Kejahatan

Komplotan Maling di Makassar Satroni Rumah Pasien Corona, Akhirnya Dipaksa Rapid Test

Sebanyak 4 dari 6 pelaku yang tertangkap polisi langsung disuruh tes covid-19. Meski negatif corona, mereka tetap positif penjara.
11.5.20
Maling di Makassar masuk rumah pasien corona dipaksa polisi ikut rapid test
Ilustrasi maling [kanan] via Pixabay; ilustrasi alat tes PCR virus corona via Pxfuel

Perampokan terjadi di Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, saat rumah yang biasa ditinggali oleh 25 orang sedang kosong karena seluruh penghuninya positif corona. Penghuni rumah memilih melakukan isolasi mandiri di hotel dibanding menginfeksi rumah dengan virus. Orang kaya emang sebebas itu.

Ardiansyah (18), FR (16), Nover (19), dan Arfan (20), bersama dua pemuda lain memanfaatkan kesempatan kosongnya rumah di Jalan Campagayya ini untuk melakukan pencurian pada Rabu (6/5) lalu. Mereka menggasak uang tunai Rp20 juta dan perhiasan emas 15 gram. Untuk ukuran rumah yang puluhan penghuninya bisa isolasi mandiri di hotel, perampokan oleh keenam pemuda ini bisa dibilang gagal. Ya gimana, effort enggak sebanding dengan hasil.

Iklan

Empat dari enam perampok langsung tertangkap di beberapa kawasan berbeda di daerah Panakkukang kurang dari 24 jam. Para perampok dilaporkan menyerahkan diri setelah polisi membujuk keluarga pelaku.

"Anggota berkoordinasi dengan pihak orang tuanya untuk bersedia membawa MA [Arfan] bersama teman-temannya menyerahkan diri ke posko Resmob Panakukkang sebelum anggota melakukan tindakan tegas," ujar Jamal dilansir IDN Times.

"Pelaku dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani rapid test," ujar Kasi Humas Polsek Panakkukang Bripka Ahmad Halim dilansir Detik. Dari interogasi, kelompok perampok ini ternyata udah tahu penghuninya positif corona karena mereka tinggal tidak jauh dari rumah tersebut. Ini maling di Makassar dan jamaah nostalgia McD Sudirman kenapa sama-sama bandel sih.

Kabar baiknya, hasil rapid test mengindikasikan para pencuri ini negatif dari virus. Kalau sampai ikut positif, pasti tenaga kesehatan yang kebagian tugas ngurus bakal kesal banget. Karena tidak terinfeksi, polisi memutuskan mencampur kelompok perampok bersama dengan tahanan lain.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan angka kriminalitas meningkat semenjak imbauan kerja dari rumah disampaikan. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengumumkan selama Februari 2020 ada 17.411 kasus kriminal terjadi. Pada Maret, angkanya naik 19,72 persen menjadi 20.845 kasus. Meski enggak bisa dibilang semuanya terjadi karena corona, pandemi jadi salah satu penyebab baru.

Masyarakat rentan kerap mengambil langkah-langkah sembrono ketika sudah diimpit kebutuhan ekonomi. Kalau di Makassar para remaja ini cuek sama corona demi dapat uang instan, di Klaten lebih parah lagi. Seorang pria 47 tahun rela berjalan kaki dari Klaten ke Semarang untuk menunaikan niatnya menjual ginjal demi mencukupi kebutuhan keluarga setelah ia dirumahkan gara-gara pandemi.

Duh.