bercanda. Namun banyak yang menganggapnya sebagai sesuatu yang serius. Mereka penasaran apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang melakukannya."

Walau Symington awalnya menyepelekan Phoenix light, pada ulang tahun ke-10 insiden itu, mantan gubernur Arizona itu mengaku menyaksikan cahaya misterius dengan matanya sendiri pada tahun 1997.

"Aku seorang pilot dan aku tahu semua mesin yang bisa terbang," ujar Symington. "Yang aku lihat lebih besar dari apapun yang pernah kusaksikan. Orang lain juga melihatnya. Mereka orang-orang yang sangat bertanggung jawab. Entahlah, kenapa orang bisa mengolok-olok  fenomena ini."

Pada akhirnya, kisah tentang Phoenix light mengaburkan batas antara delusi dan realitas. Kesannya, para pengamat UFO ini berhasil menemukan titik tengah antara paranoia yang alamiah dan yang berlebihan. Di sisi lain, hampir tak penting jika akhirnya Phoenix light disebabkan oleh suar angkatan udara AS atau cahaya pesawat UFO dari luar bumi. Yang jelas, ada usaha untuk menyembunyikan informasi tentang kegiatan militer atau kekuatan teresterial.

Namun meski banyak Ufologis sangat berhasrat untuk mempercayai bahwa Phoenix light adalah fenomena dari luar bumi, banyak yang tetap skeptis.

"Kayaknya terlalu gegabah untuk mengatakan bahwa cahaya di langit itu adalah pesawat alien," tutur Mann. "Ini kan masih sebuah misteri. Sesuatu terjadi dan kita tak tahu itu apa. Yang kita tahu insiden itu terjadi."

Saat astronomer Josef Allen Hynek dipilih oleh angkatan udara AS untuk melakukan beberapa penelitian tentang UFO pada dekade 40an dan 50an, dia menemukan bahwa dari ribuan laporan tentang penampakan UFO, hanya sedikit saja yang tak didukung bukti ilmiah. Ini yang membuat penampakan Phoenix light bahan bahasan tentang UFO yang tak bosan-bosannya dibahas—kasus ini masih belum terpecahkan, saksi matanya berjumlah ratusan, kalau bukan ribuan dan mayoritas dari mereka menganggap sepele laporan tentang UFO sampai malam musim semi 1997 yang misterius itu.

Yang pasti, kalau sudah menyangkut misteri Phoenix lights, konspirasi bertebaran di mana-mana. Dan benar saja, setelah menghadiri Kongres UFO internasional, satu-satunnya hal yang bisa saya pastikan adalah bahwa cerita tentang UFO dan penampakannya punya satu kesamaan: kisah-kisah itu didongengkan oleh mereka yang berani menyongsong masa depan.