Gulat Profesional

'Raw vs Smackdown' dan 'Survivor' Tak Lagi Keren, Kita Bosan Sama Drama McMahon

Penonton gulat profesional sudah muak sama trik-trik drama Keluarga McMahon. Berikut alasan-alasannya.
Audy Bernadus
Diterjemahkan oleh Audy Bernadus
Screencapture via YouTube/WWE

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Sports.

Berkat tayangan gula profesional 'Survivor Series' di televisi kabel, para penonton mendapat suguhan berbeda. Fakta bahwa dunia gulat WWE sekarang ini seakan tidak perlu lagi karakter pegulat yang baik dan jahat. Bagi penggemar gulat yang mengikuti 'Survivor', pertandingan antara kelompok The New Day, golongan pegulat yang pernah dikesankan jahat dalam seri 'RAW', melawan The Shield sangat ditunggu-tunggu.

Iklan

Dalam tayangan beberapa pekan lalu, Xavier Woods dihajar habis-habisan sambil berusaha sekuat tenaga untuk menggapai tangan rekannya di luar ring agar bisa bertukar tempat. Dia berusaha untuk merangkak ke pojok ring, hanya untuk diseret kembali ke tengah ring oleh anggota the Shield. Ada Ricky Morton, anggota The New Day yang tubuhnya paling kecil yang dikenal ahli dalam skenario dipukuli duluan oleh lawan. Tentu saja, keduanya biasanya akan bertukar tempat. Bisa juga Woods memilih digantikan Robert Gibson dari luar ring, dan rekannya nanti akan bergulat dengan beringas sebagai bentuk balas dendam.

Itulah skenario gulat biasanya. Ketika pegulat yang teraniaya bisa digantikan rekan tag team-nya, maka penonton bakal luar biasa histeris. Ini skenario yang sudah terbaca dan Woods melakukan tindakan yang tak sesuai pakem. Dia memilih bertukar tempat dengan Kofi Kingston, tapi penonton tidak ada yang histeris.

Tidak semua pegulat memainkan skenario ini. Skenario Ricky Morton harus memerlukan pegulat yang memang cocok untuk dihajar habis-habisan. Model gulat dengan 6 orang yang saling bergantian tidak bisa menerakan skenario ini. The New Day mengambil peran sebagai pegulat jahat seminggu sebelumnya. Karakter pegulat antagonis itu sudah menyatu dengan alur cerita Smackdown vs. Raw yang berlarut-larut. Sayangnya, pecinta gulat bosan tapi tak pernah ada perbaikan dari Keluarga MacMachon sebagai pengelola acara olahraga operas sabun ini. McMahon seakan tak sadar pola cerita pegulat baik lawan pegulat jahat sudah ditinggal penonton. The Shield memerankan kelompok pegulat baik hati yang berusaha untuk memenangkan hati penonton, tapi mereka bersikap beringas di pertandingan sebenarnya. Sampai keadaan diputar balik ketika Dean Ambrose menggunakan skenario Ricky Morton ketika kelompok the New Day berusaha menghentikannya bertukar tempat dengan rekannya.

Iklan

Tonton dokumenter VICE soal acara gulat demi perdamaian di Sudan Selatan:


Tapi bayangkan, dari sekian durasi episode tersebut, cuma itulah drama dari The Survivor Series yang tayang tiap minggu malam waktu Amerika Serikat. Acara ini menampilkan gulat yang seru. Tapi tak ada alur cerita menarik. Jadi pertarungan natar pegulat pun jadi membosankan.

Ini tahun kedua acara Survivor Series dikritik para penggemar gulat akibat alur ceritanya. Tahun lalu cerita Survivor dianggap seperti novel, yang mempertemukan beberapa pegulat yang belum pernah bertemu dalam satu pertarungan bagaikan komik Marvel vs. DC. Alur cerita seperti ini sempat membuat orang tertarik, lalu cepat menjadi membosankan dan dilupakan oleh orang-orang. Fakta bahwa acara Survivor Series memiliki dunianya sendiri tampaknya membuat orang-orang tertarik.

