Mengintip Subkultur Mods yang Seru dan Terus Hidup di Jepang
Semua foto oleh penulis.
Vespa

Mengintip Subkultur Mods yang Seru dan Terus Hidup di Jepang

Fotografer Keisuke Nagoshi merekam gerak-gerik penggila vespa di Negeri Matahari Terbit. Foto-fotonya gila abis.
25 April 2017, 10:18am

_Artikel ini pertama kali tayang di VICE Japan. _

Di Jepang, subkultur cenderung berumur panjang. Prinsip ini juga berlaku bagi subkultur mod. Subkultur asal Inggris yang kini sudah berumur lebih dari 50 tahun ini masih hidup berkat Manabu Kuroda—wajah scene mods dan organizer acara perlombaan vespa tahunan Tokyo, MOD MAYDAY.

VICE Jepang nongkrong dengan Kuroda (dikenal sebagai "Manabu K.Dove") dan ngobrol tentang The Jam, skuter Vespa klasik dan kenapa fashion mod masih terus populer.

Manabu Kuroda satu-satunya yang pakai jas keren. Foto oleh Keisuke Nagoshi

VICE: Kapan pertama kali ketemu kultur mod?
Manabu Kuroda: 1977. Saya masih SMA kala itu dan di '78 saya punya kesempatan untuk bertemu The Jam. Mereka merupakan bagian dari pergerakan awal musik punk, tapi ada sesuatu yang berbeda tentang mereka. Mereka keren banget. Ketika saya mulai mendengarkan The Jam, saya mulai mendengar tentang subkultur "mods" dan tertarik. Saya tahu bahwa subkultur ini ada hubungannya dengan film Quadrophenia yang keluar di tahun '79. Setelah menonton film tersebut, saya ketagihan.

Di saat itu di Inggris ada semacam gerakan revival "neo-mod" ya?
Iya. Gerakan mods awal dimulai di '64 dan kemudian mulai pudar di akhir 60an. Tapi kemudian 10 tahun kemudian ada gerakan revival. Di Inggris, gelombang kedua ini dianggap sebagai revival karena sejarah mereka dengan subkultur ini. Tapi mengingat kultur Inggris 60an dan Jepang 60an sangat berbeda, ketika subkultur mods tiba di Jepang, ini dianggap sebagai hal yang baru.

Saat itu kan subkultur punk lagi panas-panasnya di Inggris, kenapa kamu malah tertarik dengan mods?
Sebelum berkenalan dengan mods, atau The Beatles dan T.Rex, saya tertarik dengan musik pop 60an. Film American Graffiti yang penuh dengan nuansa musik pop 60an membuat saya jatuh cinta. Saya juga lebih tertarik dengan gaya mods yang formal dibanding fashion punk. Di saat itu, imej punk adalah "semua yang berbau kacau", tapi mods memiliki pendekatan "yuk buat sesuatu" yang lebih menarik bagi saya.

Kenapa suka dengan fashion mods?
Jas yang dipakai The Jam di cover album pertama mereka itu keren banget. Sepatu hitam putih, dasi hitam, lengkap dengan pin. Orang-orang muda mengenakan jas yang berbeda dengan yang dikenakan para pekerja kantoran. Setelah itu, fashion 60an juga mulai muncul di dalam film-film.

Di tahun 80an, seperti apa fashion mod di Jepang?
Kami mengenakan parka M51 di atas jas dan sepatu boots desert. Lumayan basic sih. Tapi ada juga yang suka mengenakan produk Levi's. Di periode itu, mudah sekali untuk menemukan baju Fred Perry, dan banyak orang memakai jaket di atas polo shirt merek apapun.

Gimana dibandingkan dengan fashion mod Jepang saat ini?
Sekarang semuanya sah-sah saja. Apapun cocok, dan menurut saya ini yang terbaik.
Misalnya sekarang saya mengenakan sepatu sandal Gucci.

Iya. Tidak ada satu figur model untuk semua orang, tapi saya sering mencontoh gaya fashion Paul Weller (The Jam) sebagai referensi. Menurut saya, dia memiliki pengaruh yang kuat terhadap fashion mod modern.

Arsip foto dari komunitas mod Jepang dekade 1980-an.

Di zaman itu banyak yang punya skuter Lambretta dan Vespa?
Waktu itu skuter masih sedikit sekali. Saya membeli Vespa keren di '81 dan hanya ada satu orang pengendara vespa lainnya.

Kapan skuter mulai ngetren bagi anak muda Jepang?
Mungkin di 1983 atau 1984. Saya mengadakan MODS MAYDAY di Shinjuku di Ruido dan mungkin ada sekitar lima atau enam skuter di sana. Kami menjejerkan skuternya di depan venue dan semua orang sangat bersemangat. Di akhir MOD MAYDAY, kami semua muter-muter bareng. Tapi saat itu, MOD MAYDAY belum jadi acara tahunan, masih acara kumpul bareng aja. Ketika kami mulai pindah ke Club Citta, baru deh mulai jadi acara yang lebih besar. Ada juga sebuah event di Kawasaki di 1990 yang berhasil mengundang banyak orang datang dengan skuter mereka.

Gimana perkembangan kancah mod di Jepang?
Pas mods mulai hadir di Jepang, umur subkultur tersebut sudah sekitar 30 tahun. Jadi revival mod sudah basi di zaman itu. Nah tapi di Tokyo, scene mod dan kulturnya mempunyai akar yang kuat. Jelas London punya scene mereka sendiri, tapi di sini subkultur ini mulai berevolusi, menyesuaikan diri dengan penduduk Jepang asli.
Scene mods Jepang memuncak di 90an, dan semenjak itu angka pengunjung event mods semakin berkurang. Saya jadi penasaran anak-anak muda sekarang dengerin musik apa sih?

Scene mods kan dimulai oleh kalangan buruh Inggris. Jepang tidak memiliki sistem perbedaan kelas yang terlalu timpang. Apa bedanya semangat kultur mod Jepang dibanding asalnya dari Inggris?
Di Jepang, kultur mod baru benar-benar dimulai di 80an. Di Inggris, kultur mod berhubungan dengan isu diskriminasi, masalah dengan Irlandian Utara dan masalah-masalah politik. Kami di Tokyo jelas tertarik dengan masalah-masalah yang terjadi di Inggris, tapi kami juga sadar akan ada hal-hal yang tidak kami mengerti.

Generasi muda mods Jepang saat itu juga mengalami banyak masalah dan selalu terlibat dalam isu-isu politis. Ini bukan sekedar sisa pergerakan pelajar. Ini sangat penting di tahun 80an. Semenjak remaja hingga dewasa, saya selalu tertarik dengan fashion dan kultur, tapi juga sadar akan isu-isu politik yang penting di saat itu. Jepang ya Jepang. Tokyo ya Tokyo. Saya memang tidak dibesarkan di keluarga working class, tapi saya rasa penting untuk melek seputar isu yang menjadi "identitas" setiap generasi. Ini adalah bagian yang penting dari kultur mod.