Pandemi Corona

Peneliti Menduga Orang dengan Golongan Darah O Lebih Minim Risiko Tertular Covid-19

Berdasar dua makalah yang baru saja terbit, kalaupun kena virus corona orang dengan golongan darah O cenderung tak sampai mengalami gejala berat.
16.10.20
Penelitian Sebut Orang dengan Golongan Darah O Lebih Minim Risiko Tertular Covid-19
Ilustrasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia sepanjang 2020. Foto via Getty Images

Setelah lebih dari delapan bulan mengacaukan kehidupan umat manusia sedunia, satu demi satu informasi anyar mengenai virus Covid-19 tercatat ilmuwan. Salah satunya, kemungkinan ada satu golongan darah yang lebih tahan terhadap virus corona.

Berdasarkan dua penelitian berbeda yang terbit di jurnal Blood Advances, orang dengan golongan darah O cenderung lebih kecil peluangnya tertular Covid-19. Bila tertular pun, pasien dengan golongan darah O jarang sekali mengalami gejala sakit yang berat, sampai mengalami kegagalan fungsi organ atau terpaksa memakai ventilator.

Iklan

Namun, karena sampel penelitian masih minim, para peneliti butuh melakukan uji klinis lebih banyak lagi soal ketahanan golongan darah O terhadap Covid-19. Selain itu, kaitan antara golongan darah dengan risiko penularan virus corona belum ditemukan.

Satu tim yang sampai pada kesimpulan di atas berasal dari Denmark, yang menggelar penelitian melibatkan 7.422 pasien positif Covid. Dari total pasien yang mereka teliti, tak sampai 30 persen pasien positif yang memiliki golongan darah O. Sementara, orang dengan golongan darah A dan AB dari data mereka paling banyak tertular virus corona.

Penelitian berbeda berlangsung di Kanada, tapi sampai pada kesimpulan serupa. Menurut tim peneliti, dari 95 persen pasien yang mereka teliti, orang dengan golongan darah O yang masuk RS karena Covid-19 rata-rata sudah boleh pulang setelah 9 hari dirawat di ICU. Sementara untuk mereka yang golongan darahnya A atau AB, durasi perawatan rata-rata 13,5 hari di ICU. Pasien dengan golongan darah O juga sedikit sekali yang tercatat sampai harus memakai ventilator atau mengalami kegagalan fungsi organ tubuh.

“Kami akan terus melakukan pemantauan golongan darah dengan gejala Covid-19 yang timbul, sehingga kesimpulan yang diambil nanti lebih pasti,” kata Mypinder Sekhon, dokter sekaligus anggota tim peneliti dari Vancouver General Hospital saat diwawancarai CNN. “Kesimpulan sementara ini tidak perlu menjadi alasan panik. Selain itu, kalau anda golongan darahnya O, jangan merasa bakal sehat terus dan sembarangan tak menjaga social distancing.”

Sebelum dua penelitian ini terbit, kabar adanya kaitan golongan darah dengan gejala Covid-19 sudah dilaporkan dari Tiongkok. Tim peneliti di Beijing menyatakan ada potensi orang dengan golongan darah A lebih besar risikonya tertular virus corona. Namun penelitian yang terbit pada Maret 2020 itu tidak menjalani peer review, sehingga diabaikan komunitas ilmiah.

Follow Varsha di Twitter.