Tahun ini alur ceritanya memiliki efek yang seperti narkoba. Mungkin cara yang terbaik untuk menggambarkannya adalah acara ini tidak bisa dikatakan sebagai acara yang menampilkan pegulat-pegulat WWE. pertarungan gulatnya tidak buruk, tapi penonton sepertinya tidak merasa perlu untuk menonton lagi setelah mereka menyaksikan pertarungan-pertarungan antar pegulat yang belum pernah ada sebelumnya. Jadi yang bisa diharapkan adalah pertrungan gulat alat Marvel vs. DC tersebut, misalnya Balor dipertemukan dengan Nakamura. Orang-orang juga sepertinya tidak terllu peduli dengan gengsi dari sebuah pertarungan Raw vs Smackdown sampai ada acara Survivor Series.

Iklan

Satu pertandingan gulat yang semua orang tunggu-tunggu dalam Raw vs. Smackdown adalah pertandingan antara Brock Lesnar melawan A.J. Styles. Pertandingan itu dianggap sebagai pertandingan antara Juara melawan Juara. Dan ini sesuatu yang direncanakan secara spontan setelah Styles menyudahi rezim Jinder Mahal sebagai juara WWE. Semua orang ngomongin pertandingan ini dan dianggap sebagai pertandingan WWE terbaik tahun itu.

Lesnar, yang punya kebiasaan ‘melempar orang ke mana-mana’ membuktikan di pertandingan Suplex City bahwa dia jenis pegulat yang bisa menampilkan penampilan terbaiknya kalau melawan orang yang menurutnya nyaman untuk diajak bekerja sama. Lesnar mengatakan kalau dia senang bekerja sama dengan Styles, sama senangnya seperti saat bekerja sama dengan Samoa Joe. Tidak mengherankan kalau ternyata pertandingan dirinya denga dua pegulat lain itu merupakan dua pertandingan terbaiknya dalam setahun, meskipun menurut saya pertandingannya di acara Survivor Series melawan Styles sedikit lebih baik.

Styles sangat menyukai Lesnar dan ternyata begitu juga sebaliknya. Styles adalah salah satu dari tiga atau empat pegulat terbaik di dunia. Dia memiliki kemampuan untuk bisa dibanting-banting oleh lawannya. Tapi masih terlihat menawan ketika dia kembali dari kekalahan. Styles dan Lesner terlihat bugar di umur mereka dan penonton menyukai mereka. Bahkan setelah Lesnar memenangkan pertandingan dengan cara mengunci Styles hingga memaksanya menyerah.

Iklan

Setelah itu, penonton kembali lagi ke kondisi tidak harus berbuat apa. Atmosfer yang meledak-ledak saat pertandingan berlangsung dengan cepat kembali surut. Bahkan ketika sedang berlangsung pertandingan utama yang saya tidak ingat siapa saja pegulatnya, tapi yang saya tahu pegulat termuda berusia 34 tahun. Hingga berangsur-angsur arena gulat itu menjadi sangat sepi seperti kamar mayat.

Satu per satu, pegulat paling baru dan paling pandai main drama tereliminasi dari pertandingan (kecuali Braun Strowman, yang terlihat seperti superstar), dan kembali lagi kecelekan alur cerita dari Raw versus Smackdown membuat penonton tidak menikmati pertandingan ini. Kita malah diberikan tontonan berupa keluarga McMahon yang sarat akan psychodrama. Di mana Triple H menyelamatkan kakak iparnya Shane McMahon dari kuncian Kurt Angle. Kemudian membanting Kurt Angle dan menguncinya.

Sekilas mungkin ini terlihat keren, mungkin Triple H merasa kasihan dengan kakak iparnya yang pergelangan kakinya hampir patah. Ini semakin memperkuat kesan bahwa keluarga McMahon selalu membantu satu sama lain.

Tapi kita malah menemukan meme di internet tentang Triple H yang seringkali menjadi orang yang menghancurkan karier pegulat muda, dan pegulat yang lebih berbakat. Saya sangat puas ketika melihat meme Triple H yang dihabisi oleh Strwoman setelah bel tanda selesai pertandingan berbunyi. Tapi kepuasan itu tidak sebanding dengan kekecewaan ketika Nakamura dan Balor bertemu dalam satu pertandingan, mereka mewakili NXT dan New Japan, tapi tidak ada yang peduli dengan pertandingan ini.

Tentu saja, tak ada yang abadi di dunia ini. Karena ini acara Survivor Series dan ini adalah Raw vs. Smackdown, alur ceritanya bisa berganti setiap tiga minggu sekali. Kecuali ada satu cerita yang akan selalu ada, cerita tentang Keluarga McMahon. Dan kita harus terus menunggu sampai MacMahon mau menghentikan cerita bikin mereka yang membosankan. Sayang, harapan itu sepertinya tidak akan terjadi.