Seni Rupa

Orang-orang di Internet Mengira Saya Banksy

Kamu akan menemukan foto Michael Whatley kalau mencari “average man” di Google. Tetapi semuanya berubah ketika wajahnya terpampang di iklan meet-and-greet palsu dengan Banksy.
27.10.18
Sayangnya dia bukan Banksy yang sebenarnya
Dicuplik via Facebook

Pada 6 September 2015 lalu, ada acara Facebook yang mempromosikan meet-and-greet dengan Banksy. Acaranya dijadwalkan berlangsung pada Januari 2016 di Waldorf Astoria, New York. Meet-and-greet ini menarik minat dan perhatian banyak netizen, tetapi hanya karena mereka menjadikannya sebagai inside joke.

Iklannya kelihatan sangat palsu, dan itulah daya tariknya. Di deskripsi acara, nama Banksy salah disebut tiga kali. Selain itu, pihak penyelenggara menjanjikan bahwa Banksy akan “diperkenalkan secara formal kepada masyarakat.” 100 tamu pertama juga mendapat face painting dari sang seniman langsung. Setelah juru bicara Banksy menegaskan bahwa acaranya palsu, sang penyelenggara Steven Rausch mengatakan, “Saya dan Bankers sedang nongkrong bareng. Kami menonton Gilmore Girls… pas episode si Rory diperkenalkan ke DAR. Lalu Bling bilang, ‘Aku mau melakukan itu.’” kepada Village Voice. Artikel Voice tersebut juga menjadi inside joke pecinta seni setelah terbit.

Iklan

Wajah yang ada di iklan MnG tadi bukanlah wajah Banksy sebenarnya, melainkan Michael Whatley. Insiden ini kini bisa dimasukkan ke dalam daftar orang biasa yang menjadi viral di internet tanpa repot-repot usaha. Whatley tinggal di Louisville, Kentucky. Dia bekerja sebagai asisten manager produksi di Actors Theatre of Louisville. Di sana, dia mengarahkan pertunjukan drama bernama An Average Man. Berkat Google, kamu akan menemukan wajahnya kalau mencari “average man.” Fotonya kebetulan saja membuat Whatley tampak seperti laki-laki yang sangat biasa-biasa saja. Whatley menduga pembuat acara itu mencari foto palsu Banksy dengan kata kunci “average man”, menemukan fotonya yang menawan dengan latar belakang gedung pencakar kaki di Louisville, dan menjadikannya sebagai spanduk iklan.

Saya berbincang dengan Whatley lewat telepon untuk memastikan dia Banksy sungguhan, membahas segala keanehan di internet, dan menanyakan bagaimana rasanya menjadi “average man.” Dia ikut menikmati iklan palsu ini seperti penggemar Banksy lainnya.

VICE: Kamu Banksy bukan?
Michael Whatley: Mau aku Banksy atau bukan, aku bakalan jawab bukan. Jadi jawabanku enggak relevan.

Kapan kamu mengetahui kalau fotomu dipakai buat iklan palsu Banksy?
Temanku ada yang mengirim tautan acaranya ke profil Facebook-ku pada 8 September. Itu pertama kalinya aku tahu iklan ini. Awalnya aku tertarik buka, tapi terus jadi cemas sewaktu aku dapat email dari Village Voice yang ingin menanyakan beberapa hal seputar iklan ini. Waktu itu, aku khawatir akan jadi sasaran publik dari beberapa kejahatan yang dilakukan Banksy. Tapi aku enggak mudah ditipu, jadi aku hadapi saja. Orang yang mengira aku Banksy akan kesulitan membuktikannya. Mendadak tenar itu konyol, dan aku suka segala sesuatu yang konyol.

Menurutmu, kenapa fotomu bisa jadi bintang iklan meet-and-greet Banksy di Facebook?
Aku sih menduganya dia mencari “average man” di Google dan fotoku yang pertama kali muncul. Aku rasa semua ini gara-gara pertunjukan drama 10 menit berjudul An Average Man dari Stephanie Alison Walker yang aku sutradarai di Actors Theatre of Louisville

Iklan

pada 2013 lalu. Tapi, aku enggak tahu bagaimana dua hal ini bisa berhubungan. Yah, mungkin saja sang pembuat acara pengin foto laki-laki biasa yang bisa menggambarkan Banksy. Aku enggak tahu kenapa kita selama ini menganggap Banksy laki-laki kulit putih. Padahal enggak ada buktinya dia itu seperti apa sebenarnya. Tapi, mungkin itu yang diinginkan penyelenggara.

Fotomu juga dipakai untuk akun Twitter @Chester_Ray50? Oh ya? Aku malah baru tahu ini!

Bionya berbunyi, “Construction worker, team is the Wolfs.”
Hahaha… Aku benar-benar baru tahu sekarang.

Apakah kamu menganggap diri sendiri laki-laki biasa?
Aku rasa enaknya jadi orang biasa itu lebih aman. Enggak ada yang tahu kamu siapa. Tapi, ternyata kita enggak bisa seanonim itu. Kalau kamu beruntung jadi ‘orang biasa,’ kamu bisa tiba-tiba terkenal karena situasi yang aneh.

Bisa ceritakan asal-usul foto itu?
Aku masih jadi anggota Actors Theatre of Louisville Apprentice Intern Company waktu fotonya diambil. Jadi, semua anggota difoto dari dekat di tempat parkir atas gedung teater. Foto ini buat mempromosikan diri kami di situs web.

Jadi fotonya benar-benar diambil di pusat kota Louisville yang benar-benar biasa saja.
Laki-laki biasa di kota biasa-biasa saja.

Apakah kamu pernah membuat grafiti?
Enggak pernah. Waktu masih remaja, aku dan teman-teman melapisi mobil dengan tisu toilet. Itu terjadi di masa lalu. Enggak ada unsur artistiknya sama sekali. Cuma terjadi begitu saja.

Follow Michael di Twitter .